alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Berlangsung Khidmat, Desa Adat Kesiman Gelar Ngerebong

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tradisi sakral di Desa Adat Kesiman yakni Ngerebong berlangsung khidmat yang digelar di Pura Agung Petilan. Tradisi enam bulan sekali ini jatuh pada Redite Pon Medangsia, Minggu (28/11) diikuti oleh 31 banjar di wilayah Desa Adat Kesiman serta pelawatan Ida Bhatara dari beberapa pura di luar wilayah Kesiman yang memiliki keterkaitan seperti Sanur, Bukit Jimbaran, Pamogan, Bekul serta Tohpati.

 

Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna di sela-sela pelaksanaan mengatakan, konsep Pengerebongan ini adalah dari kata Ngerebu yang berarti suatu pesta oleh raja kepada rakyatnya dengan tatanan yang ada di Desa Kesiman dengan Tata Dewa nya melaksanakan Tata Keraton. Artinya Sang Pencipta dipersonifikasikan seperti tatanan keraton ada raja, patih dan seterusnya.

 

“Ini membaur dalam satu rangkaian kegiatan dan ada Napak Pertiwi penyatuan dari unsur pertiwi dan akasa dengan Ngereh Lemah dengan Ngiterin Bhuana di wantilan Pura Agung Petilan sebagai porosnya,” ucap Ketut Wisna. 

 

Dalam prosesi Ngrebong,  dimulai dengan mengitari wantilan Pura Agung Petilan sebanyak tiga kali. Saat mengitari wantilan inilah kerauhan massal terjadi. Hingga beberapa pemedek yang mengalami kerauhan akan menusukan sebilah keris ke bagian tubuhnya yang dikenal dengan istilah ngurek atau ngunying. 

 

Sementara itu Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa yang hadir dalam upacara, berharap pelaksanaan tradisi Ngerebong di Desa Adat Kesiman Kota Denpasar ini dapat menyeimbangkan alam semesta beserta isinya. Hal ini juga diharapkan dapat terus meningkatkan sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

 

“Pelaksanaan yadnya ini tentu sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Diharapkan upacara Yadnya Ngerebong ini dapat memberikan energi dharma yang dapat memancarkan hal positif bagi jagat Bali serta menetralisir hal- hal negatif melihat berbagai macam situasi yang terjadi dewasa ini demi terciptanya keseimbangan jagat beserta isinya,” ujar Arya Wibawa.

 

Upacara tersebut turut juga dihadiri Gubernur Bali, Wayan Koster, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Warka, Panglingsir Puri Kesiman, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana, serta prajuru Desa Adat Kesiman dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Tradisi sakral di Desa Adat Kesiman yakni Ngerebong berlangsung khidmat yang digelar di Pura Agung Petilan. Tradisi enam bulan sekali ini jatuh pada Redite Pon Medangsia, Minggu (28/11) diikuti oleh 31 banjar di wilayah Desa Adat Kesiman serta pelawatan Ida Bhatara dari beberapa pura di luar wilayah Kesiman yang memiliki keterkaitan seperti Sanur, Bukit Jimbaran, Pamogan, Bekul serta Tohpati.

 

Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna di sela-sela pelaksanaan mengatakan, konsep Pengerebongan ini adalah dari kata Ngerebu yang berarti suatu pesta oleh raja kepada rakyatnya dengan tatanan yang ada di Desa Kesiman dengan Tata Dewa nya melaksanakan Tata Keraton. Artinya Sang Pencipta dipersonifikasikan seperti tatanan keraton ada raja, patih dan seterusnya.

 

“Ini membaur dalam satu rangkaian kegiatan dan ada Napak Pertiwi penyatuan dari unsur pertiwi dan akasa dengan Ngereh Lemah dengan Ngiterin Bhuana di wantilan Pura Agung Petilan sebagai porosnya,” ucap Ketut Wisna. 

 

Dalam prosesi Ngrebong,  dimulai dengan mengitari wantilan Pura Agung Petilan sebanyak tiga kali. Saat mengitari wantilan inilah kerauhan massal terjadi. Hingga beberapa pemedek yang mengalami kerauhan akan menusukan sebilah keris ke bagian tubuhnya yang dikenal dengan istilah ngurek atau ngunying. 

 

Sementara itu Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa yang hadir dalam upacara, berharap pelaksanaan tradisi Ngerebong di Desa Adat Kesiman Kota Denpasar ini dapat menyeimbangkan alam semesta beserta isinya. Hal ini juga diharapkan dapat terus meningkatkan sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

 

“Pelaksanaan yadnya ini tentu sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Diharapkan upacara Yadnya Ngerebong ini dapat memberikan energi dharma yang dapat memancarkan hal positif bagi jagat Bali serta menetralisir hal- hal negatif melihat berbagai macam situasi yang terjadi dewasa ini demi terciptanya keseimbangan jagat beserta isinya,” ujar Arya Wibawa.

 

Upacara tersebut turut juga dihadiri Gubernur Bali, Wayan Koster, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Warka, Panglingsir Puri Kesiman, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana, serta prajuru Desa Adat Kesiman dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.


Most Read

Artikel Terbaru

/