alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Mengapung Dibungkus Tas di Pantai Camplung, Ternyata Mayat Bayi 

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Warga yang bermukim di seputaran Pantai Camplung, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, dibuat heboh dengan penemuan sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki, Selasa (29/12) siang. Polisi pun tengah memburu pelaku pembuangan bayi malang berbobot 3 kilogram tersebut.

Mayat bayi malang itu pertama kali ditemukan warga setempat bernama Ketut Putra Yasa 50.  Kala itu, pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir ini, dibuat penasaran dengan sebuah tas berwarna orange yang mengambang di laut Pantai Camplung.

Putra Yasa pun langsung mengambil tas tersebut. Alangkah kagetnya, ketika tas tersebut dibuka terdapat sosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki. Atas temuan itu, pihaknya langsung memanggil warga, dan melaporkan temuannya ini kepada pihak kepolisian sektor Kota Singaraja.

Putu Sangging, 47, yang turut mengevakuasi bayi tersebut menceritakan, selain bayi di dalam tas berwarna orange itu, juga ditemukan plastik berwarna biru, ari-ari, serta dua buah celana orang dewasa masing-masing berwarna hitam dan cream.

Dari pengamatannya, ari-ari itu masih menempel darahnya. “Kalau bayinya memang ada luka, mungkin terbentur karang. Kalau di celana karena ada kotoran warna hijau, mungkin kotoran dari bayinya itu. Masih ada tali pusarnya juga. Saat saya angkat bayinya masih lemas, belum kaku. Mungkin waktu kematiannya belum terlalu lama,” jelas warga asal Kelurahan Banyuasri ini.

Mayat bayi tersebut kemudian dievakuasi oleh pihak kepolisian sektor Kota Singaraja, ke ruang jenazah RSUD Buleleng pada pukul 14.00 Wita.

Terkait temuan ini, Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Made Santika mengatakan, telah menerjunkan seluruh anggota Buser untuk melakukan penyelidikan serta memburu pelaku. 

Penyelidikan ini juga melibatkan Dinas Kesehatan Buleleng untuk melakukan tes DNA, serta melibatkan Kepala Lingkungan Kelod untuk mencari tahu siapa-siapa saja warganya yang sebelum kejadian dalam keadaan hamil.

“Kami akan cari siapa-siapa saja warga di sekitar  tempatbkejadian perkara (TKP) yang pernah hamil dan tiba-tiba sudah tidak hamil lagi, dan kemana bayinya. Ini akan kami selidiki. Kejadian ini adalah pembunuhan berencana. Dia sudah punya rencana habis melahirkan, bayi itu kemudian dibungkus dan dibuang. Pasti bisa kena pasal pembunuhan berencana,” tegas Kompol Santika.

Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh bidan di Kelurahan Banyuasri, mayat bayi berjenis kelamin laki-laki itu diperkirakan meninggal sekitar 8 jam sebelum ditemukan. Setelah diukur, bayi malang itu memiliki ukuran panjang sekitar 50 centimeter, berat sekitar 3 kilogram, dan bagian tubuhnya lengkap.

“Beberapa bagian tubuhnya ada ditemukan luka lebam diduga akibat benturan. Di bagian bibirnya juga ada luka diduga akibat benturan. Sementara tali pusarnya sudah terpotong, diduga tanpa tindakan medis karena posisi potongannya halus tetapi miring. Sementara kelahirannya diperkirakan normal atau spontan yang menandakan bayi tersebut lahir sudah cukup umur 9 bulan,”  pungkasnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Warga yang bermukim di seputaran Pantai Camplung, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, dibuat heboh dengan penemuan sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki, Selasa (29/12) siang. Polisi pun tengah memburu pelaku pembuangan bayi malang berbobot 3 kilogram tersebut.

Mayat bayi malang itu pertama kali ditemukan warga setempat bernama Ketut Putra Yasa 50.  Kala itu, pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir ini, dibuat penasaran dengan sebuah tas berwarna orange yang mengambang di laut Pantai Camplung.

Putra Yasa pun langsung mengambil tas tersebut. Alangkah kagetnya, ketika tas tersebut dibuka terdapat sosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki. Atas temuan itu, pihaknya langsung memanggil warga, dan melaporkan temuannya ini kepada pihak kepolisian sektor Kota Singaraja.

Putu Sangging, 47, yang turut mengevakuasi bayi tersebut menceritakan, selain bayi di dalam tas berwarna orange itu, juga ditemukan plastik berwarna biru, ari-ari, serta dua buah celana orang dewasa masing-masing berwarna hitam dan cream.

Dari pengamatannya, ari-ari itu masih menempel darahnya. “Kalau bayinya memang ada luka, mungkin terbentur karang. Kalau di celana karena ada kotoran warna hijau, mungkin kotoran dari bayinya itu. Masih ada tali pusarnya juga. Saat saya angkat bayinya masih lemas, belum kaku. Mungkin waktu kematiannya belum terlalu lama,” jelas warga asal Kelurahan Banyuasri ini.

Mayat bayi tersebut kemudian dievakuasi oleh pihak kepolisian sektor Kota Singaraja, ke ruang jenazah RSUD Buleleng pada pukul 14.00 Wita.

Terkait temuan ini, Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Made Santika mengatakan, telah menerjunkan seluruh anggota Buser untuk melakukan penyelidikan serta memburu pelaku. 

Penyelidikan ini juga melibatkan Dinas Kesehatan Buleleng untuk melakukan tes DNA, serta melibatkan Kepala Lingkungan Kelod untuk mencari tahu siapa-siapa saja warganya yang sebelum kejadian dalam keadaan hamil.

“Kami akan cari siapa-siapa saja warga di sekitar  tempatbkejadian perkara (TKP) yang pernah hamil dan tiba-tiba sudah tidak hamil lagi, dan kemana bayinya. Ini akan kami selidiki. Kejadian ini adalah pembunuhan berencana. Dia sudah punya rencana habis melahirkan, bayi itu kemudian dibungkus dan dibuang. Pasti bisa kena pasal pembunuhan berencana,” tegas Kompol Santika.

Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh bidan di Kelurahan Banyuasri, mayat bayi berjenis kelamin laki-laki itu diperkirakan meninggal sekitar 8 jam sebelum ditemukan. Setelah diukur, bayi malang itu memiliki ukuran panjang sekitar 50 centimeter, berat sekitar 3 kilogram, dan bagian tubuhnya lengkap.

“Beberapa bagian tubuhnya ada ditemukan luka lebam diduga akibat benturan. Di bagian bibirnya juga ada luka diduga akibat benturan. Sementara tali pusarnya sudah terpotong, diduga tanpa tindakan medis karena posisi potongannya halus tetapi miring. Sementara kelahirannya diperkirakan normal atau spontan yang menandakan bayi tersebut lahir sudah cukup umur 9 bulan,”  pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/