alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Melebihi Target, Omzet Pameran IKM Bali Bangkit PKB Sudah Capai Rp 4 Miliar

DENPASAR, BALI EXPRESS – Omzet Pameran IKM Bali Bangkit dalam rangka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44 sudah mencapai Rp 3.999.548.000 atau Rp 4 miliar per Sabtu (25/6) untuk dua minggu pelaksanaan, dari 28 hari target pelaksanaan.

 

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, I Wayan Jarta, jika berbicara target dari awal, Ketua Dekranasda Bali, Putri Suastini Koster, mencanangkan target naik dua kali lipat dari Pameran IKM sebelumnya-sebelumnya. Yang mana, rata-rata omzet Pameran IKM Bali Bangkit I sampai IV lalu sebanyak Rp 2 miliar dengan jumlah peserta sekitar 60 sampai 70 IKM. Sementara, pada Pameran IKM Bali Bangkit PKB kali ini peserta yang ikut sebanyak 127 IKM, dua kali lipat dari sebelumnya, sehingga jika dilihat dari sini, minimal target naik dua kali lipat atau Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar selama PKB ke-44.

Baca Juga :  BPBD Badung Lakukan Simulasi Gempa Berpotensi Tsunami

 

“Namun sekarang, setengah bulan pelaksanaan PKB omzet justru sudah mencapai Rp 4 miliar. Optimislah kita,” katanya, Rabu (29/6).

 

Kemudian jika dilihat dari persebarannya, Wayan Jarta menyebutkan, hampir semua tenant di Pameran IKM Bali Bangkit PKB mendapatkan pelanggan atau ada transaksi. Bahkan, ia mengklaim, transaksi beberapa tenant ada yang mencapai ratusan juta rupiah.

 

“Ada yang banyak, ada yang sedikit, tetapi hampir semua, artinya merata. Ini yang kita syukuri,” ucapnya.

 

Biasanya, pihaknya mengungkapkan, IKM yang memiliki transaksi lebih besar yakni perhiasan emas atau perak. Hal ini mengingat harganya yang relatif mahal, sehingga transaksi berjumlah besar. Selain itu, di posisi kedua adalah IKM fesyen.

Baca Juga :  Mabuk, Putu Liong Nekat Curi Uang Vihara Dharma Giri

 

“Saya pribadi, lebih optimis PKB kali ini tidak ada keraguan lagi. IKM yang berpartisipasi kali ini memang benar-benar kami didik. Supaya mereka disiplin dalam mengisi harga, begitu juga menghitung harga barang sehingga tidak merugikan konsumen. Sekarang ini kan langsung produsen berhadapan dengan konsumen, jadi harga pasti lebih terjangkau,” jelasnya.

 

Pihaknya pun menyampaikan, selama ini dalam memilih IKM peserta, kurasi terus dilakukan bahkan sepanjang tahun Pameran IKM Bali Bangkit diadakan dan tidak ada kurasi dadakan. “Siapapun yang berpotensi jika mereka datang, kami langsung cek ke lapangan, kalau memang benar produk mereka bagus pasti kami langsung (izinkan bergabung),” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Omzet Pameran IKM Bali Bangkit dalam rangka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44 sudah mencapai Rp 3.999.548.000 atau Rp 4 miliar per Sabtu (25/6) untuk dua minggu pelaksanaan, dari 28 hari target pelaksanaan.

 

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, I Wayan Jarta, jika berbicara target dari awal, Ketua Dekranasda Bali, Putri Suastini Koster, mencanangkan target naik dua kali lipat dari Pameran IKM sebelumnya-sebelumnya. Yang mana, rata-rata omzet Pameran IKM Bali Bangkit I sampai IV lalu sebanyak Rp 2 miliar dengan jumlah peserta sekitar 60 sampai 70 IKM. Sementara, pada Pameran IKM Bali Bangkit PKB kali ini peserta yang ikut sebanyak 127 IKM, dua kali lipat dari sebelumnya, sehingga jika dilihat dari sini, minimal target naik dua kali lipat atau Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar selama PKB ke-44.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Tersangka Dugaan Penyunatan Gaji Veteran di Tabanan

 

“Namun sekarang, setengah bulan pelaksanaan PKB omzet justru sudah mencapai Rp 4 miliar. Optimislah kita,” katanya, Rabu (29/6).

 

Kemudian jika dilihat dari persebarannya, Wayan Jarta menyebutkan, hampir semua tenant di Pameran IKM Bali Bangkit PKB mendapatkan pelanggan atau ada transaksi. Bahkan, ia mengklaim, transaksi beberapa tenant ada yang mencapai ratusan juta rupiah.

 

“Ada yang banyak, ada yang sedikit, tetapi hampir semua, artinya merata. Ini yang kita syukuri,” ucapnya.

 

Biasanya, pihaknya mengungkapkan, IKM yang memiliki transaksi lebih besar yakni perhiasan emas atau perak. Hal ini mengingat harganya yang relatif mahal, sehingga transaksi berjumlah besar. Selain itu, di posisi kedua adalah IKM fesyen.

Baca Juga :  Petani dan Kadus Cengolo Berdamai, Siap Kembalikan Uang Sertifikat

 

“Saya pribadi, lebih optimis PKB kali ini tidak ada keraguan lagi. IKM yang berpartisipasi kali ini memang benar-benar kami didik. Supaya mereka disiplin dalam mengisi harga, begitu juga menghitung harga barang sehingga tidak merugikan konsumen. Sekarang ini kan langsung produsen berhadapan dengan konsumen, jadi harga pasti lebih terjangkau,” jelasnya.

 

Pihaknya pun menyampaikan, selama ini dalam memilih IKM peserta, kurasi terus dilakukan bahkan sepanjang tahun Pameran IKM Bali Bangkit diadakan dan tidak ada kurasi dadakan. “Siapapun yang berpotensi jika mereka datang, kami langsung cek ke lapangan, kalau memang benar produk mereka bagus pasti kami langsung (izinkan bergabung),” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/