alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Anggaran Rehab Ruang Fraksi DPRD Bali Dialihkan untuk Pendidikan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Anggaran untuk rehab ruang di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali dialihkan untuk bidang pendidikan dan kesehatan.  Anggaran sebesar Rp 5 miliar tersebut akhirnya diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat terlebih dahulu. Demikian diungkapkan oleh Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama.

Politikus PDIP ini menyampaikan, pihaknya tengah jaga-jaga anggaran dalam mengatasi kesehatan dan pendidikan. Khusus pada bidang pendidikan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah mengatasi siswa tercecer yang tidak dapat sekolah.

“Pandemi ini kami jaga – jaga, satu anggaran masalah kesehatan kalau diperlukan. Begitu juga masalah  tawaran dari Pak Gubernur , bidang pendidikan agar jaga -jaga nanti kalau bangku kurang, guru kurang , saya sudah pustuskan  rehab – rehab apa yang  ada di DPR ini kami tunda,” tegasnya, Kamis (29/7). 

Dalam kesempatan tersebut, Adi Wiryatama menambahkan langkah itu sebagai bukti untuk mementingkan urusan rakyat. Sehingga anggaran yang semestinya dipergunakan renovasi ruangan-ruangan fraksi dialihkan kedua bidang tersebut, kesehatan dan pendidikan.

Pengalihan rehab ruangan itu, Adi Wiryatama memaparkan mulai dari membeli kursi dan lain sebagainya.”Kami  alihkan yang membeli kursi, atau membangun apa lain sebagainya,” tandas dia.

Sebelumnya Gubernur Bali Wayan Koster, menanggapi rencana DPRD Bali yang mengihklaskan anggaran renovasi ruangan fraksi untuk pendidikan, ia menyarankan agar jangan terburu-buru. Dewan diminta jangan panik dengan penambahan siswa saat ini. Pandemi ini mengajarkan tata kelola yang baru lebih efesien dan efektif. 

Seperti belajar itu bisa secara online, daring dan tidak semua belajar harus di ruangan sekolah. Meski pandemi nanti akan berakhir, pembelajaran daring pun tetap dilaksanakan dan akan ada metodenya.

 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Anggaran untuk rehab ruang di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali dialihkan untuk bidang pendidikan dan kesehatan.  Anggaran sebesar Rp 5 miliar tersebut akhirnya diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat terlebih dahulu. Demikian diungkapkan oleh Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama.

Politikus PDIP ini menyampaikan, pihaknya tengah jaga-jaga anggaran dalam mengatasi kesehatan dan pendidikan. Khusus pada bidang pendidikan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah mengatasi siswa tercecer yang tidak dapat sekolah.

“Pandemi ini kami jaga – jaga, satu anggaran masalah kesehatan kalau diperlukan. Begitu juga masalah  tawaran dari Pak Gubernur , bidang pendidikan agar jaga -jaga nanti kalau bangku kurang, guru kurang , saya sudah pustuskan  rehab – rehab apa yang  ada di DPR ini kami tunda,” tegasnya, Kamis (29/7). 

Dalam kesempatan tersebut, Adi Wiryatama menambahkan langkah itu sebagai bukti untuk mementingkan urusan rakyat. Sehingga anggaran yang semestinya dipergunakan renovasi ruangan-ruangan fraksi dialihkan kedua bidang tersebut, kesehatan dan pendidikan.

Pengalihan rehab ruangan itu, Adi Wiryatama memaparkan mulai dari membeli kursi dan lain sebagainya.”Kami  alihkan yang membeli kursi, atau membangun apa lain sebagainya,” tandas dia.

Sebelumnya Gubernur Bali Wayan Koster, menanggapi rencana DPRD Bali yang mengihklaskan anggaran renovasi ruangan fraksi untuk pendidikan, ia menyarankan agar jangan terburu-buru. Dewan diminta jangan panik dengan penambahan siswa saat ini. Pandemi ini mengajarkan tata kelola yang baru lebih efesien dan efektif. 

Seperti belajar itu bisa secara online, daring dan tidak semua belajar harus di ruangan sekolah. Meski pandemi nanti akan berakhir, pembelajaran daring pun tetap dilaksanakan dan akan ada metodenya.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/