28.7 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Tiga Pengedar Ganja Jaringan Medan Diringkus

DENPASAR, BALI EXPRESS – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil menangkap tiga orang yang diduga terlibat peredaran gelap narkoba jenis ganja. Ketiganya berinisial PS, AT dan RZ yang merupakan jaringan Medan Sumatera Utara.

Kepala BNNP Bali Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra didampingi Kabid Pemberantasan Putu Agus Arjaya menjelaskan, para pelaku ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda-beda. Pengungkapan jaringan ini bermula dari informasi masyarakat bahwa kerap ada transaksi narkoba di Jalan Jayagiri, Desa Sumerta Kauh, Denpasar Timur.

“Berdasarkan hasil pemetaan tim intelejen kami, disinyalir ada pengiriman melalui perusahaan jasa titipan atau perusahaan kargo dari Medan menuju Bali,” ujar Sugianyar, dalam rilis pers di Kantor BNNP Bali, Jalan Kamboja, Denpasar, Kamis (29/9).

Petugas selanjutnya melakukan penelusuran ke lokasi yang dimaksud. Di tempat itu, terlihat PS yang mengambil paket kiriman pada 15 Agustus 2022. Tanpa buang waktu, petugas menangkap pria berusia 30 tahun itu. Ketika digeledah, paket tersebut berisi ganja seberat 447,03 gram netto. Saat diinterogasi, pelaku mengaku barang haram itu dibeli secara patungan bersama temannya AT.

Baca Juga :  Viral di Medsos, Dinas Sosial Gianyar Kunjungi Warga Miskin di Mas

Selanjutnya Tim Pemberantasan BNNP Bali menyelidiki keberadaan AT. Akhirnya, pria berusia 32 tahun itu dapat diamankan di tempat tinggalnya, kawasan Banjar Kutuh Kelod, Desa Petulu, Ubud, Gianyar, pada hari yang sama. Dalam penggeledahan di rumah itu, aparat menemukan barang bukti ganja seberat 14,6 gram.

“Ganja ini banyak digunakan oleh kalangan atau kelompok anak muda, kami duga banyak diedarkan di daerah daerah yang agak dingin juga di Ubud,” tambahnya.

Kemudian, BNNP Bali mendalami keterlibatan mereka terhadap jaringan narkoba. Ternyata dihimpun informasi, ada lagi pengedar yang juga bagian dari jaringan Medan ini.

Petugas melakukan pemetaan, hingga menemukan seorang pria berinisial RZ di Jalan Toyaning, Desa Kedonganan, Kuta, Badung pada 16 Agustus 2022. Saat itu, RZ kedapatan membawa ganja, diduga hendak diedarkan.

Baca Juga :  15 Kader PDIP Kibarkan Bendera Merah Putih di HUT RI ke-77

Petugas langsung menangkapnya dan melakukan pengembangan ke tempat tinggal pelaku di Jalan Uluwatu, Kedonganan. Di sana ditemukan lagi barang bukti ganja, mulai dari di dalam lemari, dalam kulkas dan di atas meja TV.

Total ganja yang diamankan dari tangan pria berusia 23 tahun itu seberat 529,98 gram. Dari pemeriksaan yang dilakukan, diakui pelaku menerima kiriman narkoba dari Medan. “Jadi, dari jaringan Medan-Denpasar ini kami dapat mengamankan ganja kurang lebih 1 kilogram,” tandas mantan Kabid Humas Polda Bali itu.

Atas perbuatannya, ketiga pengedar itu disangkakan Pasal 111 Ayat 1 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal empat tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil menangkap tiga orang yang diduga terlibat peredaran gelap narkoba jenis ganja. Ketiganya berinisial PS, AT dan RZ yang merupakan jaringan Medan Sumatera Utara.

Kepala BNNP Bali Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra didampingi Kabid Pemberantasan Putu Agus Arjaya menjelaskan, para pelaku ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda-beda. Pengungkapan jaringan ini bermula dari informasi masyarakat bahwa kerap ada transaksi narkoba di Jalan Jayagiri, Desa Sumerta Kauh, Denpasar Timur.

“Berdasarkan hasil pemetaan tim intelejen kami, disinyalir ada pengiriman melalui perusahaan jasa titipan atau perusahaan kargo dari Medan menuju Bali,” ujar Sugianyar, dalam rilis pers di Kantor BNNP Bali, Jalan Kamboja, Denpasar, Kamis (29/9).

Petugas selanjutnya melakukan penelusuran ke lokasi yang dimaksud. Di tempat itu, terlihat PS yang mengambil paket kiriman pada 15 Agustus 2022. Tanpa buang waktu, petugas menangkap pria berusia 30 tahun itu. Ketika digeledah, paket tersebut berisi ganja seberat 447,03 gram netto. Saat diinterogasi, pelaku mengaku barang haram itu dibeli secara patungan bersama temannya AT.

Baca Juga :  Konsumsi Narkoba di Hotel, Husaini Diringkus Polisi

Selanjutnya Tim Pemberantasan BNNP Bali menyelidiki keberadaan AT. Akhirnya, pria berusia 32 tahun itu dapat diamankan di tempat tinggalnya, kawasan Banjar Kutuh Kelod, Desa Petulu, Ubud, Gianyar, pada hari yang sama. Dalam penggeledahan di rumah itu, aparat menemukan barang bukti ganja seberat 14,6 gram.

“Ganja ini banyak digunakan oleh kalangan atau kelompok anak muda, kami duga banyak diedarkan di daerah daerah yang agak dingin juga di Ubud,” tambahnya.

Kemudian, BNNP Bali mendalami keterlibatan mereka terhadap jaringan narkoba. Ternyata dihimpun informasi, ada lagi pengedar yang juga bagian dari jaringan Medan ini.

Petugas melakukan pemetaan, hingga menemukan seorang pria berinisial RZ di Jalan Toyaning, Desa Kedonganan, Kuta, Badung pada 16 Agustus 2022. Saat itu, RZ kedapatan membawa ganja, diduga hendak diedarkan.

Baca Juga :  Ambil Paketan 514 Gram SS, Gung Rai Dituntut 17 Tahun

Petugas langsung menangkapnya dan melakukan pengembangan ke tempat tinggal pelaku di Jalan Uluwatu, Kedonganan. Di sana ditemukan lagi barang bukti ganja, mulai dari di dalam lemari, dalam kulkas dan di atas meja TV.

Total ganja yang diamankan dari tangan pria berusia 23 tahun itu seberat 529,98 gram. Dari pemeriksaan yang dilakukan, diakui pelaku menerima kiriman narkoba dari Medan. “Jadi, dari jaringan Medan-Denpasar ini kami dapat mengamankan ganja kurang lebih 1 kilogram,” tandas mantan Kabid Humas Polda Bali itu.

Atas perbuatannya, ketiga pengedar itu disangkakan Pasal 111 Ayat 1 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal empat tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/