alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Pamit Cari Abu Sekam, Petani Ditemukan Meninggal di Tengah Sawah

TABANAN, BALI EXPRESS – Seorang petani di Desa Timpag ditemukan sudah tidak bernyawa di tengah sawah pada Sabtu (28/8) sore.

 

Petani yang kemudian diketahui merupakan warga desa setempat itu diperkirakan meninggal akibat kelelahan. Tadinya dia pamit kepada keluarganya untuk mencari abu sekam.

 

Adalah I Gusti Putu Sukandia,60, petani yang ditemukan sudah meninggal dunia di tengah sawah tersebut. Dia merupakan warga Banjar Delod Peken, Desa Timpag.

 

Dia ditemukan sudah terlentang dan meninggal di petak sawah milik I Wayan Murdiasa, warga Banjar Munduk, Desa Timpag.

 

Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Nyoman Subagia dalam keterangannya kemarin, Minggu (29/8), membenarkan kejadian itu.

 

“Waktu kejadian pada Sabtu (28/8) sekitar pukul 17.30 Wita,” jelasnya.

 

Secara singkat dia menyebutkan, peristiwa itu diketahui pertama kalinya oleh Ni Nengah Suharnati,52, warga Banjar Dajan Peken, Desa Timpag.

 

Kebetulan saat itu, korban baru pulang dari mencuci di sungai. Dia melintas menuju sawah miliknya.

 

Saat itu dia sudah menati korban dalam posisi tidur terlentang. Kepalanya di arah timur. Kakinya ke arah barat. Saksi memperkirakan korban sudah meninggal saat itu.

 

Sehingga dia menghubungi suaminya, I Wayan Murdiasa, yang juga saksi kedua dalam peristiwa ini.

 

Oleh Murdiasa, peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Perbekel Timpag. Selanjutnya, laporan ini diteruskan ke Polsek Kerambitan.

 

Singkat cerita, anggota Polsek Kerambitan tiba di lokasi kejadian. Melakukan olah TKP serta identifikasi bersama Kepala Puskesmas I Kerambitan, dr I Made Sukamerta.

 

Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga, korban meninggal setelah mengalami kelelahan. Selain itu, berdasarkan informasi pihak keluarga, korban dalam keadaan sakit-sakitan.

 

Sekitar sebulan sebelumnya, korban juga sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Tabanan. Dengan alasan ini juga, pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah. Sehingga jenazah korban tidak diotopsi.

 

“Kepada istrinya, korban sempat pamitan cari abu sekam untuk dijadikan pupuk. Pamitnya sekitar pukul 13.30,” imbuh Subagia.


TABANAN, BALI EXPRESS – Seorang petani di Desa Timpag ditemukan sudah tidak bernyawa di tengah sawah pada Sabtu (28/8) sore.

 

Petani yang kemudian diketahui merupakan warga desa setempat itu diperkirakan meninggal akibat kelelahan. Tadinya dia pamit kepada keluarganya untuk mencari abu sekam.

 

Adalah I Gusti Putu Sukandia,60, petani yang ditemukan sudah meninggal dunia di tengah sawah tersebut. Dia merupakan warga Banjar Delod Peken, Desa Timpag.

 

Dia ditemukan sudah terlentang dan meninggal di petak sawah milik I Wayan Murdiasa, warga Banjar Munduk, Desa Timpag.

 

Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Nyoman Subagia dalam keterangannya kemarin, Minggu (29/8), membenarkan kejadian itu.

 

“Waktu kejadian pada Sabtu (28/8) sekitar pukul 17.30 Wita,” jelasnya.

 

Secara singkat dia menyebutkan, peristiwa itu diketahui pertama kalinya oleh Ni Nengah Suharnati,52, warga Banjar Dajan Peken, Desa Timpag.

 

Kebetulan saat itu, korban baru pulang dari mencuci di sungai. Dia melintas menuju sawah miliknya.

 

Saat itu dia sudah menati korban dalam posisi tidur terlentang. Kepalanya di arah timur. Kakinya ke arah barat. Saksi memperkirakan korban sudah meninggal saat itu.

 

Sehingga dia menghubungi suaminya, I Wayan Murdiasa, yang juga saksi kedua dalam peristiwa ini.

 

Oleh Murdiasa, peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Perbekel Timpag. Selanjutnya, laporan ini diteruskan ke Polsek Kerambitan.

 

Singkat cerita, anggota Polsek Kerambitan tiba di lokasi kejadian. Melakukan olah TKP serta identifikasi bersama Kepala Puskesmas I Kerambitan, dr I Made Sukamerta.

 

Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga, korban meninggal setelah mengalami kelelahan. Selain itu, berdasarkan informasi pihak keluarga, korban dalam keadaan sakit-sakitan.

 

Sekitar sebulan sebelumnya, korban juga sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Tabanan. Dengan alasan ini juga, pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah. Sehingga jenazah korban tidak diotopsi.

 

“Kepada istrinya, korban sempat pamitan cari abu sekam untuk dijadikan pupuk. Pamitnya sekitar pukul 13.30,” imbuh Subagia.


Most Read

Artikel Terbaru

/