alexametrics
27.6 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

BNN RI Tutup BICF yang Diikuti 28 Negara, Indonesia Juara

BADUNG, BALI EXPRESS – Bali Internasional Choir Festival (BICF) ke-11 yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi ditutup pada Kamis (28/7) di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Badung. Kompetisi paduan suara yang diikuti 28 negara sebagai sarana perang melawan narkoba ini dimenangi oleh perwakilan Indonesia.

 

Kepala BNN RI Komjenpol Petrus Reinhard Golose hadir langsung bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace serta sejumlah pejabat lainnya. Diketahui, kompetisi tersebut digelar secara hybrid, yakni onsite dan online sejak Senin (25/7). Dalam kesempatannya, Golose mengatakan para peserta kompetisi ini menjadi duta anti narkoba.

 

“Acara ini bertemakan ‘Sing Against Drugs’, dengan bernyanyi membuat kita bahagia tanpa perlu menggunakan narkoba, tiga ribu orang dari 28 negara berpartisipasi yang menunjukan kebersamaan melawan narkoba,” tutur Jendral asal Manado itu. Total ada 93 grup paduan suara dari 28 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Argentina, Venezuela, Brazil, Mexico, Yunani, Nigera, Afrika Selatan, Bolivia, Chili, Kolombia, Ekuador, Kuba, Guatemala, dan Panama.

Baca Juga :  Camat Buleleng Tutup Penginapan dan Kafe di Pulau Oby

 

Mereka dinilai oleh 12 juri dari berbagai negara. Hingga hasil penilaian menunjukan mahasiswa (PSM) “Swara Wadhana” Universitas Negeri Yogyakarta yang merupakan salah satu perwakilan Indonesia sebagai juaranya. Adapun partisipasi berbagai negara ini dinilai sangat penting, karena dapat memperkuat kerjasama dalam upaya pencegahan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika. Mengingat, narkoba seperti sabu dan kokain banyak bersumber dari luar negeri.

 

Seperti ‘Golden Peacock’ yang berada di Amerika Latin. ‘Golden Triangle’ yang terdiri dari Thailand, Myanmar, dan Laos, serta ‘Golden Chrysant’ yang terdiri dari Afghanistan, Iran, dan Pakistan. “Saya baru pulang dari Amerika Selatan, di Panama aparat menyita 134 ton kokain. Di Kolombia 1.200 ton. 120 ton disita di Ekuador. 70 ton disita di Argentina. Sehingga saya teken kerjasama dengan negara-negara tersebut untuk mencegah barang itu sampai beredar ke dunia, dan dengan kegiatan bersama antar negara ini kami kampanyekan,” tandasnya.

Baca Juga :  Giri Prasta Hentikan Proyek Penataan Lapangan Lumintang, Ini Alasannya





Reporter: I Gede Paramasutha

BADUNG, BALI EXPRESS – Bali Internasional Choir Festival (BICF) ke-11 yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi ditutup pada Kamis (28/7) di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Badung. Kompetisi paduan suara yang diikuti 28 negara sebagai sarana perang melawan narkoba ini dimenangi oleh perwakilan Indonesia.

 

Kepala BNN RI Komjenpol Petrus Reinhard Golose hadir langsung bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace serta sejumlah pejabat lainnya. Diketahui, kompetisi tersebut digelar secara hybrid, yakni onsite dan online sejak Senin (25/7). Dalam kesempatannya, Golose mengatakan para peserta kompetisi ini menjadi duta anti narkoba.

 

“Acara ini bertemakan ‘Sing Against Drugs’, dengan bernyanyi membuat kita bahagia tanpa perlu menggunakan narkoba, tiga ribu orang dari 28 negara berpartisipasi yang menunjukan kebersamaan melawan narkoba,” tutur Jendral asal Manado itu. Total ada 93 grup paduan suara dari 28 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Argentina, Venezuela, Brazil, Mexico, Yunani, Nigera, Afrika Selatan, Bolivia, Chili, Kolombia, Ekuador, Kuba, Guatemala, dan Panama.

Baca Juga :  Apresiasi Capaian WTP, Pastika Ingatkan Jajarannya Lebih Profesional

 

Mereka dinilai oleh 12 juri dari berbagai negara. Hingga hasil penilaian menunjukan mahasiswa (PSM) “Swara Wadhana” Universitas Negeri Yogyakarta yang merupakan salah satu perwakilan Indonesia sebagai juaranya. Adapun partisipasi berbagai negara ini dinilai sangat penting, karena dapat memperkuat kerjasama dalam upaya pencegahan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika. Mengingat, narkoba seperti sabu dan kokain banyak bersumber dari luar negeri.

 

Seperti ‘Golden Peacock’ yang berada di Amerika Latin. ‘Golden Triangle’ yang terdiri dari Thailand, Myanmar, dan Laos, serta ‘Golden Chrysant’ yang terdiri dari Afghanistan, Iran, dan Pakistan. “Saya baru pulang dari Amerika Selatan, di Panama aparat menyita 134 ton kokain. Di Kolombia 1.200 ton. 120 ton disita di Ekuador. 70 ton disita di Argentina. Sehingga saya teken kerjasama dengan negara-negara tersebut untuk mencegah barang itu sampai beredar ke dunia, dan dengan kegiatan bersama antar negara ini kami kampanyekan,” tandasnya.

Baca Juga :  Imbas Virus Korona, Car Free Day di Singaraja Ditutup Sementara





Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/