alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Jegog Mabarung Jembrana Menggema di Panggung PKB

JEMBRANA, BALI EXPRESS- Sekaa Jegog Ghora Yowana Budaya Kelurahan Lelateng dan Sekaa Jegog Swara Ulangun, Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo menjadi duta Jembrana dalam parade pagelaran di ajang PKB ke-44.

Aksi kesenian khas Jembrana yang tampil di Kalangan Madya Mandala Gedung Ksiarnawa, Art Center, Denpasar, Senin (27/6) lalu,  disaksikan langsung Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Keduanya tampil apik membawakan empat garapan tabuh. Tari yang dibawakan pun sukses membius penonton. Sekaa Jegog Ghora Yowana Budaya Lelateng  menyajikan tabuh tari penyambutan kreasi ‘Angayubagia’ pada penampilan pertamanya.

Selanjutnya tabuh truntungan Gelar Hulu yang terinspirasi dari Sungai Gelar sebagai objek wisata yang sangat digemari masyarakat Jembrana. Kemudian ditampilkan tari rekreasi Makepung. Tarian ini menampilkan Makepung sebagai sebuah tradisi kaum petani yang kini masih tetap hidup di daerah Jembrana.

Sedangkan Sekaa Jegog Swara Ulangun pada penampilan pertamanya menyajikan  tabuh truntungan kreasi ‘Pangembak’. Tabuh truntungan secara fungsional berfungsi sebagai ucapan selamat datang kepada para penonton atau partner lawan dalam konteks kompetisi kesenian jegog.

Baca Juga :  Ampuh Tanamkan Pendidikan Budi Pekerti, Orang Tua Diminta Masatua

Selanjutnya tabuh kreasi ‘Yehsumbul’ menampilkan keindahan alam dan persawahan desa yang heterogen, saling menghargai satu sama lain dalam menjaga kerukunan. Kemudian tari kreasi ‘Luihing Paksi’, yang menggambarkan burung jalak putih Mahardika terbang menikmati kehidupan dan alam di sekitarnya.

Sebagai sajian pamungkas, kedua sekaa jegog memainkan atraksi mabarung. Suara gemuruh dari pukulan alat musik jegog dengan penuh semangat membuat suasana pementasan makin meriah. Kedua jegog saling bersahutan dan menggema mengundang decak kagum penonton yang menyaksikan secara langsung.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba sangat bangga dengan kesenian jegog yang hanya ada di Jembrana. Di samping menjadi ajang promosi, penampilan jegog pada PKB juga momentum bahwa kesenian yang hanya dimiliki Kabupaten Jembrana ini tidak mati suri.

Baca Juga :  Biasa Tangkap Ular, Pria di Gianyar Ini Justru Meninggal Dipatuk Ular

Sebagai bentuk perlindungan dan komitmen dalam melindungi dan melestarikan kesenian jegog ini, Pemkab Jembrana menyerahkan bantuan satu tahun  Rp 5 juta kepada masing-masing sekaa jegog. Hal tersebut diperuntukkan untuk merawat alat-alat kesenian itu sendiri.

“Saya juga telah berkoordinasi dengan Menparekraf RI, dan ia ingin bahwa jegog ini nantinya tampil dalam event G20,” ungkap Tamba yang menyaksikan langsung pementasan jegog.

Tamba mengatakan bahwa sejak awal menjabat bupati telah membentuk yayasan
jegog Jembrana. Tujuannya  untuk menaikkan kelas jegog tersebut.

“Jadi saya tidak ingin, jegog Jembrana tampil di kabupaten lain diundang naik truk dan diupah sangat murah. Kita sekarang sudah mulai berbenah, bahwa jegog adalah atraksi budaya yang sangat mahal, kita naikkan kelasnya dan saya akan mendukung penuh langkah tersebut,” pungkasnya.

 






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

JEMBRANA, BALI EXPRESS- Sekaa Jegog Ghora Yowana Budaya Kelurahan Lelateng dan Sekaa Jegog Swara Ulangun, Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo menjadi duta Jembrana dalam parade pagelaran di ajang PKB ke-44.

Aksi kesenian khas Jembrana yang tampil di Kalangan Madya Mandala Gedung Ksiarnawa, Art Center, Denpasar, Senin (27/6) lalu,  disaksikan langsung Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Keduanya tampil apik membawakan empat garapan tabuh. Tari yang dibawakan pun sukses membius penonton. Sekaa Jegog Ghora Yowana Budaya Lelateng  menyajikan tabuh tari penyambutan kreasi ‘Angayubagia’ pada penampilan pertamanya.

Selanjutnya tabuh truntungan Gelar Hulu yang terinspirasi dari Sungai Gelar sebagai objek wisata yang sangat digemari masyarakat Jembrana. Kemudian ditampilkan tari rekreasi Makepung. Tarian ini menampilkan Makepung sebagai sebuah tradisi kaum petani yang kini masih tetap hidup di daerah Jembrana.

Sedangkan Sekaa Jegog Swara Ulangun pada penampilan pertamanya menyajikan  tabuh truntungan kreasi ‘Pangembak’. Tabuh truntungan secara fungsional berfungsi sebagai ucapan selamat datang kepada para penonton atau partner lawan dalam konteks kompetisi kesenian jegog.

Baca Juga :  Wang Bali Mula Angugat, STI Angkat Kisah Rakyat Gugat Laku Pemimpin

Selanjutnya tabuh kreasi ‘Yehsumbul’ menampilkan keindahan alam dan persawahan desa yang heterogen, saling menghargai satu sama lain dalam menjaga kerukunan. Kemudian tari kreasi ‘Luihing Paksi’, yang menggambarkan burung jalak putih Mahardika terbang menikmati kehidupan dan alam di sekitarnya.

Sebagai sajian pamungkas, kedua sekaa jegog memainkan atraksi mabarung. Suara gemuruh dari pukulan alat musik jegog dengan penuh semangat membuat suasana pementasan makin meriah. Kedua jegog saling bersahutan dan menggema mengundang decak kagum penonton yang menyaksikan secara langsung.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba sangat bangga dengan kesenian jegog yang hanya ada di Jembrana. Di samping menjadi ajang promosi, penampilan jegog pada PKB juga momentum bahwa kesenian yang hanya dimiliki Kabupaten Jembrana ini tidak mati suri.

Baca Juga :  Biasa Tangkap Ular, Pria di Gianyar Ini Justru Meninggal Dipatuk Ular

Sebagai bentuk perlindungan dan komitmen dalam melindungi dan melestarikan kesenian jegog ini, Pemkab Jembrana menyerahkan bantuan satu tahun  Rp 5 juta kepada masing-masing sekaa jegog. Hal tersebut diperuntukkan untuk merawat alat-alat kesenian itu sendiri.

“Saya juga telah berkoordinasi dengan Menparekraf RI, dan ia ingin bahwa jegog ini nantinya tampil dalam event G20,” ungkap Tamba yang menyaksikan langsung pementasan jegog.

Tamba mengatakan bahwa sejak awal menjabat bupati telah membentuk yayasan
jegog Jembrana. Tujuannya  untuk menaikkan kelas jegog tersebut.

“Jadi saya tidak ingin, jegog Jembrana tampil di kabupaten lain diundang naik truk dan diupah sangat murah. Kita sekarang sudah mulai berbenah, bahwa jegog adalah atraksi budaya yang sangat mahal, kita naikkan kelasnya dan saya akan mendukung penuh langkah tersebut,” pungkasnya.

 






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

Most Read

Artikel Terbaru

/