alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Diperas dan Nyaris Dibunuh Bule, Wanita Bandung Lapor Polisi

BADUNG, BALI EXPRESS – Diduga nyaris menjadi korban  pembunuhan, seorang wanita berinisial BMS melaporkan terduga pelaku yakni warga asing berinisial KCY alias H yang tak lain adalah mantan pacarnya ke Polsek Kuta Utara. Insiden itu terjadi pada Jumat (27/8) di Elev8 Residence Canggu, Kuta Utara, Badung.

Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, Iptu Made Purwantara menerangkan menurut laporan tersebut, bahwa peristiwa diawali sekitar pukul 13.06, kala korban dihubungi via telepon oleh bule asal Nigeria tersebut. Wanita asal Bandung, Jawa Barat itu diminta  untuk datang tempat kejadian perkara, dengan alasan ada yang mau dibicarakan. 

“Terlapor diketahui tinggal di salah satu kamar di residen itu, dan pelapor bersedia untuk datang,” ujarnya, Minggu (29/8). Tak berselang lama, BMS pun mendatangi tempat tinggal mantan pacarnya. Namun alangkah terkejutnya ketika baru saja tiba, KCY tiba-tiba dengan kasar merampas tas miliknya yang berisi kartu ATM, KTP dan uang tunai Rp 200 ribu.

BMS juga dianiaya dengan dipukul, ditendang, hingga terluka di bagian wajah. Bahkan ditodong pisau dengan diancam akan ditusuk. Ironisnya, wanita yang tinggal di kawasan Kerobokan, Kuta Utara ini lanjut diperas agar menyerahkan uang sebesar Rp 200 juta. Jika tidak, terduga pelaku akan membawa ke Ubud, Gianyar untuk membunuhnya.

Mirisnya, korban yang tertekan dalam ancaman benar-benar dibawa menggunakan mobil menuju Ubud Gianyar untuk dibunuh. Beberapa saat dalam berkendara, pria itu menghentikan mobilnya di sebuah ATM di Kerobokan. Di sana pria itu menguras isi ATM korban, hingga total uang yang sudah diambil mencapai Rp 20 juta.

Ketika perjalanan hendak dilanjutkan, sedikit keberuntungan menghinggapi BMS. Karena mobil yang dikemudikan terduga pelaku mogok. Kesempatan itulah yang dimanfaatkan korban untuk kabur. “Pelapor dapat kesempatan kabur dan diselamatkan warga sekitar,” tandasnya.

Tanpa basa-basi, BMS langsung melaporkan apa yang dialami ke Polsek Kuta Utara. Purwantara pun mengaku pihaknya masih melakukan proses penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti. “Ini kan baru laporan dari korban, enggak sembarang kami mengamankan orang kalau alat bukti belum lengkap. Prosesnya masih jalan, sementara korban sudah berobat,” tutupnya. (ges)


BADUNG, BALI EXPRESS – Diduga nyaris menjadi korban  pembunuhan, seorang wanita berinisial BMS melaporkan terduga pelaku yakni warga asing berinisial KCY alias H yang tak lain adalah mantan pacarnya ke Polsek Kuta Utara. Insiden itu terjadi pada Jumat (27/8) di Elev8 Residence Canggu, Kuta Utara, Badung.

Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, Iptu Made Purwantara menerangkan menurut laporan tersebut, bahwa peristiwa diawali sekitar pukul 13.06, kala korban dihubungi via telepon oleh bule asal Nigeria tersebut. Wanita asal Bandung, Jawa Barat itu diminta  untuk datang tempat kejadian perkara, dengan alasan ada yang mau dibicarakan. 

“Terlapor diketahui tinggal di salah satu kamar di residen itu, dan pelapor bersedia untuk datang,” ujarnya, Minggu (29/8). Tak berselang lama, BMS pun mendatangi tempat tinggal mantan pacarnya. Namun alangkah terkejutnya ketika baru saja tiba, KCY tiba-tiba dengan kasar merampas tas miliknya yang berisi kartu ATM, KTP dan uang tunai Rp 200 ribu.

BMS juga dianiaya dengan dipukul, ditendang, hingga terluka di bagian wajah. Bahkan ditodong pisau dengan diancam akan ditusuk. Ironisnya, wanita yang tinggal di kawasan Kerobokan, Kuta Utara ini lanjut diperas agar menyerahkan uang sebesar Rp 200 juta. Jika tidak, terduga pelaku akan membawa ke Ubud, Gianyar untuk membunuhnya.

Mirisnya, korban yang tertekan dalam ancaman benar-benar dibawa menggunakan mobil menuju Ubud Gianyar untuk dibunuh. Beberapa saat dalam berkendara, pria itu menghentikan mobilnya di sebuah ATM di Kerobokan. Di sana pria itu menguras isi ATM korban, hingga total uang yang sudah diambil mencapai Rp 20 juta.

Ketika perjalanan hendak dilanjutkan, sedikit keberuntungan menghinggapi BMS. Karena mobil yang dikemudikan terduga pelaku mogok. Kesempatan itulah yang dimanfaatkan korban untuk kabur. “Pelapor dapat kesempatan kabur dan diselamatkan warga sekitar,” tandasnya.

Tanpa basa-basi, BMS langsung melaporkan apa yang dialami ke Polsek Kuta Utara. Purwantara pun mengaku pihaknya masih melakukan proses penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti. “Ini kan baru laporan dari korban, enggak sembarang kami mengamankan orang kalau alat bukti belum lengkap. Prosesnya masih jalan, sementara korban sudah berobat,” tutupnya. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/