alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Harapan Wisman Masuk Bali Semakin Jauh, Ini Penyebabnya

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ditemukannya varian baru Covid-19 di Afrika, Omicron, berujung pada keputusan pemerintah pusat yang memperpanjang masa karantina untuk wisatawan mancanegara (wisman). Karantina yang awalnya selama tiga hari, kini diperpanjang menjadi tujuh hari. Aturan ini berlaku bagi WNA maupun WNI dari luar negeri.

Aturan tersebut memberlakukan karantina tujuh hari bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara yang masuk daftar pada poin A. Sementara untuk negara-negara yang masuk poin A, karantina dilakukan selama 14 hari. Negara-negara poin A tersebut yakni Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Malawi, Angola, Zambia, dan Hong Kong.

Menanggapi kebijakan tersebut, Wakil Ketua Bali Hotels Association (BHA), Fransiska Handoko menilai, kebijakan pemerintah tersebut bersifat pencegahan untuk menghindari masuknya varian baru ke Indonesia. Pihaknya sangat berharap agar kebijakan tersebut selalu ditinjau sesuai dengan perkembangan Covid-19 dunia. Menurutnya, saat ini mitigasi dan risiko manajemen yang paling penting.

“Permasalahan wisman datang ke Bali bukan hanya faktor karantina saja, akan tetapi masih ada faktor lain yaitu jenis visa dan penerbangan,” katanya saat dihubungi Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (29/11).

Disinggung apakah dengan adanya kebijakan baru ini menyebabkan harapan masyarakat Bali akan kedatangan wisman semakin jauh, pihaknya pun tak menampik. “Sementara ini iya (harapan wisman datang masih jauh), sehingga harapannya dapat disesuaikan kembali berdasarkan risiko manajemen yang terukur. Tidak hanya implementasi tanpa ditinjau secara terus-menerus untuk dilakukan perubahan, tentunya dengan melihat juga apa yang dilakukan negara-negara lain destinasi pariwisata yang lebih dahulu membuka pintu internasional seperti Maldives dan Thailand,” paparnya..

Di sisi lain, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra menyampaikan, dengan diberlakukannya kebijakan ini otomatis tak akan ada wisman yang berkunjung ke Bali. “Tiga hari karantina saja belum ada kunjungan, apalagi yang tujuh hari,” ujar pria yang kerap disapa Gusde Sidharta ini.

Sedangkan Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I, Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Taufan Yudhistira saat diwawancara Senin (29/11) menjelaskan kondisi naik turun kedatangan penumpang. Jumlah kedatangan wisdom pada 22 November sebanyak 8.647 penumpang, 23 November sebanyak 9.378 penumpang, kemudian 24 November naik drastis sebanyak 11.318 penumpang, 25 November sebanyak 12.647 penumpang, 26 November sebanyak 13.661 penumpang, dan kembali turun pada 27 November sebanyak 9.720 penumpang, dan 28 November 9.289 penumpang.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Ditemukannya varian baru Covid-19 di Afrika, Omicron, berujung pada keputusan pemerintah pusat yang memperpanjang masa karantina untuk wisatawan mancanegara (wisman). Karantina yang awalnya selama tiga hari, kini diperpanjang menjadi tujuh hari. Aturan ini berlaku bagi WNA maupun WNI dari luar negeri.

Aturan tersebut memberlakukan karantina tujuh hari bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara yang masuk daftar pada poin A. Sementara untuk negara-negara yang masuk poin A, karantina dilakukan selama 14 hari. Negara-negara poin A tersebut yakni Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Malawi, Angola, Zambia, dan Hong Kong.

Menanggapi kebijakan tersebut, Wakil Ketua Bali Hotels Association (BHA), Fransiska Handoko menilai, kebijakan pemerintah tersebut bersifat pencegahan untuk menghindari masuknya varian baru ke Indonesia. Pihaknya sangat berharap agar kebijakan tersebut selalu ditinjau sesuai dengan perkembangan Covid-19 dunia. Menurutnya, saat ini mitigasi dan risiko manajemen yang paling penting.

“Permasalahan wisman datang ke Bali bukan hanya faktor karantina saja, akan tetapi masih ada faktor lain yaitu jenis visa dan penerbangan,” katanya saat dihubungi Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (29/11).

Disinggung apakah dengan adanya kebijakan baru ini menyebabkan harapan masyarakat Bali akan kedatangan wisman semakin jauh, pihaknya pun tak menampik. “Sementara ini iya (harapan wisman datang masih jauh), sehingga harapannya dapat disesuaikan kembali berdasarkan risiko manajemen yang terukur. Tidak hanya implementasi tanpa ditinjau secara terus-menerus untuk dilakukan perubahan, tentunya dengan melihat juga apa yang dilakukan negara-negara lain destinasi pariwisata yang lebih dahulu membuka pintu internasional seperti Maldives dan Thailand,” paparnya..

Di sisi lain, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra menyampaikan, dengan diberlakukannya kebijakan ini otomatis tak akan ada wisman yang berkunjung ke Bali. “Tiga hari karantina saja belum ada kunjungan, apalagi yang tujuh hari,” ujar pria yang kerap disapa Gusde Sidharta ini.

Sedangkan Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I, Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Taufan Yudhistira saat diwawancara Senin (29/11) menjelaskan kondisi naik turun kedatangan penumpang. Jumlah kedatangan wisdom pada 22 November sebanyak 8.647 penumpang, 23 November sebanyak 9.378 penumpang, kemudian 24 November naik drastis sebanyak 11.318 penumpang, 25 November sebanyak 12.647 penumpang, 26 November sebanyak 13.661 penumpang, dan kembali turun pada 27 November sebanyak 9.720 penumpang, dan 28 November 9.289 penumpang.


Most Read

Artikel Terbaru

/