BADUNG, BALI EXPRESS – Pertama di Bali, usaha Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI (Warung NKRI) dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berlokasi di Jalan Raya Kampus Universitas Udayana, Jimbaran, Badung. Pada Warung NKRI yang berwaralaba dengan Gogo Fried Chicken ini, BNPT memberdayakan penyintas atau korban terorisme dan eks napiter (narapidana terorisme). Dibuka dengan penyelenggaraan Dialog Kebangsaan pada Rabu (29/3), Kepala BNPT Boy Rafli Amar secara langsung membuka usaha Warung NKRI sekaligus wadah diskusi ini.
Menurut Boy Rafli, Warung NKRI ini adalah program wadah dialog berbalut usaha makanan yang bertujuan mengingatkan generasi muda pentingnya menjaga semangat nasionalisme, kebersamaan, keberagaman dan toleransi. Pasalnya dengan kondisi global saat ini, arus informasi di sosial media perlu diwaspadai. Jangan sampai, pesan dia, identitas atau jati diri dari genetasi muda terpengaruh terhadap narasi-narasi yang berkaitan dengan intoleransi radikal terorisme.
“Kami dari BNPT hanya memberikan suatu solusi agar narasi kebangsaan yang mungkin banyak dibicarakan pada ruang-ruang tertutup, menjadi di ruang publik yang dapat langsung berpenetrasi terhadap masyarakat luas,” katanya.
Di beberapa tempat, Warung NKRI menjadi ladang pekerjaan bagi penyintas maupun eks napiter. Diharapakan melalui usaha ini, mereka menjadi memiliki kemandirian secara ekonomi. Hal itulah yang ditumbuhkan di sebanyak 25 Warung NKRI yang telah berdiri hingga saat ini. Tidak hanya makanan, ada juga Warung NKRI yang menyediakan gabungan baik makanan khas daerah, maupun kerajinan tangan. “Tentu tidak semua daerah itu ada eks narapidana terorisme ataupun penyintas, seperti contoh beberapa tempat di wilayah Jawa Timur itu kita mengundang eks narapidana terorisme dan penyintas bahkan bergabung menjadi satu dalam wadah usaha di Warung NKRI,” jelasnya.
Pada intinya, Boy Rafli menambahkan, para eks napiter dan penyintas ini menjadi masyarakat yang sejahtera dengan memanfaatkan keberadaan Warung NKRI. Pihaknya jug berharap, Warung NKRI ini nantinya kian meluas di kabupaten-kabupaten lainnya, bahkan sampai menjamah kampus-kampus di Bali, seperti Universitas Udayana.
Sementara itu, pihak Gogo Friedchiken yang bekerja sama dengan BNPT, Roni Suharto mengatakan, rencananya, Warung NKRI dengan Gogo Friedchicken juga akan dibuka di Lombok. Saat ini pihak Gogo belum merekrut eks napiter karena sebelum dipekerjakan mereka akan dilatih terlebih dahulu. “Tidak langsung dipekerjakan, kalau sudah bagus baru. Sudah lama kami bekerja samanya,” katanya.