alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Peserta Membludak, PPBI Gianyar Akan Gelar Kontes Bonsai Internasional

GIANYAR, BALI EXPRESS – Perkumpulan Pecinta Bonsai Indonesia (PPBI)  Gianyar dan Pemkab Gianyar menggelar kontes dan pameran bonsai tahun 2021 di alun-alun Kota Gianyar. Kontes dan pameran ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Ke-250 Kota Gianyar.

Menurut ketua panitia kegiatan I Wayan Arthana,  secara keseluruhan kegiatan berlangsung selama 10 hari. Dimulai dengan pendaftaran pada tanggal 22 hingga 23 April, penjurian selama 3 hari dari 24 hingga 26 April disertai penancapan bendera hasil penilaian. Pada tanggal 27 April pameran bonsai dibuka untuk umum hingga tanggal 1 Mei 2021.

Peserta yang ikut dalam pameran dan kontes Mahayastra Cup berjumlah 912 pohon. Para peserta datang dari Kalimantan, Jawa, Sumatra, Jakarta, Lombok, hingga Sumbawa.

Pada kontes kali ini, bonsai yang dilombakan di antaranya kelas Mame, kelas prosfek, kelas regional, kelas madya, kelas utama, dan kelas bintang. “Ada enam kelas yang kami lombakan tahun ini. Termasuk kelas Mame yang merupakan kelas khusus tahun ini,” ungkap Arthana, Kamis (29/04).

Baca Juga :  Rochineng Buka Lomba-Lomba Serangkain Hari HUT Kota Gianyar

Kata Arthana,  pihaknya menyiapkan piala The Best Ten di masing-masing kelas. Di samping itu, pihaknya menyediakan The Best in Class di masing-masing kelas dan The Best in Show secara keseluruhan.

Ada empat kriteria yang menjadi dasar penilaian PPBI dalam kontes, di antaranya penampilan, gerak dasar, kematangan, dan keserasian. Dari segi penampilan, setiap orang dapat melihat bagus dan indahnya suatu bonsai. Gerak dasar biasanya mengikuti gaya pohon. Adanya yang tegak lurus, meliuk dan sebagainya. Dari segi kematangan meliputi batang pohon, cabang, anak cabang, ranting, anak ranting, dan cucu ranting. Pohon dikatakan matang apabilan sudah memiliki cucu ranting. Kriteria terakhir adalah keserasian antara pohon dan pot maupun antara batang dan ranting. “Jangan sampai batang kecil tapi memiliki ranting besar,” jelasnya.

Baca Juga :  Tangani Rabies, Sutjidra Minta Desa Pakraman Buat Perarem

Arthana menyebut, meski di tengah Pandemi Covid-19, penyelenggaraan kontes dan pameran bonsai tetap memperhatikan protokol kesehatan. Ini dapat dilihat dari areal penataan pohon yang menggunakan seluruh Alun-alun Gianyar. Tujuannya agar pengunjung tidak berkerumun. Bahkan penerapan 3M selalu ditekankan kepada pengunjung yang datang.

Pihaknya menyebut, PPBI Gianyar secara berturut-turut telah menyelenggarakan kontes secara nasional di kelas bintang. Bahkan pihaknya mengklaim bahwa kontes bonsai yang diselenggarakan PBBI Gianyar adalah kontes bonsai nasional dengan peserta dan bursa terbanyak di Indonesia.

Ke depan PPBI Gianyar atas dorongan bupati Gianyar berencana akan menyelenggarakan pameran tingkat internasional. “Setelah pameran ini berakhir, kami sudah diminta untuk berkoordinasi dengan PPBI pusat terkait dengan apa yang perlu dipersiapkan untuk kontes internasional itu. Mudah-mudahan tahun depan bisa terwujud,” pungkasnya. (win)


GIANYAR, BALI EXPRESS – Perkumpulan Pecinta Bonsai Indonesia (PPBI)  Gianyar dan Pemkab Gianyar menggelar kontes dan pameran bonsai tahun 2021 di alun-alun Kota Gianyar. Kontes dan pameran ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Ke-250 Kota Gianyar.

Menurut ketua panitia kegiatan I Wayan Arthana,  secara keseluruhan kegiatan berlangsung selama 10 hari. Dimulai dengan pendaftaran pada tanggal 22 hingga 23 April, penjurian selama 3 hari dari 24 hingga 26 April disertai penancapan bendera hasil penilaian. Pada tanggal 27 April pameran bonsai dibuka untuk umum hingga tanggal 1 Mei 2021.

Peserta yang ikut dalam pameran dan kontes Mahayastra Cup berjumlah 912 pohon. Para peserta datang dari Kalimantan, Jawa, Sumatra, Jakarta, Lombok, hingga Sumbawa.

Pada kontes kali ini, bonsai yang dilombakan di antaranya kelas Mame, kelas prosfek, kelas regional, kelas madya, kelas utama, dan kelas bintang. “Ada enam kelas yang kami lombakan tahun ini. Termasuk kelas Mame yang merupakan kelas khusus tahun ini,” ungkap Arthana, Kamis (29/04).

Baca Juga :  Antisipasi Agen Nakal, BUMDes Kemenuh Gelar Operasi Pasar Migor Curah

Kata Arthana,  pihaknya menyiapkan piala The Best Ten di masing-masing kelas. Di samping itu, pihaknya menyediakan The Best in Class di masing-masing kelas dan The Best in Show secara keseluruhan.

Ada empat kriteria yang menjadi dasar penilaian PPBI dalam kontes, di antaranya penampilan, gerak dasar, kematangan, dan keserasian. Dari segi penampilan, setiap orang dapat melihat bagus dan indahnya suatu bonsai. Gerak dasar biasanya mengikuti gaya pohon. Adanya yang tegak lurus, meliuk dan sebagainya. Dari segi kematangan meliputi batang pohon, cabang, anak cabang, ranting, anak ranting, dan cucu ranting. Pohon dikatakan matang apabilan sudah memiliki cucu ranting. Kriteria terakhir adalah keserasian antara pohon dan pot maupun antara batang dan ranting. “Jangan sampai batang kecil tapi memiliki ranting besar,” jelasnya.

Baca Juga :  Corat-Coret untuk Mengenang Masa Putih Abu, Bukan Karena Gagah-Gagahan

Arthana menyebut, meski di tengah Pandemi Covid-19, penyelenggaraan kontes dan pameran bonsai tetap memperhatikan protokol kesehatan. Ini dapat dilihat dari areal penataan pohon yang menggunakan seluruh Alun-alun Gianyar. Tujuannya agar pengunjung tidak berkerumun. Bahkan penerapan 3M selalu ditekankan kepada pengunjung yang datang.

Pihaknya menyebut, PPBI Gianyar secara berturut-turut telah menyelenggarakan kontes secara nasional di kelas bintang. Bahkan pihaknya mengklaim bahwa kontes bonsai yang diselenggarakan PBBI Gianyar adalah kontes bonsai nasional dengan peserta dan bursa terbanyak di Indonesia.

Ke depan PPBI Gianyar atas dorongan bupati Gianyar berencana akan menyelenggarakan pameran tingkat internasional. “Setelah pameran ini berakhir, kami sudah diminta untuk berkoordinasi dengan PPBI pusat terkait dengan apa yang perlu dipersiapkan untuk kontes internasional itu. Mudah-mudahan tahun depan bisa terwujud,” pungkasnya. (win)


Most Read

Artikel Terbaru

/