24.8 C
Denpasar
Monday, November 28, 2022

Soal Tenaga Kerja Asing Ilegal, Parta Minta Imigrasi “Bersih-bersih”

BALI EXPRESS, DENPASAR – Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta memanggil, Satpol PP dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi, di DPRD Bali. Hadir juga pada kesempatan tersebut, para pengawas tenaga kerja di Bali. Pemanggilan ini terkait dengan dugaan parktik mafia Tiongkok yang menjual Bali murahan.

Dalam rapat tersebut, ada beberapa hal menarik yang terungkap. Salah satunya, sebagaimana dilontarkan oleh seorang pengawas tenaga kerja, yang membeberkan ‘kedekatan’  beberapa oknum pejabat Imigrasi dengan para pemilik toko yang diduga masuk jaringan mafia Tiongkok. Bahkan ada dugaan kuat, ada oknum di Imigrasi yang ikut bermain dengan para pemilik toko. 

Mencermati hal ini, kepada wartawan usai rapat tersebut, Nyoman Parta mengatakan, sesungguhnya kunci utama dalam persoalan ini adalah Imigrasi. Sebab, Imigrasi yang tahu persis data warga negara asing (WNA) yang datang ke Bali, termasuk tujuannya. 

Baca Juga :  Cuma 3 Jam, 1.701 Kg Sampah Plastik Ditukar di Banjar Tengkulak Kaja

“Setelah pembahasan ini, kunci masalah ini ada di Imigrasi. Imigrasi yang tahu, mereka datang untuk apa. Imigrasi yang tahu kalau dia berlama-lama di Bali. Jika ada yang melanggar, Imigrasi yang seharusnya menindak tegas,” tegas Nyoman Parta.

Caleg DPR RI dapil Bali dari PDIP ini mengatakan, sesungguhnya pihak yang paling bertanggung jawab terkait keberadaan orang asing di Bali adalah pihak Imigrasi. “Kalau ingin tertibkan tenaga kerja asing, semua bermuara pada Imigrasi. Kuncinya jelas sekali kok, Imigrasi,” kata politisi asal Guwang, Gianyar ini.

Bagi Parta mesti ada bersih – bersih di Imigrasi. Bahkan diharapkan agar dimutasi ke daerah lain, bagi penjabat yang sudah lama di Imigrasi untuk wilayah Bali.

Baca Juga :  Polisi Dibacok, Polda Bali Obok –Obok Warung Penjual Miras

Dalam rapat pada kesempatan tersebut juga terungkap, bahwa sudah sekitar 600 orang tenaga kerja asing yang meninggalkan Bali sejak kasus permainan mafia Tiongkok ini mencuat. Sayangnya, tidak ada laporan apa pun dari Imigrasi terkait para tenaga kerja asing tersebut. 

“Yang sudah pulang lebih dari 600 orang. Mereka bekerja di travel, toko, guide, dan lainnya. Mereka pulang setelah kasus ini mencuat,” beber  Parta. 


BALI EXPRESS, DENPASAR – Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta memanggil, Satpol PP dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi, di DPRD Bali. Hadir juga pada kesempatan tersebut, para pengawas tenaga kerja di Bali. Pemanggilan ini terkait dengan dugaan parktik mafia Tiongkok yang menjual Bali murahan.

Dalam rapat tersebut, ada beberapa hal menarik yang terungkap. Salah satunya, sebagaimana dilontarkan oleh seorang pengawas tenaga kerja, yang membeberkan ‘kedekatan’  beberapa oknum pejabat Imigrasi dengan para pemilik toko yang diduga masuk jaringan mafia Tiongkok. Bahkan ada dugaan kuat, ada oknum di Imigrasi yang ikut bermain dengan para pemilik toko. 

Mencermati hal ini, kepada wartawan usai rapat tersebut, Nyoman Parta mengatakan, sesungguhnya kunci utama dalam persoalan ini adalah Imigrasi. Sebab, Imigrasi yang tahu persis data warga negara asing (WNA) yang datang ke Bali, termasuk tujuannya. 

Baca Juga :  Ditinggal Kondangan, Rumah Warga Bongan Disatroni Maling

“Setelah pembahasan ini, kunci masalah ini ada di Imigrasi. Imigrasi yang tahu, mereka datang untuk apa. Imigrasi yang tahu kalau dia berlama-lama di Bali. Jika ada yang melanggar, Imigrasi yang seharusnya menindak tegas,” tegas Nyoman Parta.

Caleg DPR RI dapil Bali dari PDIP ini mengatakan, sesungguhnya pihak yang paling bertanggung jawab terkait keberadaan orang asing di Bali adalah pihak Imigrasi. “Kalau ingin tertibkan tenaga kerja asing, semua bermuara pada Imigrasi. Kuncinya jelas sekali kok, Imigrasi,” kata politisi asal Guwang, Gianyar ini.

Bagi Parta mesti ada bersih – bersih di Imigrasi. Bahkan diharapkan agar dimutasi ke daerah lain, bagi penjabat yang sudah lama di Imigrasi untuk wilayah Bali.

Baca Juga :  Jambret Beraksi di Bypass Mantra, Perintahkan Tembak di Tempat

Dalam rapat pada kesempatan tersebut juga terungkap, bahwa sudah sekitar 600 orang tenaga kerja asing yang meninggalkan Bali sejak kasus permainan mafia Tiongkok ini mencuat. Sayangnya, tidak ada laporan apa pun dari Imigrasi terkait para tenaga kerja asing tersebut. 

“Yang sudah pulang lebih dari 600 orang. Mereka bekerja di travel, toko, guide, dan lainnya. Mereka pulang setelah kasus ini mencuat,” beber  Parta. 


Most Read

Artikel Terbaru

/