26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Sampai Hari Ketiga, 210 Nakes Tidak Penuhi Syarat Vaksinasi  

TABANAN, BALI EXPRESS – Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tabanan mulai digelar sejak Rabu (27/1) lalu. Ditandai dengan peluncurannya yang diikuti Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya dan beberapa unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) selaku salah seorang penerima vaksin.

Kini program tersebut tengah bergulir di kelompok prioritas, yakni tenaga kesehatan (nakes) di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Tabanan. Total ada 3.529 nakes yang telah teregistrasi untuk mendapt vaksin. 

Sampai memasuki hari ketiga pelaksanaan, baru 1.472 orang yang telah datang ke faskes tempat vaksinasi dilaksanakan. Dari jumlah itu sebanyak 1.262 orang nakes telah menjalani penyuntikan. Sisanya, sebanyak 210 orang, belum atau tidak memenuhi syarat untuk menjalani vaksinasi.

“Sisanya itu ada yang betul-betul tidak bisa (tidak memenuhi syarat) atau atau ada yang ditunda,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan dr Nyoman Suratmika, Jumat kemarin (29/1).

Sesuai pedoman atau petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ada 16 pertanyaan yang menjadi parameter boleh atau tidaknya vaksinasi dilakukan terhadap sasaran. Mereka yang tekanan darahnya atau tensinya tinggi, belum bisa diinjeksi atau disuntik.

Baca Juga :  Penilaian Keterbukaan Informasi, PDAM dan PPID Badung Posisi Buncit

“Kalau misalnya tensi (tinggi), itu bisa ditunda. Nanti akan dicek lagi (tensinya). Kapan-kapan boleh. Begitu juga dengan mereka yang sedang menyusui,” imbuhnya.

Sedangkan untuk yang benar-benar tidak dibolehkan menjalani vaksinasi adalah mereka yang memang memiliki penyakit bawaan. Semisal gangguan tiroid, autoimun, dan beberapa penyakit lainnya yang masuk dalam ketentuan pedoman pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

“Jadi sampai hari ketiga (kemarin) yang sudah datang ke fasyankes 1.472 orang nakes. Yang bisa dilayani 1.262 orang. Sisanya yang belum atau memang tidak memenuhi syarat,” pungkas Suratmika.

Salah satu lokasi pelaksanaan vaksinasi adalah di Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan. Di sini, tercatat sebanyak 1.038 orang nakes yang menjadi sasaran penerima vaksin. Proses vaksinasi untuk tahap pertama ini ditargetkan selesai dalam seminggu dengan kisaran jumlah per harinya sebanyak 200 orang.

Baca Juga :  Kodam IX Udayana Terima 8 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca

Namun, target itu tidak serta merta bisa tercapai. Selain karena vaksinasi dilaksanakan sampai dengan jam kerja atau sekitar pukul 14.00 Wita, di saat yang sama ada juga nakes yang berhalangan karena sedang menjalani tugas pelayanan.

Belum diketahui dengan pasti sampai dengan hari ketiga berapa jumlah nakes yang telah menjalani vaksinasi. Maupun berapa jumlah nakes yang belum bisa atau tidak bisa menjalani vaksinasi tersebut. Sebagaimana dijelaskan Kepala Sub Bidang Rawat Jalan dan Rawat Inap BRSU Tabanan, dr Made Karna.

“Untuk rekapitulasi selama tiga hari ini belum ada. Namun untuk hari ini saja ada 199 orang nakes yang terlayani. Dari jumlah itu 182 orang nakes memenuhi syarat. Sisanya, 17 orang, belum memenuhi syarat karena tensinya yang sedang tinggi atau lagi menyusui,” jelas dr. Karna. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tabanan mulai digelar sejak Rabu (27/1) lalu. Ditandai dengan peluncurannya yang diikuti Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya dan beberapa unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) selaku salah seorang penerima vaksin.

Kini program tersebut tengah bergulir di kelompok prioritas, yakni tenaga kesehatan (nakes) di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Tabanan. Total ada 3.529 nakes yang telah teregistrasi untuk mendapt vaksin. 

Sampai memasuki hari ketiga pelaksanaan, baru 1.472 orang yang telah datang ke faskes tempat vaksinasi dilaksanakan. Dari jumlah itu sebanyak 1.262 orang nakes telah menjalani penyuntikan. Sisanya, sebanyak 210 orang, belum atau tidak memenuhi syarat untuk menjalani vaksinasi.

“Sisanya itu ada yang betul-betul tidak bisa (tidak memenuhi syarat) atau atau ada yang ditunda,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan dr Nyoman Suratmika, Jumat kemarin (29/1).

Sesuai pedoman atau petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ada 16 pertanyaan yang menjadi parameter boleh atau tidaknya vaksinasi dilakukan terhadap sasaran. Mereka yang tekanan darahnya atau tensinya tinggi, belum bisa diinjeksi atau disuntik.

Baca Juga :  Rabu Esok Singapore Airlines Mendarat Perdana di Bali, Ditargetkan Angkut 200 Penumpang

“Kalau misalnya tensi (tinggi), itu bisa ditunda. Nanti akan dicek lagi (tensinya). Kapan-kapan boleh. Begitu juga dengan mereka yang sedang menyusui,” imbuhnya.

Sedangkan untuk yang benar-benar tidak dibolehkan menjalani vaksinasi adalah mereka yang memang memiliki penyakit bawaan. Semisal gangguan tiroid, autoimun, dan beberapa penyakit lainnya yang masuk dalam ketentuan pedoman pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

“Jadi sampai hari ketiga (kemarin) yang sudah datang ke fasyankes 1.472 orang nakes. Yang bisa dilayani 1.262 orang. Sisanya yang belum atau memang tidak memenuhi syarat,” pungkas Suratmika.

Salah satu lokasi pelaksanaan vaksinasi adalah di Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan. Di sini, tercatat sebanyak 1.038 orang nakes yang menjadi sasaran penerima vaksin. Proses vaksinasi untuk tahap pertama ini ditargetkan selesai dalam seminggu dengan kisaran jumlah per harinya sebanyak 200 orang.

Baca Juga :  Percepatan Vaksinasi Booster Cegah Vaksin Kaduluarsa

Namun, target itu tidak serta merta bisa tercapai. Selain karena vaksinasi dilaksanakan sampai dengan jam kerja atau sekitar pukul 14.00 Wita, di saat yang sama ada juga nakes yang berhalangan karena sedang menjalani tugas pelayanan.

Belum diketahui dengan pasti sampai dengan hari ketiga berapa jumlah nakes yang telah menjalani vaksinasi. Maupun berapa jumlah nakes yang belum bisa atau tidak bisa menjalani vaksinasi tersebut. Sebagaimana dijelaskan Kepala Sub Bidang Rawat Jalan dan Rawat Inap BRSU Tabanan, dr Made Karna.

“Untuk rekapitulasi selama tiga hari ini belum ada. Namun untuk hari ini saja ada 199 orang nakes yang terlayani. Dari jumlah itu 182 orang nakes memenuhi syarat. Sisanya, 17 orang, belum memenuhi syarat karena tensinya yang sedang tinggi atau lagi menyusui,” jelas dr. Karna. 


Most Read

Artikel Terbaru