28.7 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Baru Bebas Sudah Maling Lagi, Residivis Dibekuk untuk Ketiga Kalinya

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kata Kapok seakan tak ada di kamus seorang residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial BO. Meski sudah dua kali pernah dikurung dalam jeruji besi, pria ini tetap nekat kembali mencuri di Parkiran Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Bahkan, ia beraksi hanya beberapa hari setelah bebas dari penjara.

 

Kabid Humas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto didampingi Kasubdit 3 Ditreskrimum AKBP Endang Tri Purwanto menerangkan aksi BO bermula ketika keluar dari Lapas Kerobokan, Kuta Utara Badung, pada Rabu (17/8). “Yang bersangkutan mendapat remisi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” tutur Bayu dalam rilis pers di Mapolda Bali, Senin (29/8).

 

Pria asal Lumajang, Jawa Timur ini keluar dengan membawa uang Rp 700 ribu. Dana tersebut ia gunakan untu membeli handphone seharga Rp 500 ribu agar bisa berkomunikasi. Sisanya dipakai untuk membeli kuota internet dan makanan sehari-hari. Singkat cerita, uang miliknya habis. Sehingga BO berniat menjual Hp tersebut dengan mempromosikan melalui marketplace Facebook.

 

Lalu, pada Kamis (25/8), ada yang menghubungi pelaku untuk membeli Hp miliknya dengan harga Rp 500 ribu. Mereka sepakat melakukan cash on delivery (COD) di Jalan Mahendradatta Denpasar Barat. Tetapi BO mengaku sudah tak punya uang untuk transport, dan akhirnya dibayari menyewa ojek online oleh calon pembeli.

 

Ia pun berangkat dari kosnya di Jalan Badak II A, Panjer, Denpasar Selatan. Apes setelah bertemu, Hp pelaku tak jadi dibeli. Bahkan malah mendapat komplain soal kondisi ponsel miliknya. Alhasil BO pulang dengan tangan hampa. “Tersangka terpaksa berjalan kaki menuju kos karena tak ada ongkos lagi,” tambahnya.

 

Dalam perjalanan itulah dia melewati Lapangan Puputan Badung. Tepat di parkiran sebelah selatan, depan Kantor Pertamina Denpasar, pria ini mendapati sepeda motor Yamaha Nmax warna hitam yang kuncinya nyantol. Seketika jiwa maling ini kambuh. BO langsung memantau situasi. Ketika dirasa sepi, motor tersebut segera dibawa kabur beserta helmnya. Motor curian ini dikendarai menuju sebuah lapangan di Legian Kuta.

 

Di sana, maling ini membuka jok motor yang ternyata berisi dompet dan surat-surat. Dalam dompet juga terdapat uang tunai Rp 70 ribu. Kemudian BO melepas beberapa stiker sepeda motor tersebut, lalu menghubungi temannya berinisial MS. Ternyata MS ini adalah teman tersangka semasa di Lapas Kerobokan. MS sempat memesan sebuah motor jika sudah bebas, sehingga BO menjualnya ke orang itu. Mereka mensepakati harga sebesar Rp 7 juta.

 

Namun motor tidak langsung diambil, melainkan didiamkan dahulu di sana. BO pun memesan ojek online untuk pulang dan membuang dompet korban. Barulah kemudian MS kembali memanggil tersangka dan memberitahu agar COD di Jalan Sedao Malam. “Tersangka pesan ojol lagi untuk ambil motor baru kemudian COD,” tandasnya.

 

Setibanya di tempat COD, ada dua orang yang mengaku sebagai anak buah MS mengambil motor dan menyerahkan uang. Sementara BO memesan ojol lagi untuk pulang. Perbuatan pelaku membuat pemilik motor bernama Komang Bayu S mengalami kerugian Rp 31 juta, dan segera melapor polisi. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali melakukan penyelidikan dan dengan mudah menghimpun informasi terkait identitas pelaku yang berulangkali masuk bui.

 

Akhirnya pada Kamis (26/8), BO dapat diringkus di rumahnya. Saat diinterogasi, ia mengaku hasil curian digunakan untuk membeli HO, membayar sewa kos, beli pakaian, beli tas compact dan beemain judi slot, hingga hanya terseisa Rp 2,25 juta. Atas perbuatannya, BO disangkakan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, terancam pidana penjara paling lama lima tahun.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kata Kapok seakan tak ada di kamus seorang residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial BO. Meski sudah dua kali pernah dikurung dalam jeruji besi, pria ini tetap nekat kembali mencuri di Parkiran Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Bahkan, ia beraksi hanya beberapa hari setelah bebas dari penjara.

 

Kabid Humas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto didampingi Kasubdit 3 Ditreskrimum AKBP Endang Tri Purwanto menerangkan aksi BO bermula ketika keluar dari Lapas Kerobokan, Kuta Utara Badung, pada Rabu (17/8). “Yang bersangkutan mendapat remisi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” tutur Bayu dalam rilis pers di Mapolda Bali, Senin (29/8).

 

Pria asal Lumajang, Jawa Timur ini keluar dengan membawa uang Rp 700 ribu. Dana tersebut ia gunakan untu membeli handphone seharga Rp 500 ribu agar bisa berkomunikasi. Sisanya dipakai untuk membeli kuota internet dan makanan sehari-hari. Singkat cerita, uang miliknya habis. Sehingga BO berniat menjual Hp tersebut dengan mempromosikan melalui marketplace Facebook.

 

Lalu, pada Kamis (25/8), ada yang menghubungi pelaku untuk membeli Hp miliknya dengan harga Rp 500 ribu. Mereka sepakat melakukan cash on delivery (COD) di Jalan Mahendradatta Denpasar Barat. Tetapi BO mengaku sudah tak punya uang untuk transport, dan akhirnya dibayari menyewa ojek online oleh calon pembeli.

 

Ia pun berangkat dari kosnya di Jalan Badak II A, Panjer, Denpasar Selatan. Apes setelah bertemu, Hp pelaku tak jadi dibeli. Bahkan malah mendapat komplain soal kondisi ponsel miliknya. Alhasil BO pulang dengan tangan hampa. “Tersangka terpaksa berjalan kaki menuju kos karena tak ada ongkos lagi,” tambahnya.

 

Dalam perjalanan itulah dia melewati Lapangan Puputan Badung. Tepat di parkiran sebelah selatan, depan Kantor Pertamina Denpasar, pria ini mendapati sepeda motor Yamaha Nmax warna hitam yang kuncinya nyantol. Seketika jiwa maling ini kambuh. BO langsung memantau situasi. Ketika dirasa sepi, motor tersebut segera dibawa kabur beserta helmnya. Motor curian ini dikendarai menuju sebuah lapangan di Legian Kuta.

 

Di sana, maling ini membuka jok motor yang ternyata berisi dompet dan surat-surat. Dalam dompet juga terdapat uang tunai Rp 70 ribu. Kemudian BO melepas beberapa stiker sepeda motor tersebut, lalu menghubungi temannya berinisial MS. Ternyata MS ini adalah teman tersangka semasa di Lapas Kerobokan. MS sempat memesan sebuah motor jika sudah bebas, sehingga BO menjualnya ke orang itu. Mereka mensepakati harga sebesar Rp 7 juta.

 

Namun motor tidak langsung diambil, melainkan didiamkan dahulu di sana. BO pun memesan ojek online untuk pulang dan membuang dompet korban. Barulah kemudian MS kembali memanggil tersangka dan memberitahu agar COD di Jalan Sedao Malam. “Tersangka pesan ojol lagi untuk ambil motor baru kemudian COD,” tandasnya.

 

Setibanya di tempat COD, ada dua orang yang mengaku sebagai anak buah MS mengambil motor dan menyerahkan uang. Sementara BO memesan ojol lagi untuk pulang. Perbuatan pelaku membuat pemilik motor bernama Komang Bayu S mengalami kerugian Rp 31 juta, dan segera melapor polisi. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali melakukan penyelidikan dan dengan mudah menghimpun informasi terkait identitas pelaku yang berulangkali masuk bui.

 

Akhirnya pada Kamis (26/8), BO dapat diringkus di rumahnya. Saat diinterogasi, ia mengaku hasil curian digunakan untuk membeli HO, membayar sewa kos, beli pakaian, beli tas compact dan beemain judi slot, hingga hanya terseisa Rp 2,25 juta. Atas perbuatannya, BO disangkakan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, terancam pidana penjara paling lama lima tahun.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru