alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Diduga Karena Tekanan Ekonomi, Satpam Bank Nekat Gantung Diri

TABANAN, BALI EXPRESS – Seorang pria ditemukan gantung diri di sebuah kandang sapi yang berlokasi di  Subak Delod Biaung, Banjar Biaung Kelod, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan, Senin (28/12). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu bermula ketika pada hari Minggu (27/12) sekitar pukul 20.00 Wita, korban I Gusti Made Arta, 42, alamat Banjar Dinas Biaung Kelod, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan berpamitan kepada sang istri Ni Wayan Sumerti, 41, untuk bekerja. 

Kala itu korban yang berprofesi sebagai Satpam Bank BNI di Tabanan itu, sedang mendapatkan tugas jaga malam sekaligus melakukan pengecekan terhadap ATM BNI yang ada di wilayah Kota Tabanan.

Kemudian sekitar pukul 21.00 Wita, korban sempat menelepon sang istri dan mengatakan jika sudah sampai di Kota Tabanan. Berselang sejam kemudian, yakni pukul 22.00 Wita, korban kembali menelepon istrinya dan mengatakan jika posisi korban sedang ada di wilayah Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Setelah itu, korban sempat chatting melalui WhatsApp dan sempat mengatakan jika korban sudah tidak ada (meninggal dunia), istrinya diminta kembali saja ke rumah asalnya di Banjar Celuk, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan. 

Hal itu jelas membuat sang istri khawatir dan sekitar pukul 23.30 Wita istri korban kembali menelepon korban, namun tidak diangkat oleh korban. Sampai akhirnya istrinya terus mencoba menelepon korban setiap satu jam hingga hari Senin (28/12) pukul 01.00 Wita.

Selanjutnya sekitar pukul 09.30 Wita, I Gusti Made Suana, 72, yang juga merupakan warga Banjar Dinas Biaung Kelod berangkat dari rumahnya menuju pondok untuk melihat sapinya di Subak Delod Biaung, Banjar Biaung Kelod, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan. 

Namun, alangkah terkejutnya saksi ketika melihat tubuh korban sudah tergantung pada tiang lambang pondok kandang sapi menggunakan karung plastik yang digiling. Hal tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga korban yang selanjutnya bersama-sama menurunkan tubuh korban yang tergantung.

Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagia membenarkan peristiwa tersebut.  Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, lanjutnya, petugas dari Polsek Penebel langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim medis dari Puskesmas Penebel 1. 

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga disimpulkan korban meninggal dunia akibat gantung diri,” tegasnya saat dikonfirmasi Selasa (29/12).

Sementara itu, mengenai penyebab korban nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, menurut keterangan keluarga korban  karena tekanan ekonomi. “Keluarga korban mengikhlaskan kepergian korban dan tidak melakukan otopsi,” tandasnya. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Seorang pria ditemukan gantung diri di sebuah kandang sapi yang berlokasi di  Subak Delod Biaung, Banjar Biaung Kelod, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan, Senin (28/12). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu bermula ketika pada hari Minggu (27/12) sekitar pukul 20.00 Wita, korban I Gusti Made Arta, 42, alamat Banjar Dinas Biaung Kelod, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan berpamitan kepada sang istri Ni Wayan Sumerti, 41, untuk bekerja. 

Kala itu korban yang berprofesi sebagai Satpam Bank BNI di Tabanan itu, sedang mendapatkan tugas jaga malam sekaligus melakukan pengecekan terhadap ATM BNI yang ada di wilayah Kota Tabanan.

Kemudian sekitar pukul 21.00 Wita, korban sempat menelepon sang istri dan mengatakan jika sudah sampai di Kota Tabanan. Berselang sejam kemudian, yakni pukul 22.00 Wita, korban kembali menelepon istrinya dan mengatakan jika posisi korban sedang ada di wilayah Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Setelah itu, korban sempat chatting melalui WhatsApp dan sempat mengatakan jika korban sudah tidak ada (meninggal dunia), istrinya diminta kembali saja ke rumah asalnya di Banjar Celuk, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan. 

Hal itu jelas membuat sang istri khawatir dan sekitar pukul 23.30 Wita istri korban kembali menelepon korban, namun tidak diangkat oleh korban. Sampai akhirnya istrinya terus mencoba menelepon korban setiap satu jam hingga hari Senin (28/12) pukul 01.00 Wita.

Selanjutnya sekitar pukul 09.30 Wita, I Gusti Made Suana, 72, yang juga merupakan warga Banjar Dinas Biaung Kelod berangkat dari rumahnya menuju pondok untuk melihat sapinya di Subak Delod Biaung, Banjar Biaung Kelod, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan. 

Namun, alangkah terkejutnya saksi ketika melihat tubuh korban sudah tergantung pada tiang lambang pondok kandang sapi menggunakan karung plastik yang digiling. Hal tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga korban yang selanjutnya bersama-sama menurunkan tubuh korban yang tergantung.

Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagia membenarkan peristiwa tersebut.  Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, lanjutnya, petugas dari Polsek Penebel langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim medis dari Puskesmas Penebel 1. 

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga disimpulkan korban meninggal dunia akibat gantung diri,” tegasnya saat dikonfirmasi Selasa (29/12).

Sementara itu, mengenai penyebab korban nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, menurut keterangan keluarga korban  karena tekanan ekonomi. “Keluarga korban mengikhlaskan kepergian korban dan tidak melakukan otopsi,” tandasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/