alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Tetangga Teller Cantik Mengaku Tak Pernah Ada Perampokan dan Pencurian

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tetangga korban Ni Putu Widyastuti mengungkap sisi lain korban dan rumah tinggalnya. Tetangga korban bernama Surya mengaku mengenal Dewi (panggilan akrab korban) sejak lama, bahkan sejak korban masih anak-anak.

“Dia tinggal di sini bersama orang tuanya. Saya kenal sejak dia masih anak-anak. Waktu itu saya masih SMA dan dia masih SD. Panggilannya Dewi,” ungkap Surya.

Surya menjelaskan, Dewi dan orang tuanya lebih dulu tinggal di kawasan Gang Widura, Ubung ini dibandingkan dengan dirinya. Tetapi setelah itu, Dewi dan orang tuanya pindah ke Gianyar dan rumah tersebut kosong. “Rumah ini lama kosong. Kemudian dia (korban) tinggal di sini karena bekerja di sebuah bank di Denpasar sekitar satu  tahun lalu,” ungkapnya lagi.

Orang tua Dewi selama tinggal di Denpasar (TKP) dikenal oleh saksi sering melukis. “Kalau orang tuanya saya kenal. Dia sering melukis, tetapi pekerjaannya saya kurang tahu pasti,” bebernya lagi.

Menurut Surya, walaupun kosong, rumah tersebut tidak pernah dikontrakkan. Selama berada di rumah tersebut, korban tidak pernah ada masalah dengan pacarnya maupun orang lain.

Surya pun mengakui bahwa sebelumnya tidak pernah ada pencurian apalagi perampokan di wilayah tersebut. “Kawasan ini aman, tidak pernah ada pencurian apalagi perampokan,” ungkapnya lagi.

Terkait pengungkapan kasus tersebut, Selasa (29/12), polisi masih melakukan olah TKP. Beberapa polisi terlihat keluar masuk ke rumah korban.

Dari hasil olah TKP ada petunjuk yang menguatkan mengarah kepada perampokan. Selain bercak darah yang ditemukan di dalam rumah atau kamar korban, polisi juga menemukan bercak darah di tembok bagian belakang.

“Di rumah bagian belakang ada tangga besi. Setelah kami cek, ada bekas kaki yang diduga pelaku. Selain itu, di tembok dekat tangga tersebut terdapat bercak darah. Dugaan kami pelaku memanjat masuk melalui tangga tersebut, kemudian keluar juga melalui tangga tersebut karena meninggalkan bercak darah,” beber sumber.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya sebelumnya mengatakan, tidak terdapat kerusakan di pintu rumah korban. “Tidak ada tanda kerusakan di pintu rumah korban,” jelas Anom

Tangga besi yang ada di belakang rumah korban langsung menuju teras lantai dua, yang menurut petugas, kamar korban berada di lantai dua.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil pemeriksaan forensik terhadap korban menunjukkan, terdapat 23 tusukan yang ada di tubuh korban mulai dari leher, payudara, pergelangan tangan, dan bagian perut.

Dokter Forensik Sanglah, dr. Ida Bagus Putu Alit menjelaskan, terdapat luka tangkis atau defend wound di telapak tangan kanan korban. Diduga korban sempat melawan.

Sekadar mengingatkan, korban ditemukan tewas, Senin (28/12) di dalam kamarnya dalam keadaan mengenaskan. Korban ditemukan pertama kali oleh pacarnya Gede Hara Yogiswara, yang datang ke rumah korban karena korban tidak kunjung mengangkat teleponnya. Walaupun dugaan perampokan kuat terjadi, polisi masih belum menyimpulkan hasil penyelidikannya. Minimnya alat bukti CCTV di TKP, menjadi kendala pengungkapan kasus ini.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Tetangga korban Ni Putu Widyastuti mengungkap sisi lain korban dan rumah tinggalnya. Tetangga korban bernama Surya mengaku mengenal Dewi (panggilan akrab korban) sejak lama, bahkan sejak korban masih anak-anak.

“Dia tinggal di sini bersama orang tuanya. Saya kenal sejak dia masih anak-anak. Waktu itu saya masih SMA dan dia masih SD. Panggilannya Dewi,” ungkap Surya.

Surya menjelaskan, Dewi dan orang tuanya lebih dulu tinggal di kawasan Gang Widura, Ubung ini dibandingkan dengan dirinya. Tetapi setelah itu, Dewi dan orang tuanya pindah ke Gianyar dan rumah tersebut kosong. “Rumah ini lama kosong. Kemudian dia (korban) tinggal di sini karena bekerja di sebuah bank di Denpasar sekitar satu  tahun lalu,” ungkapnya lagi.

Orang tua Dewi selama tinggal di Denpasar (TKP) dikenal oleh saksi sering melukis. “Kalau orang tuanya saya kenal. Dia sering melukis, tetapi pekerjaannya saya kurang tahu pasti,” bebernya lagi.

Menurut Surya, walaupun kosong, rumah tersebut tidak pernah dikontrakkan. Selama berada di rumah tersebut, korban tidak pernah ada masalah dengan pacarnya maupun orang lain.

Surya pun mengakui bahwa sebelumnya tidak pernah ada pencurian apalagi perampokan di wilayah tersebut. “Kawasan ini aman, tidak pernah ada pencurian apalagi perampokan,” ungkapnya lagi.

Terkait pengungkapan kasus tersebut, Selasa (29/12), polisi masih melakukan olah TKP. Beberapa polisi terlihat keluar masuk ke rumah korban.

Dari hasil olah TKP ada petunjuk yang menguatkan mengarah kepada perampokan. Selain bercak darah yang ditemukan di dalam rumah atau kamar korban, polisi juga menemukan bercak darah di tembok bagian belakang.

“Di rumah bagian belakang ada tangga besi. Setelah kami cek, ada bekas kaki yang diduga pelaku. Selain itu, di tembok dekat tangga tersebut terdapat bercak darah. Dugaan kami pelaku memanjat masuk melalui tangga tersebut, kemudian keluar juga melalui tangga tersebut karena meninggalkan bercak darah,” beber sumber.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya sebelumnya mengatakan, tidak terdapat kerusakan di pintu rumah korban. “Tidak ada tanda kerusakan di pintu rumah korban,” jelas Anom

Tangga besi yang ada di belakang rumah korban langsung menuju teras lantai dua, yang menurut petugas, kamar korban berada di lantai dua.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil pemeriksaan forensik terhadap korban menunjukkan, terdapat 23 tusukan yang ada di tubuh korban mulai dari leher, payudara, pergelangan tangan, dan bagian perut.

Dokter Forensik Sanglah, dr. Ida Bagus Putu Alit menjelaskan, terdapat luka tangkis atau defend wound di telapak tangan kanan korban. Diduga korban sempat melawan.

Sekadar mengingatkan, korban ditemukan tewas, Senin (28/12) di dalam kamarnya dalam keadaan mengenaskan. Korban ditemukan pertama kali oleh pacarnya Gede Hara Yogiswara, yang datang ke rumah korban karena korban tidak kunjung mengangkat teleponnya. Walaupun dugaan perampokan kuat terjadi, polisi masih belum menyimpulkan hasil penyelidikannya. Minimnya alat bukti CCTV di TKP, menjadi kendala pengungkapan kasus ini.


Most Read

Artikel Terbaru

/