alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Bawaslu Gianyar Sosialisasikan Pentingnya Pengawasan Partisipatif

GIANYAR, BALI EXPRESS – Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gianyar memberikan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif kepada sejumlah kalangan masyarakat, di Hotel Gianyar, Selasa (26/10).

 

Kegiatan tersebut dibuka langsung Oleh ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar I Wayan Hartawan serta turut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Bali, I Wayan Widyardana Putra dan Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Made Suniari Siartikawati, serta Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Budi Mahendra.

 

Ditemui usai kegiatan, Ketua Bawaslu Gianyar I Wayan Hartawan mengatakan bahwa Bawaslu sebagai Badan Pengawas memiliki tugas mengenalkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam pengawasan partisipatif. “Pentingnya membangun pengawasan partisipatif karena luasnya wilayah yang diawasi membutuhkan partisipasi masyarakat untuk jadi pengawas partisipatif serta jumlah sumber daya manusia dalam kelembagaan bawaslu sangat kurang jika harus mengawasi seluruh daerah secara bersamaan,” paparnya.

 

Selain itu, salah satu misi Bawaslu adalah sebagai lembaga Pengawas yang bertujuan mendorong pengawasan partisipatif berbasis masyarakat. “Salah satu misi Badan Pengawas Pemilu adalah mendorong pengawasan partisipatif berbasis masyarakat ,untuk pelibatan masyarakat sebagai perpanjangan tangan Bawaslu dalam hal Pengawasan,” imbuhnya.

 

Sementara itu Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Provinsi Bali, I Wayan Widyardana Putra  menyampaikan betapa pentingnya peranan warga negara dalam pengawasan Pemilu yang dalam hal ini tentu dengan bantuan Bawaslu dibidang pengawasan dan pencegahan. “Bawaslu memiliki fungsi pencegahan diluar pengawasan, yang fungsi tersebut tentunya dilakukan bawaslu dengan memberikan sosialisasi tentang larangan dalam Pemilu kepada masyarakat sebagai bentuk memberikan pendidikan politik,” tegasnya.

 

Disamping hal tersebut pihaknya uga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak hanya menjadi objek politik tetapi harus dapat menjadi subjek politik dalam hajatan Pemilu. “ Perlu diingatkan masyarakat sejatinya adalah sebagai subjek dan Pemilu adalah wujud nayata dari Negara Demokrasi dan Demokrasi itu sendiri sebagai bentuk Kedaulatan Rakyat,” tandasnya.

 

Ditambahkan oleh anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Made Suniari Siartikawati pentingnya sosialisasi Pengawas Partisipatif tersebut guna membekali dan meningkatkan wawasan masyarakat terkait dengan pengawasan Pemilu atau Pemilihan agar terbentuknya basis pengawas pemilu untuk terciptanya Pemilu sesuai dengan asasnya. 

 

“Kami berharap kepada para hadirin dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam mengawasi demokrasi serta dapat bersama menolak dan mencegah praktek politik uang. Saya berharap kepada para hadirin semuanya agar dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dan dapat berperan aktif sebagai aktor pengawas serta bersama kita tolak praktek politik uang yang merupakan akar awal terjadinya korupsi,” tukas Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubal Bawaslu Gianyar tersebut.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gianyar memberikan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif kepada sejumlah kalangan masyarakat, di Hotel Gianyar, Selasa (26/10).

 

Kegiatan tersebut dibuka langsung Oleh ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar I Wayan Hartawan serta turut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Bali, I Wayan Widyardana Putra dan Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Made Suniari Siartikawati, serta Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Budi Mahendra.

 

Ditemui usai kegiatan, Ketua Bawaslu Gianyar I Wayan Hartawan mengatakan bahwa Bawaslu sebagai Badan Pengawas memiliki tugas mengenalkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam pengawasan partisipatif. “Pentingnya membangun pengawasan partisipatif karena luasnya wilayah yang diawasi membutuhkan partisipasi masyarakat untuk jadi pengawas partisipatif serta jumlah sumber daya manusia dalam kelembagaan bawaslu sangat kurang jika harus mengawasi seluruh daerah secara bersamaan,” paparnya.

 

Selain itu, salah satu misi Bawaslu adalah sebagai lembaga Pengawas yang bertujuan mendorong pengawasan partisipatif berbasis masyarakat. “Salah satu misi Badan Pengawas Pemilu adalah mendorong pengawasan partisipatif berbasis masyarakat ,untuk pelibatan masyarakat sebagai perpanjangan tangan Bawaslu dalam hal Pengawasan,” imbuhnya.

 

Sementara itu Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Provinsi Bali, I Wayan Widyardana Putra  menyampaikan betapa pentingnya peranan warga negara dalam pengawasan Pemilu yang dalam hal ini tentu dengan bantuan Bawaslu dibidang pengawasan dan pencegahan. “Bawaslu memiliki fungsi pencegahan diluar pengawasan, yang fungsi tersebut tentunya dilakukan bawaslu dengan memberikan sosialisasi tentang larangan dalam Pemilu kepada masyarakat sebagai bentuk memberikan pendidikan politik,” tegasnya.

 

Disamping hal tersebut pihaknya uga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak hanya menjadi objek politik tetapi harus dapat menjadi subjek politik dalam hajatan Pemilu. “ Perlu diingatkan masyarakat sejatinya adalah sebagai subjek dan Pemilu adalah wujud nayata dari Negara Demokrasi dan Demokrasi itu sendiri sebagai bentuk Kedaulatan Rakyat,” tandasnya.

 

Ditambahkan oleh anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Made Suniari Siartikawati pentingnya sosialisasi Pengawas Partisipatif tersebut guna membekali dan meningkatkan wawasan masyarakat terkait dengan pengawasan Pemilu atau Pemilihan agar terbentuknya basis pengawas pemilu untuk terciptanya Pemilu sesuai dengan asasnya. 

 

“Kami berharap kepada para hadirin dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam mengawasi demokrasi serta dapat bersama menolak dan mencegah praktek politik uang. Saya berharap kepada para hadirin semuanya agar dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dan dapat berperan aktif sebagai aktor pengawas serta bersama kita tolak praktek politik uang yang merupakan akar awal terjadinya korupsi,” tukas Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubal Bawaslu Gianyar tersebut.


Most Read

Artikel Terbaru

/