24.8 C
Denpasar
Monday, November 28, 2022

Delapan Proyek Sempat Molor, Bupati Karangasem Beri Catatan Merah

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Proyek ruas jalan Banjar Panek-Manik Aji di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, sempat jadi sorotan lantaran kualitasnya dikeluhkan dan pengerjaannya molor. Dari yang harusnya tuntas pada 19 Desember namun dua hari belakangan masih ada pekerjaan.

Meski begitu, saat ini proyek tersebut sudah tuntas dikerjakan. Rupanya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) punya catatan beberapa proyek fisik di 2021 banyak yang terlambat. Ada delapan proyek fisik yang pekerjaannya melebihi batas waktu yang ditentukan.

Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Karangasem, I Wayan Surata Jaya  mengatakan, tingkat keterlambatan rekanan rata-rata hanya lima persen dari waktu yang ditentukan sesuai kontrak. “Tetapi sekarang semuanya sudah selesai dikerjakan,” kata I Wayan Surata Jaya, Rabu (29/12).

Baca Juga :  Tradisi Miardura, Simbol Keteguhan Warga Cangwang Hadapi Masalah

Dia menyebut delapan proyek yang sempat terlambat, di antaranya pengerjaan Jembatan Tukad Dalem Ruas Jalan Junggul di Kecamatan Rendang. Kemudian Jembatan Tukad Subagan Ruas Jalan Subagan – Asak di Kecamatan Karangasem. Proyek ruas jalan Tanah Barak Seraya, Jalan Lingkar Gili Selang.

Kemudian pengerjaan jalan Selumbung di Kecamatan Manggis dengan Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, ruas jalan Pemuteran, Jalan Datah di Kecamatan Abang, serta proyek pengerjaan ruas jalan Panek – Manik Aji, Desa Ban, Kecamatan Kubu. Dia menyebut, rekanan menghadapi beragam kendala seperti cuaca dan medan, selain juga faktor teknis sehingga proyek molor.

Untuk rekanan yang pengerjaannya melebih batas waktu, diberikan kesempatan menyelesaikan sampai akhir tahun anggaran 2021. Namun tetap dikenakan sanksi denda 1/1000 dari nilai kontrak sesuai perundang-undangan. “Kalau seandainya lewat tahun anggaran barulah diputus kontrak hingga di-blacklist,” tegasnya.

Baca Juga :  AMSI Bali Terbentuk, Ini Susunan Pengurusnya

Bupati Karangasem I Gede Dana mengakui, masalah ini akan dievaluasi. Sementara itu untuk tindakan ke depan, akan memberikan nilai merah kepada kontraktor yang kurang maksimal dan kualitas pengerjaan kurang bagus. “Perlu diberi catatan agar pekerjaan tidak asal-asalan. Kami senang peran aktif perbekel dan masyarakat yang ikut mengawasi proyek pemerintah di desa,” tukasnya.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Proyek ruas jalan Banjar Panek-Manik Aji di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, sempat jadi sorotan lantaran kualitasnya dikeluhkan dan pengerjaannya molor. Dari yang harusnya tuntas pada 19 Desember namun dua hari belakangan masih ada pekerjaan.

Meski begitu, saat ini proyek tersebut sudah tuntas dikerjakan. Rupanya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) punya catatan beberapa proyek fisik di 2021 banyak yang terlambat. Ada delapan proyek fisik yang pekerjaannya melebihi batas waktu yang ditentukan.

Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Karangasem, I Wayan Surata Jaya  mengatakan, tingkat keterlambatan rekanan rata-rata hanya lima persen dari waktu yang ditentukan sesuai kontrak. “Tetapi sekarang semuanya sudah selesai dikerjakan,” kata I Wayan Surata Jaya, Rabu (29/12).

Baca Juga :  Kincir Air Macang; Gurunya Mbah Google, Airnya Lebih Murah dari PDAM

Dia menyebut delapan proyek yang sempat terlambat, di antaranya pengerjaan Jembatan Tukad Dalem Ruas Jalan Junggul di Kecamatan Rendang. Kemudian Jembatan Tukad Subagan Ruas Jalan Subagan – Asak di Kecamatan Karangasem. Proyek ruas jalan Tanah Barak Seraya, Jalan Lingkar Gili Selang.

Kemudian pengerjaan jalan Selumbung di Kecamatan Manggis dengan Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, ruas jalan Pemuteran, Jalan Datah di Kecamatan Abang, serta proyek pengerjaan ruas jalan Panek – Manik Aji, Desa Ban, Kecamatan Kubu. Dia menyebut, rekanan menghadapi beragam kendala seperti cuaca dan medan, selain juga faktor teknis sehingga proyek molor.

Untuk rekanan yang pengerjaannya melebih batas waktu, diberikan kesempatan menyelesaikan sampai akhir tahun anggaran 2021. Namun tetap dikenakan sanksi denda 1/1000 dari nilai kontrak sesuai perundang-undangan. “Kalau seandainya lewat tahun anggaran barulah diputus kontrak hingga di-blacklist,” tegasnya.

Baca Juga :  Api Muncul dari Kamar Bocah, Delapan Kosan di Gunung Soputan Terbakar

Bupati Karangasem I Gede Dana mengakui, masalah ini akan dievaluasi. Sementara itu untuk tindakan ke depan, akan memberikan nilai merah kepada kontraktor yang kurang maksimal dan kualitas pengerjaan kurang bagus. “Perlu diberi catatan agar pekerjaan tidak asal-asalan. Kami senang peran aktif perbekel dan masyarakat yang ikut mengawasi proyek pemerintah di desa,” tukasnya.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

Most Read

Artikel Terbaru

/