alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Sopir Mobilio Diduga Mengantuk, Sebabkan Laka Beruntun

TABANAN, BALI EXPRESS – Diduga pengemudi mobil Honda Mobilio mengantuk, jadi penyebab kecelakaan beruntun di Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk memasuki Banjar Dinas Selabih Pangkung Kuning, Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Selasa (29/12) sekitar pukul 06.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja kerugian material ditaksir mencapai Rp 10 Juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu melibatkan tiga buah kendaraan, diantaranya satu unit Honda Mobilio bernomor D 1128 AEW, mobil Daihatsu Xenia bernomor DK 1814 LM, dan mobil L300 bernomor DK 8519 AY.

Peristiwa itu bermula ketika kendaraan Daihatsu Xenia DK 1814 LM yang dikemudikan oleh Jefry Dipomarendra Putra, 38, alamat Simomulyo Baru, RT 11 RW 03, Simomulyo Baru, Kota Surabaya, dan kendaraan L300 DK 8519 AY yang dikemudikan oleh Wawan Ferdiyansyah, 22, alamat Dusun Krajan Baru, Wonosobo, RT 05 RW 05, Srono, Banyuwangi, datang dari arah timur (Denpasar) dan beriringan menuju arah barat (Gilimanuk) dengan posisi kendaraan Daihatsu Xenia di depan kendaraan L300.

Setibanya di tempatvkejadian perkara (TKP) yang kondisi jalannya agak menikung, tepatnya sebelum jembatan perbatasan Tabanan-Jembrana, datang kendaraan Honda Mobilio D 1128 AEW.

Honda Mobilio yang dikemudikan Maulana Akbar Rizki 30, alamat Kuala Bireuen, datang dari arah barat (Gilimanuk) dengan kecepatan tinggi, dan tiba-tiba mengambil jalur dari arah timur yang dilalui oleh kendaraan Xenia, sehingga terjadilah tabrakan.

Kemudian kendaraan L300 yang berada di belakang kendaraan Xenia, pengendaranya terkejut dan tidak bisa mengendalikan kendaraannya, sehingga ikut juga menabrak kendaraan Xenia dari  belakang. 

Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun tersebut. Namun, kerugian material yang disebabkan mencapai Rp 10 Juta. “Kerugian material muncul akibat bodi kendaraan yang ringsek setelah mengalami tabrakan,” ujarnya.

Ditambahkannya, kecelakaan beruntun itu terjadi diduga akibat pengemudi kendaraan Honda Mobilio yang mengantuk. “Kendaraannya keluar dari jalur yang dilalui dan menabrak kendaraan dari arah berlawanan. Kasus ini ditangani unit Lantas Polsek Selemadeg,” pungkasnya. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Diduga pengemudi mobil Honda Mobilio mengantuk, jadi penyebab kecelakaan beruntun di Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk memasuki Banjar Dinas Selabih Pangkung Kuning, Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Selasa (29/12) sekitar pukul 06.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja kerugian material ditaksir mencapai Rp 10 Juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu melibatkan tiga buah kendaraan, diantaranya satu unit Honda Mobilio bernomor D 1128 AEW, mobil Daihatsu Xenia bernomor DK 1814 LM, dan mobil L300 bernomor DK 8519 AY.

Peristiwa itu bermula ketika kendaraan Daihatsu Xenia DK 1814 LM yang dikemudikan oleh Jefry Dipomarendra Putra, 38, alamat Simomulyo Baru, RT 11 RW 03, Simomulyo Baru, Kota Surabaya, dan kendaraan L300 DK 8519 AY yang dikemudikan oleh Wawan Ferdiyansyah, 22, alamat Dusun Krajan Baru, Wonosobo, RT 05 RW 05, Srono, Banyuwangi, datang dari arah timur (Denpasar) dan beriringan menuju arah barat (Gilimanuk) dengan posisi kendaraan Daihatsu Xenia di depan kendaraan L300.

Setibanya di tempatvkejadian perkara (TKP) yang kondisi jalannya agak menikung, tepatnya sebelum jembatan perbatasan Tabanan-Jembrana, datang kendaraan Honda Mobilio D 1128 AEW.

Honda Mobilio yang dikemudikan Maulana Akbar Rizki 30, alamat Kuala Bireuen, datang dari arah barat (Gilimanuk) dengan kecepatan tinggi, dan tiba-tiba mengambil jalur dari arah timur yang dilalui oleh kendaraan Xenia, sehingga terjadilah tabrakan.

Kemudian kendaraan L300 yang berada di belakang kendaraan Xenia, pengendaranya terkejut dan tidak bisa mengendalikan kendaraannya, sehingga ikut juga menabrak kendaraan Xenia dari  belakang. 

Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun tersebut. Namun, kerugian material yang disebabkan mencapai Rp 10 Juta. “Kerugian material muncul akibat bodi kendaraan yang ringsek setelah mengalami tabrakan,” ujarnya.

Ditambahkannya, kecelakaan beruntun itu terjadi diduga akibat pengemudi kendaraan Honda Mobilio yang mengantuk. “Kendaraannya keluar dari jalur yang dilalui dan menabrak kendaraan dari arah berlawanan. Kasus ini ditangani unit Lantas Polsek Selemadeg,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/