26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Dugaan Korupsi BUMDes Besan Tunggu Jadwal Sidang

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS — Kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana BUMDes Kertha Jaya, Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung, yang menyeret bendahara BUMDes Komang Nindya Satnata, tinggal menunggu penetapan sidang. Berkas perkaranya sudah dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Klungkung ke PN Tipikor Denpasar, Rabu (28/9).

Kejari Klungkung sudah menyiapkan tiga jaksa untuk mengawal kasus ini. Yakni jaksa Putu Iskadi Kekeran, Made Dhama, serta Agus Parta.

Kasi Intel Kejari Klungkung Erfandy Kurnia Rachman mengatakan, terdakwa Komang Nindya dititipkan di Rutan Polsek Dawan, Klungkung, selama 20 hari sejak pelimpahan dari penyidik ke KPU pada Kamis (22/9) lalu. Terdakwa juga akan didampingi penasihat hukum Wayan Suniata.

Baca Juga :  Togar Cium Aroma Politik dalam Status Tersangka Sudikerta

“Jadi untuk jadwal sidang kami masih menunggu penetapan jadwal sidang dari Tipikor,” kata Erfandy melalui pesan singkat, Rabu (28/9).

Dari serangkaian pemeriksaan, terdakwa disebut tidak menyetorkan dana pembayaran debitur dan tidak menyetorkan uang hasil usaha Toko BUMDes Kertha Jaya. Sehingga ada dugaan penyelewengan dana BUMDes Besan hingga sekitar Rp 662 juta.

Modusnya dengan membuat kredit fiktif simpan pinjam BUMDes. “Uang itu digunakannya untuk kepentingan pribadi,” sebutnya.

Kasus ini mulai diselidiki Kejari Klungkung pada September 2021 lalu atas laporan masyarakat setempat. Kejari Klungkung kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil sedikitnya 15 orang. Penyidikan kemudian mulai dilakukan pada Oktober 2021.

Nindia terancam dijerat Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Baca Juga :  Waspada! Marak Mafia Tanah di Bali

 






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS — Kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana BUMDes Kertha Jaya, Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung, yang menyeret bendahara BUMDes Komang Nindya Satnata, tinggal menunggu penetapan sidang. Berkas perkaranya sudah dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Klungkung ke PN Tipikor Denpasar, Rabu (28/9).

Kejari Klungkung sudah menyiapkan tiga jaksa untuk mengawal kasus ini. Yakni jaksa Putu Iskadi Kekeran, Made Dhama, serta Agus Parta.

Kasi Intel Kejari Klungkung Erfandy Kurnia Rachman mengatakan, terdakwa Komang Nindya dititipkan di Rutan Polsek Dawan, Klungkung, selama 20 hari sejak pelimpahan dari penyidik ke KPU pada Kamis (22/9) lalu. Terdakwa juga akan didampingi penasihat hukum Wayan Suniata.

Baca Juga :  Curi HP di Kos, Dua Residivis Pencurian Dibekuk Polisi

“Jadi untuk jadwal sidang kami masih menunggu penetapan jadwal sidang dari Tipikor,” kata Erfandy melalui pesan singkat, Rabu (28/9).

Dari serangkaian pemeriksaan, terdakwa disebut tidak menyetorkan dana pembayaran debitur dan tidak menyetorkan uang hasil usaha Toko BUMDes Kertha Jaya. Sehingga ada dugaan penyelewengan dana BUMDes Besan hingga sekitar Rp 662 juta.

Modusnya dengan membuat kredit fiktif simpan pinjam BUMDes. “Uang itu digunakannya untuk kepentingan pribadi,” sebutnya.

Kasus ini mulai diselidiki Kejari Klungkung pada September 2021 lalu atas laporan masyarakat setempat. Kejari Klungkung kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil sedikitnya 15 orang. Penyidikan kemudian mulai dilakukan pada Oktober 2021.

Nindia terancam dijerat Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Baca Juga :  Bagus Suryadana Dilantik Jadi PAW Sugiasa

 






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

Most Read

Artikel Terbaru