27.6 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

3 Jam Penerbangan Vietnam-Bali, Bule Inggris Bawa Heroin Dalam Anus

DENPASAR, BALI EXPRESS – Aksi warga negara asing asal Inggris berinisial JEF untuk membawa narkoba jenis heroin ke Bali berhasil digagalkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali bersama Bea Cukai Ngurah Rai. Meski barang haram itu dimasukkan ke dalam anus, tapi tetap terbongkar saat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Badung. Kasus ini dibeberkan dalam rilis pers BNNP Bali, Kamis (29/9).

Kepala BNNP Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra memimpin kegiatan itu didampingi Kabid Pemberantasan Putu Agus Arjaya. Turut Hadir Kepala Bea Cukai Ngurah Rai, Mira Puspita Dewi.

Sugianyar menjelaskan pengungkapan perkara ini berawal dari profiling yang dilakukan petugas Bea Cukai terhadap penumpang yang gerak-geriknya mencurigakan di Terminal Kedatangan, Bandara Ngurah Rai pada Selasa (6/9) sekitar pukul 00.06.

“Penumpang yang merupakan WNA ini terbang dari Hocimin Vietnam langsung ke Bali, sekitar tiga jam penerbangan,” tutur mantan Kabid Humas Polda Bali itu.

Tampak bule tersebut berjalan sempoyongan seolah-olah dalam pengaruh obat. Sehingga, petugas memeriksa warga asing yang mengaku berinisial JEF itu. Namun, saat diperiksa barang bawaannya, tidak ditemukan benda yang berkaitan dengan narkotika. Meski begitu, pihak Bea Cukai tidak ingin kecolongan dan bekerjasama dengan BNNP Bali untuk melakukan pemeriksaan fisik atau searching body.

Baca Juga :  Padukan Aliran Musik, Bupati Giri Prasta Gelorakan Persatuan

Anehnya, bule yang juga berkebangsaan Australia alias kewarganegaraan ganda ini menolak. Hal itu semakin menambah kecurigaan petugas. Akhirnya setelah diberikan penjelasan, pelaku bersedia diperiksa dari seluruh badan hingga lubang-lubang di tubuh seperti dubur. Hingga ditemukanlah benda asing bersarang di anusnya tersebut. “Kelihatan benda yang sudah keluar, karena ada batasan waktu barang ini ada di tubuh mungkin agak keluar sedikit,” tambahnya.

Kemudian, aparat berusaha mengeluarkan benda itu, yang ternyata sebuah gumpalan berupa kondom warna oranye. Dalam kondom terdapat balon warna biru. Balon inilah yang dipakai membungkus plastik klip bening berisi metamfetamina atau sabu seberat 0,34 gram.

Bukan hanya itu, di tengah bungkusan sabu, ditemukan lagi barang diduga narkotika. Petugas pun melaksanakan pengecekan di laboratorium dan diketahui sebagai heroin dengan berat bersih 8,09 gram.

Agar tidak ada yang tertinggal, BNNP Bali dan Bea Cukai Ngurah Rai membawa pria berusia 52 tahun itu ke rumah sakit untuk dilakukan rontgen secara menyeluruh pada tubuhnya. Guna memastikan tidak ada lagi benda terlarang yang tertelan atau dimasukan oleh pelaku. Karena jika dibiarkan, bisa mengancam nyawa. Tetapi, hasilnya tidak ditemukan benda asing lagi.

Baca Juga :  Koster: Efek Gencarnya Pemeriksaan, Transmisi Lokal Meningkat

Selanjutnya, pelaku dibawa ke Kantor BNNP Bali untuk didalami keterlibatannya dengan jaringan narkoba. Keterangan sementara dari pelaku, diakui modusnya memasukkan narkoba secara anal sebelum keberangkatan dari Vietnam.

Lebih lanjut, bule paro baya ini tinggal di Bali sudah satu tahun. Selama setahun, pria yang berprofesi sebagai instruktur diving ini sudah tiga kali melakukan penerbangan dari Vietnam ke Bali. “Perannya dia masih kami dalami, disinyalir tiga kali penerbangan dari Vietnam itu berkaitan dengan narkotika, namun dugaan tersebut tentu perlu pemeriksaan lagi,” tandas mantan Kepala BNNP Nusa Tenggara Barat itu.

Saat ini, kasus tersebut sudah memasuki tahap penyidikan oleh Bidang Pemberantasan BNNP Bali, dan bule itu ditetapkan sebagai tersangka. Sementara setelah kasusnya dirilis, barang bukti tersebut dimusnahkan menggunakan mesin pembakaran incenerator khusus, agar asap yang keluar tak lagi mengandung narkotika.

Atas perbuatannya, JEF disangkakan Pasal 113 ayat 2 atau Pasal 112 Ayat 2 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Aksi warga negara asing asal Inggris berinisial JEF untuk membawa narkoba jenis heroin ke Bali berhasil digagalkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali bersama Bea Cukai Ngurah Rai. Meski barang haram itu dimasukkan ke dalam anus, tapi tetap terbongkar saat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Badung. Kasus ini dibeberkan dalam rilis pers BNNP Bali, Kamis (29/9).

Kepala BNNP Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra memimpin kegiatan itu didampingi Kabid Pemberantasan Putu Agus Arjaya. Turut Hadir Kepala Bea Cukai Ngurah Rai, Mira Puspita Dewi.

Sugianyar menjelaskan pengungkapan perkara ini berawal dari profiling yang dilakukan petugas Bea Cukai terhadap penumpang yang gerak-geriknya mencurigakan di Terminal Kedatangan, Bandara Ngurah Rai pada Selasa (6/9) sekitar pukul 00.06.

“Penumpang yang merupakan WNA ini terbang dari Hocimin Vietnam langsung ke Bali, sekitar tiga jam penerbangan,” tutur mantan Kabid Humas Polda Bali itu.

Tampak bule tersebut berjalan sempoyongan seolah-olah dalam pengaruh obat. Sehingga, petugas memeriksa warga asing yang mengaku berinisial JEF itu. Namun, saat diperiksa barang bawaannya, tidak ditemukan benda yang berkaitan dengan narkotika. Meski begitu, pihak Bea Cukai tidak ingin kecolongan dan bekerjasama dengan BNNP Bali untuk melakukan pemeriksaan fisik atau searching body.

Baca Juga :  Kiriman Kokain Terendus K-9, Bule New Zealand Dibekuk

Anehnya, bule yang juga berkebangsaan Australia alias kewarganegaraan ganda ini menolak. Hal itu semakin menambah kecurigaan petugas. Akhirnya setelah diberikan penjelasan, pelaku bersedia diperiksa dari seluruh badan hingga lubang-lubang di tubuh seperti dubur. Hingga ditemukanlah benda asing bersarang di anusnya tersebut. “Kelihatan benda yang sudah keluar, karena ada batasan waktu barang ini ada di tubuh mungkin agak keluar sedikit,” tambahnya.

Kemudian, aparat berusaha mengeluarkan benda itu, yang ternyata sebuah gumpalan berupa kondom warna oranye. Dalam kondom terdapat balon warna biru. Balon inilah yang dipakai membungkus plastik klip bening berisi metamfetamina atau sabu seberat 0,34 gram.

Bukan hanya itu, di tengah bungkusan sabu, ditemukan lagi barang diduga narkotika. Petugas pun melaksanakan pengecekan di laboratorium dan diketahui sebagai heroin dengan berat bersih 8,09 gram.

Agar tidak ada yang tertinggal, BNNP Bali dan Bea Cukai Ngurah Rai membawa pria berusia 52 tahun itu ke rumah sakit untuk dilakukan rontgen secara menyeluruh pada tubuhnya. Guna memastikan tidak ada lagi benda terlarang yang tertelan atau dimasukan oleh pelaku. Karena jika dibiarkan, bisa mengancam nyawa. Tetapi, hasilnya tidak ditemukan benda asing lagi.

Baca Juga :  Sengketa Lahan Unud VS Warga, Mantan Rektor Prof. I Made Bakta Jadi Tersangka

Selanjutnya, pelaku dibawa ke Kantor BNNP Bali untuk didalami keterlibatannya dengan jaringan narkoba. Keterangan sementara dari pelaku, diakui modusnya memasukkan narkoba secara anal sebelum keberangkatan dari Vietnam.

Lebih lanjut, bule paro baya ini tinggal di Bali sudah satu tahun. Selama setahun, pria yang berprofesi sebagai instruktur diving ini sudah tiga kali melakukan penerbangan dari Vietnam ke Bali. “Perannya dia masih kami dalami, disinyalir tiga kali penerbangan dari Vietnam itu berkaitan dengan narkotika, namun dugaan tersebut tentu perlu pemeriksaan lagi,” tandas mantan Kepala BNNP Nusa Tenggara Barat itu.

Saat ini, kasus tersebut sudah memasuki tahap penyidikan oleh Bidang Pemberantasan BNNP Bali, dan bule itu ditetapkan sebagai tersangka. Sementara setelah kasusnya dirilis, barang bukti tersebut dimusnahkan menggunakan mesin pembakaran incenerator khusus, agar asap yang keluar tak lagi mengandung narkotika.

Atas perbuatannya, JEF disangkakan Pasal 113 ayat 2 atau Pasal 112 Ayat 2 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/