alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Pengelolaan Aset Daerah di Pupuan Belum Maksimal

TABANAN, BALI EXPRESS – Kelompok Kerja (Pokja) Aset DPRD Tabanan dengan OPD terkait melakukan evaluasi aset milik Pemda Tabanan di Kecamatan Pupuan, Rabu (29/7).

Koordinator Pokja Aset DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani, mengatakan, evaluasi dilakukan terhadap aset Pemda Tabanan eks Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS), dimana seluas 1,7 hektare digarap oleh I Wayan Suadnya dan Nengah Pidada. Lahan juga dijadikan TTP (Taman Teknologi Pertanian) seluas 7 hektare.

Menurut Omardani, dalam sidak tersebut pihaknya melihat banyak hal yang perlu dievaluasi. “Pertama, pengelolaan aset di kawasan itu belum optimal. Kemudian yang kedua kita lihat OPD terkait tidak punya pola dan ide yang baik dalam mengelola aset Pemda tersebut,” ujarnya.

Padahal, menurut Omardani, aset Pemda Tabanan itu sangat baik untuk dikembangkan. Misalnya untuk kegiatan pariwisata yang diintegrasikan dengan pertanian dan perkebunan, sehingga akan jadi daya tarik tersendiri, yang mungkin retribusinya jauh lebih besar daripada sekarang yang hanya Rp 300 ribu per meter.

Kata dia, saat ini aset yang digarap oleh masyarakat hanya dijadikan kebun kopi, kemudian aset yang menjadi lokasi TTP semestinya bisa dikembangkan. Apalagi saat ini, di TTP tersebut sedang dibangun embung sehingga bisa diintegrasikan antara pariwisata dan teknologi pertanian “Jika OPD terkait lebih kreatif, kita bisa mencontoh dari daerah lain seperti di Banyuwangi, mungkin bisa ditanami bunga atau tanaman hias yang cocok dikembangkan,” imbuhnya

Maka dari itu, Badan Keuangan Daerah Tabanan bersama Dinas Pertanian Tabanan dinilai harus mengadakan pertemuan kembali dengan pihak penggarap untuk membahas ulang sistem pengelolaan aset Pemda Tabanan ini. Agar kedepannya lebih efektif dan efisien, serta berkontribusi terhadap PAD Tabanan.

Aset lain yang dievaluasi adalah Pasar Agrowisata Pupuan yang layak dikembangkan, guna pemasaran produk olahan atau hasil pertanian, khususnya daerah Pupuan. Sehingga dapat menunjang perekonomian masyarakat.

Disperindag Tabanan juga membebaskan retribusi selama setahun untuk memancing pengusaha dan pedagang agar mau berjualan di Pasar Agrowisata tersebut. “Kita kemudian menyarankan agar membuat festival buah madunikosake (manggis, durian, nira, kopi, salak, dan kelapa) sesuai dengan potensi yang ada, sehingga pemanfaatan aset bisa dikembangkan,” papar Omardani.

Sayangnya aset Pemda Tabanan di Pasar Pupuan kurang lebih 52 are yang dikelola oleh Pemda di bawah Disperindag, belum disertifikatkan oleh Pemda Tabanan. Maka dari itu, Pokja Aset mendorong agar segera disertifikatkan, sehingga ke depannya tidak akan terjadi sengketa atas kepemilikan.

Begitu juga dengan aset Pemda Tabanan yang ada di depan Kantor Telkomsel Pupuan yang dimanfaatkan sebagai lapangan basket, dan dulunya merupakan mess untuk sekolah. Aset ini perlu ditata dan disertifikatkan agar memiliki kekuatan hukum. “Dengan sidak ini, Pokja Aset merekomendasikan agar seluruh aset daerah yang belum terinventarisasi agar segera disertifikatkan guna penyelamatan dan pengembangan potensi aset yang akan gunakan,” tandasnya.


TABANAN, BALI EXPRESS – Kelompok Kerja (Pokja) Aset DPRD Tabanan dengan OPD terkait melakukan evaluasi aset milik Pemda Tabanan di Kecamatan Pupuan, Rabu (29/7).

Koordinator Pokja Aset DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani, mengatakan, evaluasi dilakukan terhadap aset Pemda Tabanan eks Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS), dimana seluas 1,7 hektare digarap oleh I Wayan Suadnya dan Nengah Pidada. Lahan juga dijadikan TTP (Taman Teknologi Pertanian) seluas 7 hektare.

Menurut Omardani, dalam sidak tersebut pihaknya melihat banyak hal yang perlu dievaluasi. “Pertama, pengelolaan aset di kawasan itu belum optimal. Kemudian yang kedua kita lihat OPD terkait tidak punya pola dan ide yang baik dalam mengelola aset Pemda tersebut,” ujarnya.

Padahal, menurut Omardani, aset Pemda Tabanan itu sangat baik untuk dikembangkan. Misalnya untuk kegiatan pariwisata yang diintegrasikan dengan pertanian dan perkebunan, sehingga akan jadi daya tarik tersendiri, yang mungkin retribusinya jauh lebih besar daripada sekarang yang hanya Rp 300 ribu per meter.

Kata dia, saat ini aset yang digarap oleh masyarakat hanya dijadikan kebun kopi, kemudian aset yang menjadi lokasi TTP semestinya bisa dikembangkan. Apalagi saat ini, di TTP tersebut sedang dibangun embung sehingga bisa diintegrasikan antara pariwisata dan teknologi pertanian “Jika OPD terkait lebih kreatif, kita bisa mencontoh dari daerah lain seperti di Banyuwangi, mungkin bisa ditanami bunga atau tanaman hias yang cocok dikembangkan,” imbuhnya

Maka dari itu, Badan Keuangan Daerah Tabanan bersama Dinas Pertanian Tabanan dinilai harus mengadakan pertemuan kembali dengan pihak penggarap untuk membahas ulang sistem pengelolaan aset Pemda Tabanan ini. Agar kedepannya lebih efektif dan efisien, serta berkontribusi terhadap PAD Tabanan.

Aset lain yang dievaluasi adalah Pasar Agrowisata Pupuan yang layak dikembangkan, guna pemasaran produk olahan atau hasil pertanian, khususnya daerah Pupuan. Sehingga dapat menunjang perekonomian masyarakat.

Disperindag Tabanan juga membebaskan retribusi selama setahun untuk memancing pengusaha dan pedagang agar mau berjualan di Pasar Agrowisata tersebut. “Kita kemudian menyarankan agar membuat festival buah madunikosake (manggis, durian, nira, kopi, salak, dan kelapa) sesuai dengan potensi yang ada, sehingga pemanfaatan aset bisa dikembangkan,” papar Omardani.

Sayangnya aset Pemda Tabanan di Pasar Pupuan kurang lebih 52 are yang dikelola oleh Pemda di bawah Disperindag, belum disertifikatkan oleh Pemda Tabanan. Maka dari itu, Pokja Aset mendorong agar segera disertifikatkan, sehingga ke depannya tidak akan terjadi sengketa atas kepemilikan.

Begitu juga dengan aset Pemda Tabanan yang ada di depan Kantor Telkomsel Pupuan yang dimanfaatkan sebagai lapangan basket, dan dulunya merupakan mess untuk sekolah. Aset ini perlu ditata dan disertifikatkan agar memiliki kekuatan hukum. “Dengan sidak ini, Pokja Aset merekomendasikan agar seluruh aset daerah yang belum terinventarisasi agar segera disertifikatkan guna penyelamatan dan pengembangan potensi aset yang akan gunakan,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/