alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Pembunuh Teller Cantik Gunakan Tangga, Tembok Belakang Ada Darah

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus terbunuhnya teller Bank Mandiri Ni Putu Widyastuti, 24, saat ini masih misteri. Polisi masih mengembangkan kasus dugaan perampokan yang berujung pada pembunuhan. 

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban di Jalan Kerta Negara, Gang Widura No 24, Ubung Kaja, Denpasar, memberikan petunjuk yang menguatkan mengarah kepada perampokan. 

Selain bercak darah yang ditemukan di dalam rumah atau kamar korban, hasil olah TKP petugas kepolisian menemukan bercak darah pada tembok bagian belakang. 

“Pada rumah bagian belakang ada tangga besi. Setelah kami cek ada bekas kaki yang diduga pelaku. Selain itu, pada tembok dekat tangga tersebut terdapat bercak darah. Dugaan kami pelaku memanjat masuk melalui tangga tersebut, dan keluar melalui tangga tersebut dan meninggalkan bercak darah,” beber sumber. 

Dugaan pelaku masuk tidak melalui pintu karena terkunci, juga dikuatkan oleh pernyataan Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya sebelumnya, yang mengatakan tidak terdapat kerusakan pada pintu rumah korban. 

Tangga besi yang ada di belakang rumah korban langsung menuju teras lantai dua, dimana menurut petugas, kamar korban berada di lantai dua.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil pemeriksaan forensik korban menunjukkan terdapat 23 tusukan yang ada ditubuh korban mulai dari leher payudara, pergelangan tangan, bagian perut. 

Dokter Forensik Sanglah, dr.Ida Bagus Putu Alit menjelaskan korban juga sempat melawan pelaku, dimana terdapat luka tangkis atau defend wound pada telapak tangan kanan korban. 

Diketahui sebelumnya korban ditemukan tewas, Senin (28/12) di dalam kamarnya dalam keadaan mengenaskan. Korban ditemukan pertama kali oleh pecarnya Gede Hara Yogiswara, yang datang ke rumah korban karena korban tidak kunjung mengangkat teleponnya. 

Walaupun dugaan perampokan kuat terjadi, polisi masih belum menyimpulkan hasil penyelidikannya. Minimnya alat bukti CCTV yang tidak ada di TKP, menjadi kendala pengungkapan kasus ini. Namun motor korban raib. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus terbunuhnya teller Bank Mandiri Ni Putu Widyastuti, 24, saat ini masih misteri. Polisi masih mengembangkan kasus dugaan perampokan yang berujung pada pembunuhan. 

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban di Jalan Kerta Negara, Gang Widura No 24, Ubung Kaja, Denpasar, memberikan petunjuk yang menguatkan mengarah kepada perampokan. 

Selain bercak darah yang ditemukan di dalam rumah atau kamar korban, hasil olah TKP petugas kepolisian menemukan bercak darah pada tembok bagian belakang. 

“Pada rumah bagian belakang ada tangga besi. Setelah kami cek ada bekas kaki yang diduga pelaku. Selain itu, pada tembok dekat tangga tersebut terdapat bercak darah. Dugaan kami pelaku memanjat masuk melalui tangga tersebut, dan keluar melalui tangga tersebut dan meninggalkan bercak darah,” beber sumber. 

Dugaan pelaku masuk tidak melalui pintu karena terkunci, juga dikuatkan oleh pernyataan Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya sebelumnya, yang mengatakan tidak terdapat kerusakan pada pintu rumah korban. 

Tangga besi yang ada di belakang rumah korban langsung menuju teras lantai dua, dimana menurut petugas, kamar korban berada di lantai dua.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil pemeriksaan forensik korban menunjukkan terdapat 23 tusukan yang ada ditubuh korban mulai dari leher payudara, pergelangan tangan, bagian perut. 

Dokter Forensik Sanglah, dr.Ida Bagus Putu Alit menjelaskan korban juga sempat melawan pelaku, dimana terdapat luka tangkis atau defend wound pada telapak tangan kanan korban. 

Diketahui sebelumnya korban ditemukan tewas, Senin (28/12) di dalam kamarnya dalam keadaan mengenaskan. Korban ditemukan pertama kali oleh pecarnya Gede Hara Yogiswara, yang datang ke rumah korban karena korban tidak kunjung mengangkat teleponnya. 

Walaupun dugaan perampokan kuat terjadi, polisi masih belum menyimpulkan hasil penyelidikannya. Minimnya alat bukti CCTV yang tidak ada di TKP, menjadi kendala pengungkapan kasus ini. Namun motor korban raib. 


Most Read

Artikel Terbaru

/