alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Lupa Matikan Kompor, Dapur Ludes Dilalap Si Jago Merah

GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebuah dapur milik I Made Kicen, 48, di Banjar Tengah, Desa/Kecamatan Tampaksiring, Gianyar dilalap si jago merah, Jumat (27/5) sekitar pukul 16.30 WITA. Kebakaran tersebut diduga terjadi akibat istri korban yang lupa mematikan kompor gas.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu bermula ketika saksi yang merupakan istri korban, Ni Made Yatni, 51, membakar Jaje Gina di dapur dengan menggunakan kompor gas. Setelah itu, saksi kembali ke tempat keluarga berkumpul untuk membuat banten di Bale Dauh.

 

Selang beberapa menit kemudian, sekitar pukul 16.30 WITA, korban I Made Kicen, yang baru dating dari luar rumah mendapati api sudah berkobar di jendela dapurnya. Sehingga korban langsung bergegas membuka regulator gas yang berada diluar dapur sebelah barat. Bersamaan dengan itu pula, satu per satu tetangga korban datang ke TKP dan membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

 

Beberapa menit kemudian, api berhasil dipadamkan namun bangunan dapur milik korban sudah ludes terbakar hingga bagian atapnya. Sekitar pukul 17.00 WITA, tim pemadam kebakaran Gianyar tiba di TKP dan langsung melakukan pendinginan untuk memastikan api sudah benar-benar padam.

 

Kapolsek Tampaksiring, AKP Ni Luh Suardini yang dikonfirmasi Minggu (29/5) membenarkan perihal peristiwa kebakaran tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa setelah menerima laporan pihaknya langsung datang ke TKP dan mengumpulkan keterangan korban serta saksi kemudian melakukan olah TKP.

 

“Dimana berasarkan hasil olah TKP diduga kebakaran disebabkan oleh kelalaian dari istri korban yang lupa mematikan kompor gas saat digunakan membakar Jaja Gina untuk sarana Mebayuh istri korban. Sehingga kompornya panas dan meleleh kemudian mengenai selang gas sampai putus dan menyebabkan api membesar karena disembur oleh gas lewat selang yang terbakar,” paparnya.

Akibat peristiwa tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian material sebesar Rp 30 Juta. “Tidak ada korban jiwa, dan keluarga korban mengikhlaskan peristiwa tersebut sebagai musibah,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebuah dapur milik I Made Kicen, 48, di Banjar Tengah, Desa/Kecamatan Tampaksiring, Gianyar dilalap si jago merah, Jumat (27/5) sekitar pukul 16.30 WITA. Kebakaran tersebut diduga terjadi akibat istri korban yang lupa mematikan kompor gas.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu bermula ketika saksi yang merupakan istri korban, Ni Made Yatni, 51, membakar Jaje Gina di dapur dengan menggunakan kompor gas. Setelah itu, saksi kembali ke tempat keluarga berkumpul untuk membuat banten di Bale Dauh.

 

Selang beberapa menit kemudian, sekitar pukul 16.30 WITA, korban I Made Kicen, yang baru dating dari luar rumah mendapati api sudah berkobar di jendela dapurnya. Sehingga korban langsung bergegas membuka regulator gas yang berada diluar dapur sebelah barat. Bersamaan dengan itu pula, satu per satu tetangga korban datang ke TKP dan membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

 

Beberapa menit kemudian, api berhasil dipadamkan namun bangunan dapur milik korban sudah ludes terbakar hingga bagian atapnya. Sekitar pukul 17.00 WITA, tim pemadam kebakaran Gianyar tiba di TKP dan langsung melakukan pendinginan untuk memastikan api sudah benar-benar padam.

 

Kapolsek Tampaksiring, AKP Ni Luh Suardini yang dikonfirmasi Minggu (29/5) membenarkan perihal peristiwa kebakaran tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa setelah menerima laporan pihaknya langsung datang ke TKP dan mengumpulkan keterangan korban serta saksi kemudian melakukan olah TKP.

 

“Dimana berasarkan hasil olah TKP diduga kebakaran disebabkan oleh kelalaian dari istri korban yang lupa mematikan kompor gas saat digunakan membakar Jaja Gina untuk sarana Mebayuh istri korban. Sehingga kompornya panas dan meleleh kemudian mengenai selang gas sampai putus dan menyebabkan api membesar karena disembur oleh gas lewat selang yang terbakar,” paparnya.

Akibat peristiwa tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian material sebesar Rp 30 Juta. “Tidak ada korban jiwa, dan keluarga korban mengikhlaskan peristiwa tersebut sebagai musibah,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/