alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Putus Cinta, Jari Telunjuk Ikut Putus

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kasus penganiayaan terjadi di wilayah Hukum Polsek Kota Gianyar.  Aksi itu dilakukan oleh  Aditya, pekerja di sebuah warung makan wilayah Kota Gianyar. 

Lantaran tak terima diputuskan oleh pacarnya yang sama sama bekerja di tempat yang sama, korban inisial DH dilempar dengan pisau hingga satu jari tangannya putus. 

Informasi yang didapatkan koran ini, kasus tersebut sudah berlangsung cukup lama, tepatnya 11 Juni 2020, sekitar pukul 13.30. Kejadiannya saat pelaku dan korban berada di dalam dapur sebuah warung makan di Jalan Tukad Melangit di Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar.  Kasus itu berawal saat mereka bersama-sama mempersiapkan barang dagangan. 

Baca Juga :  Dikira Kucing Mati, ternyata Mayat Edwin Membusuk di Rumahnya

Saat pelaku Aditya memotong daging untuk membuat sate mempergunakan pisau, sementara korban dapat bagian menusuk daging sate. Di sela kesibukan, pelaku pun bertanya kepada korban mengenai kejelasan hubungan mereka. Saat itu juga korban DH menjawab sebaiknya pisah saja karena salah satu keluarga korban tidak setuju ia bersama Aditya. 

Mendengar kata-kata korban, pelaku pun langsung emosi, dan melemparkan pisau yang digunakan untuk memotong daging ke korban. Lemparan pisau tersebut mengenai jari telunjuk korban, hingga putus, dan pelaku langsung meninggalkan korban. 

Saat kejadian tersebut, ada tentangga korban mendengar teriakan korban. Akhirnya korban ditolong dan dilarikan ke RS Family Husada Gianyar untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  AMSI Bali Akan Bersihkan 'Sampah' Media Online di Bali

Dikonfirmasi Kapolsek Kota Gianyar, Kompol Ketut Suastika, membenarkan kejadian tersebut. Korban selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Gianyar. “Pelaku berhasil ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Gianyar,  Jumat, 28 Agustus 2020 di daerah Singakerta Ubud,” jelasnya, Jumat (28/8).

Saat diamankan, pelaku diciduk tanpa perlawanan, kemudian diamankan di Mapolsek Gianyar untuk proses hukum lebih lanjut. “Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman lima tahun,” tandasnya. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Kasus penganiayaan terjadi di wilayah Hukum Polsek Kota Gianyar.  Aksi itu dilakukan oleh  Aditya, pekerja di sebuah warung makan wilayah Kota Gianyar. 

Lantaran tak terima diputuskan oleh pacarnya yang sama sama bekerja di tempat yang sama, korban inisial DH dilempar dengan pisau hingga satu jari tangannya putus. 

Informasi yang didapatkan koran ini, kasus tersebut sudah berlangsung cukup lama, tepatnya 11 Juni 2020, sekitar pukul 13.30. Kejadiannya saat pelaku dan korban berada di dalam dapur sebuah warung makan di Jalan Tukad Melangit di Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar.  Kasus itu berawal saat mereka bersama-sama mempersiapkan barang dagangan. 

Baca Juga :  Kejari Periksa 24 Saksi Kasus yang Seret Anggota DPRD Klungkung

Saat pelaku Aditya memotong daging untuk membuat sate mempergunakan pisau, sementara korban dapat bagian menusuk daging sate. Di sela kesibukan, pelaku pun bertanya kepada korban mengenai kejelasan hubungan mereka. Saat itu juga korban DH menjawab sebaiknya pisah saja karena salah satu keluarga korban tidak setuju ia bersama Aditya. 

Mendengar kata-kata korban, pelaku pun langsung emosi, dan melemparkan pisau yang digunakan untuk memotong daging ke korban. Lemparan pisau tersebut mengenai jari telunjuk korban, hingga putus, dan pelaku langsung meninggalkan korban. 

Saat kejadian tersebut, ada tentangga korban mendengar teriakan korban. Akhirnya korban ditolong dan dilarikan ke RS Family Husada Gianyar untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  Klungkung Study Banding Infrastruktur ke Kota Batam

Dikonfirmasi Kapolsek Kota Gianyar, Kompol Ketut Suastika, membenarkan kejadian tersebut. Korban selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Gianyar. “Pelaku berhasil ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Gianyar,  Jumat, 28 Agustus 2020 di daerah Singakerta Ubud,” jelasnya, Jumat (28/8).

Saat diamankan, pelaku diciduk tanpa perlawanan, kemudian diamankan di Mapolsek Gianyar untuk proses hukum lebih lanjut. “Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman lima tahun,” tandasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/