alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Harapan Adat dan Agama Membaik, Gedung MDA Gianyar Diresmikan

GIANYAR, BALI EXPRESS – Bertepatan dengan Purnama sasih kapitu dilaksanakan pamlaspasan Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Gianyar, Selasa (29/12), dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Kekeran, Griya Kekeran Blahbatuh.

Pamlaspasan sekaligus  peresmian yang  dilakukan Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Dalam kesempatan itu, Bupati Mahayastra, didampingi Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Gianyar, meninjau langsung gedung yang akan digunakan oleh MDA dan Parisada Hindu Dharma Indonesia ( PHDI ) Gianyar tersebut.

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Gianyar Anak Agung Gde Alit Asmara menyampaikan, rerahinan Purnama di akhir tahun 2020 termasuk hari baik digunakan untuk pamlaspasan. 

Hal tersebut juga bertepatan dengan sudah rampungnya pengerjaan pembangunan Kantor MDA yang sudah ditunggu-tunggu. “Kantor ini merupakan kantor pertama yang dibangun untuk kepentingan MDA di kabupaten ,” ucapnya.

Dananya  bersumber dari APBD Kabupaten Gianyar sebesar Rp 3,4 Miliar. “Kedepannya dengan peresmian kantor ini dapat mengoptimalkan kinerja untuk penguatan desa adat, sebagai ruang pelestarian budaya sesuai dengan harapan Bapak Gubernur dan Bapak Bupati,” tegas Agung Asmara.

Lebih lanjut, Ketua PHDI Kabupaten Gianyar Wayan Ardana menjelaskan,  ada dua lembaga yang saling bersinergi akan menempati kantor ini, yakni MDA dan PHDI. Dalam rangka pembinaan umat, kedua lembaga ini harus saling berkoordinasi. 

Dikatakannya, peran yang dijalankan oleh MDA selaku pembina dari desa adat yang ada di Bali, akan dibantu oleh PHDI dalam bidang pembinaan keagamaan. Maka dari itu, kedua lembaga ini saling berkaitan untuk berperan dalam pembinaan umat Hindu Bali.

“Adat dan budaya ranahnya MDA, sedangkan agama ranahnya adalah PHDI. Dengan menjadikan satu kawasan, tentunya sangat memudahkan berkoordinasi untuk pembinaan dan pengawasan terhadap umat ke depannya,” terang Wayan Ardana.  


GIANYAR, BALI EXPRESS – Bertepatan dengan Purnama sasih kapitu dilaksanakan pamlaspasan Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Gianyar, Selasa (29/12), dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Kekeran, Griya Kekeran Blahbatuh.

Pamlaspasan sekaligus  peresmian yang  dilakukan Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Dalam kesempatan itu, Bupati Mahayastra, didampingi Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Gianyar, meninjau langsung gedung yang akan digunakan oleh MDA dan Parisada Hindu Dharma Indonesia ( PHDI ) Gianyar tersebut.

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Gianyar Anak Agung Gde Alit Asmara menyampaikan, rerahinan Purnama di akhir tahun 2020 termasuk hari baik digunakan untuk pamlaspasan. 

Hal tersebut juga bertepatan dengan sudah rampungnya pengerjaan pembangunan Kantor MDA yang sudah ditunggu-tunggu. “Kantor ini merupakan kantor pertama yang dibangun untuk kepentingan MDA di kabupaten ,” ucapnya.

Dananya  bersumber dari APBD Kabupaten Gianyar sebesar Rp 3,4 Miliar. “Kedepannya dengan peresmian kantor ini dapat mengoptimalkan kinerja untuk penguatan desa adat, sebagai ruang pelestarian budaya sesuai dengan harapan Bapak Gubernur dan Bapak Bupati,” tegas Agung Asmara.

Lebih lanjut, Ketua PHDI Kabupaten Gianyar Wayan Ardana menjelaskan,  ada dua lembaga yang saling bersinergi akan menempati kantor ini, yakni MDA dan PHDI. Dalam rangka pembinaan umat, kedua lembaga ini harus saling berkoordinasi. 

Dikatakannya, peran yang dijalankan oleh MDA selaku pembina dari desa adat yang ada di Bali, akan dibantu oleh PHDI dalam bidang pembinaan keagamaan. Maka dari itu, kedua lembaga ini saling berkaitan untuk berperan dalam pembinaan umat Hindu Bali.

“Adat dan budaya ranahnya MDA, sedangkan agama ranahnya adalah PHDI. Dengan menjadikan satu kawasan, tentunya sangat memudahkan berkoordinasi untuk pembinaan dan pengawasan terhadap umat ke depannya,” terang Wayan Ardana.  


Most Read

Artikel Terbaru

/