alexametrics
27.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Sempat Berontak, Maling Celana Dalam di Pemogan Dibekuk Warga

DENPASAR, BALI EXPRESS – Seorang pria berinisial RA, 26, terpaksa berurusan dengan polisi pada hari keempat menginjakan kaki di Bali. Sebab, ia kepergok warga mencuri celana dalam wanita di sebuah kos, Jalan Griya Anyar, Pemogan, Denpasar Selatan, pada Minggu (29/5).

Peristiwa ini sontak viral di media sosial karena diunggah oleh salah satu warga. Informasi yang dihimpun, pelaku beraksi sekitar pukul 04.00. Saat itu ada penghuni kos terbangun karena mendengar suara hentakan kaki serta jemuran yang tergeser. Penghuni langsung berteriak maling ketika mendapati pelaku di sana. Alhasil penghuni lainnya seketika keluar dari kamar dan bergegas mengamankan RA. Meski tertangkap basah, pria itu masih coba mengelak dan berontak.

Dalam video yang beredar warga bahkan berteriak “jatuhin, jatuhin,” agar pelaku tak bisa melarikan diri. Akan tetapi, rekaman CCTV yang dicek secara jelas menunjukan dirinya mengambil pakaian dalam dari jemuran warga. Dia semakin tak berkutik saat warga mendapati barang bukti celana dalam wanita dan gunting di saku celananya. “Bukan masalah harga pakaian dalam, kalau dibiarkan nanti malah keterusan mencuri bahkan barang berharga lainnya, apalagi bisa saja pakaian dalam disalahgunakan untuk santet, jadi masyarakat resah,” tutur sumber.

Sehingga masalah ini segera disampaikan dan pelaku dibawa ke Mapolsek Denpasar Selatan. Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana yang dikonfirmasi pun membenarkan kejadian ini. Dia mengatakan dariĀ  pemeriksaan yang dilakukan, disinyalir pelaku baru sekali beraksi. “Sementara diketahui sekali (beraksi), karena yang bersangkutan baru empat hari berada di Bali,” tandas Perwira Melati Satu di pundak itu.

Pihaknya mengalami kendala dalam melakukan pemeriksaan terhadap pria disebut asli Tegal, Jawa Tengah tersebut. Lantaran RA susah diajak komunikasi karena keadaanya linglung usai diamankan warga. Sehingga belum diketahui motif apa yang dimilikinya hingga nekat berprilaku cabul. Petugas juga akan mendalami dugaan kelainan seksual yang dialami RA.

Kini polisi sudah memanggil dan berkoordinasi dengan keluarga pelaku. Selain pelaku, beberapa saksi warga maupun korban juga sudah diperiksa. Namun, warga dan juga korban pemilik pakaian dalam tidak ada yang mau melaporkan perkara ini secara resmi. “Harapannya masyarakat melaporkan secara resmi setiap tindak pidana yang terjadi, untuk sementara kami masih menunggu kondisi pelaku membaik agar lebih mudah komunikasi dalam pemeriksaan, perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” ujarnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Seorang pria berinisial RA, 26, terpaksa berurusan dengan polisi pada hari keempat menginjakan kaki di Bali. Sebab, ia kepergok warga mencuri celana dalam wanita di sebuah kos, Jalan Griya Anyar, Pemogan, Denpasar Selatan, pada Minggu (29/5).

Peristiwa ini sontak viral di media sosial karena diunggah oleh salah satu warga. Informasi yang dihimpun, pelaku beraksi sekitar pukul 04.00. Saat itu ada penghuni kos terbangun karena mendengar suara hentakan kaki serta jemuran yang tergeser. Penghuni langsung berteriak maling ketika mendapati pelaku di sana. Alhasil penghuni lainnya seketika keluar dari kamar dan bergegas mengamankan RA. Meski tertangkap basah, pria itu masih coba mengelak dan berontak.

Dalam video yang beredar warga bahkan berteriak “jatuhin, jatuhin,” agar pelaku tak bisa melarikan diri. Akan tetapi, rekaman CCTV yang dicek secara jelas menunjukan dirinya mengambil pakaian dalam dari jemuran warga. Dia semakin tak berkutik saat warga mendapati barang bukti celana dalam wanita dan gunting di saku celananya. “Bukan masalah harga pakaian dalam, kalau dibiarkan nanti malah keterusan mencuri bahkan barang berharga lainnya, apalagi bisa saja pakaian dalam disalahgunakan untuk santet, jadi masyarakat resah,” tutur sumber.

Sehingga masalah ini segera disampaikan dan pelaku dibawa ke Mapolsek Denpasar Selatan. Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana yang dikonfirmasi pun membenarkan kejadian ini. Dia mengatakan dariĀ  pemeriksaan yang dilakukan, disinyalir pelaku baru sekali beraksi. “Sementara diketahui sekali (beraksi), karena yang bersangkutan baru empat hari berada di Bali,” tandas Perwira Melati Satu di pundak itu.

Pihaknya mengalami kendala dalam melakukan pemeriksaan terhadap pria disebut asli Tegal, Jawa Tengah tersebut. Lantaran RA susah diajak komunikasi karena keadaanya linglung usai diamankan warga. Sehingga belum diketahui motif apa yang dimilikinya hingga nekat berprilaku cabul. Petugas juga akan mendalami dugaan kelainan seksual yang dialami RA.

Kini polisi sudah memanggil dan berkoordinasi dengan keluarga pelaku. Selain pelaku, beberapa saksi warga maupun korban juga sudah diperiksa. Namun, warga dan juga korban pemilik pakaian dalam tidak ada yang mau melaporkan perkara ini secara resmi. “Harapannya masyarakat melaporkan secara resmi setiap tindak pidana yang terjadi, untuk sementara kami masih menunggu kondisi pelaku membaik agar lebih mudah komunikasi dalam pemeriksaan, perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” ujarnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/