alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Tarif Air Minum di Denpasar Dirancang Naik

DENPASAR, BALI EXPRESS – Di tahun 2022 ini, tariff air minum di Kota Denpasar direncanakan akan mengalami kenaikan dengan rata-rata 12,24 persen. Hanya saja, persentase tersebut disesuaikan dengan kelompok pelanggan dimana pengelompokan pelanggan tersebut terbagi menjadi empat kelompok.

Hal ini mencuat dalam pelaksanaan Komunikasi Publik Penetapan Tarif Air Minum di Wantilan IPA Belusung, Denpasar, Senin (30/5) yang melibatkan jajaran direksi Perumda Tirta Sewaka Dharma serta praktisi di bidangnya. Ada beberapa pertimbangan yang membuat langkah ini diambil, menurut Direktur Utama Perumda Air Minum, IB Gede Arsana dalam penetapan tarif ini mengacu pada Permendagri 21 Tahun 2020 tentang Perubahan Perhitungan dan Penetapan Tarif Air minum. Selain itu, pertimbangan lainnya yakni mengenai batas atas dan batas bawah tarif air minum berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 826/01-CK/HK/2021. Dan pertimbangan lainnya yakni sudah tiga tahun tak ada kenaikan tarif air bersih di Denpasar. “Kami sudah melakukan kajian bekerjasama dengan tim pengkaji dari Universitas Udayana dan memperhatikan juga aspek tingkat perekonomian masyarakat,” kata Arsana.

Terkait pelanggan itu sendiri, lebih lanjut dikatakan Arsana, sejak tahun 1997 Perumda Air Minum Denpasar sudah mempunyai pelanggan sebanyak 89.447 dengan cakupan 70,04 persen. Sedangkan untuk pelanggan didominasi oleh kelompok rumah tangga dengan jumlah pelanggan mencapai 76 ribu lebih. Sementara Direktur Umum Perumda Tirta Sewakadarma, Ni Luh Putu Sri Utami mengatakan penetapan tarif air minum di Denpasar dibagi ke dalam empat kelompok.

Kelompok pertama terdiri atas banjar, sekolah, tempat ibadah dan rumah tangga dengan daya listrik 450 – 900 VA. Kemudian kelompok kedua untuk rumah tangga dengan daya listrik di atas 900 VA, kelompok ketiga untuk niaga dan industri, dan kelompok khusus dengan tarif sesuai perjanjian khusus. Sri Utami mengatakan untuk kelompok pertama pihaknya memberikan subsidi sebesar 180,76 persen atau senilai Rp 21 miliar lebih dalam setahun.

“Untuk produksi air di Denpasar 1.342 liter per mhari sedangkan kebutuhannya sebanyak 1.434 liter, sehingga ada kekurangan 92 liter. Sementara warga per harinya itu membutuhkan 137,3 liter,” jelasnya.

Ketua tim pengkaji dari Universitas Udayana, Prof. Dr. Ni Luh Putu Wiagustini mengatakan sesuai Keputusan Gubernur Bali nomor 826/01-CK/HK/2021 tentang batas atas dan bawah diketahui bahwa tarif batas bawah yakni Rp 6.345,21 dan tarif atas Rp 11.081,20. Setelah melakukan pengkajian dan formulasi perhitungan maka tarif yang ditentukan tahun 2022 untuk kota Denpasar yakni tarif rendah Rp 1.226. “Tarif rendah ini sudah mendapatkan subsidi sebesar 80,76 persen sehingga tidak ada kenaikan tarif dan berlaku untuk kelompok I,” katanya.

Sementara itu, untuk tarif dasar Rp 6.344, serta tarif penuh 9.203. Dijelaskannya, rata-rata kenaikan tarif air di Denpasar tahun 2022 ini sebesar 12,24 persen. Terkait kebijakan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra sangat mendukung. Hanya saja, agar lebih humanis disebutkan bahwa hal ini adalah penyesuaian tarif.

Dengan adanya penyesuaian tarif ini, ia berharap pelayanan air bersih di Kota Denpasar akan menjadi lebih baik. Suadi juga meminta tim pengkaji untuk mempertimbangkan terkait pemberian subsidi air minum serta kenaikan tarif air dari SPAM Regional yang dikelola provinsi dimana setiap tahun ada kenaikan sebesar 5 persen.

“Mungkin bisa dipertimbangkan, jika yang mendapat subsidi adalah pelanggan yang menggunakan listrik dengan daya 450 VA saja dan tidak memberikan subsidi bagi pelanggan dengan listriknya 900 VA. Setelah final, nantinya rancangan kenaikan tarif ini akan dituangkan dalam Peraturan Wali Kota Denpasar,” tandasnya.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Di tahun 2022 ini, tariff air minum di Kota Denpasar direncanakan akan mengalami kenaikan dengan rata-rata 12,24 persen. Hanya saja, persentase tersebut disesuaikan dengan kelompok pelanggan dimana pengelompokan pelanggan tersebut terbagi menjadi empat kelompok.

Hal ini mencuat dalam pelaksanaan Komunikasi Publik Penetapan Tarif Air Minum di Wantilan IPA Belusung, Denpasar, Senin (30/5) yang melibatkan jajaran direksi Perumda Tirta Sewaka Dharma serta praktisi di bidangnya. Ada beberapa pertimbangan yang membuat langkah ini diambil, menurut Direktur Utama Perumda Air Minum, IB Gede Arsana dalam penetapan tarif ini mengacu pada Permendagri 21 Tahun 2020 tentang Perubahan Perhitungan dan Penetapan Tarif Air minum. Selain itu, pertimbangan lainnya yakni mengenai batas atas dan batas bawah tarif air minum berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 826/01-CK/HK/2021. Dan pertimbangan lainnya yakni sudah tiga tahun tak ada kenaikan tarif air bersih di Denpasar. “Kami sudah melakukan kajian bekerjasama dengan tim pengkaji dari Universitas Udayana dan memperhatikan juga aspek tingkat perekonomian masyarakat,” kata Arsana.

Terkait pelanggan itu sendiri, lebih lanjut dikatakan Arsana, sejak tahun 1997 Perumda Air Minum Denpasar sudah mempunyai pelanggan sebanyak 89.447 dengan cakupan 70,04 persen. Sedangkan untuk pelanggan didominasi oleh kelompok rumah tangga dengan jumlah pelanggan mencapai 76 ribu lebih. Sementara Direktur Umum Perumda Tirta Sewakadarma, Ni Luh Putu Sri Utami mengatakan penetapan tarif air minum di Denpasar dibagi ke dalam empat kelompok.

Kelompok pertama terdiri atas banjar, sekolah, tempat ibadah dan rumah tangga dengan daya listrik 450 – 900 VA. Kemudian kelompok kedua untuk rumah tangga dengan daya listrik di atas 900 VA, kelompok ketiga untuk niaga dan industri, dan kelompok khusus dengan tarif sesuai perjanjian khusus. Sri Utami mengatakan untuk kelompok pertama pihaknya memberikan subsidi sebesar 180,76 persen atau senilai Rp 21 miliar lebih dalam setahun.

“Untuk produksi air di Denpasar 1.342 liter per mhari sedangkan kebutuhannya sebanyak 1.434 liter, sehingga ada kekurangan 92 liter. Sementara warga per harinya itu membutuhkan 137,3 liter,” jelasnya.

Ketua tim pengkaji dari Universitas Udayana, Prof. Dr. Ni Luh Putu Wiagustini mengatakan sesuai Keputusan Gubernur Bali nomor 826/01-CK/HK/2021 tentang batas atas dan bawah diketahui bahwa tarif batas bawah yakni Rp 6.345,21 dan tarif atas Rp 11.081,20. Setelah melakukan pengkajian dan formulasi perhitungan maka tarif yang ditentukan tahun 2022 untuk kota Denpasar yakni tarif rendah Rp 1.226. “Tarif rendah ini sudah mendapatkan subsidi sebesar 80,76 persen sehingga tidak ada kenaikan tarif dan berlaku untuk kelompok I,” katanya.

Sementara itu, untuk tarif dasar Rp 6.344, serta tarif penuh 9.203. Dijelaskannya, rata-rata kenaikan tarif air di Denpasar tahun 2022 ini sebesar 12,24 persen. Terkait kebijakan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra sangat mendukung. Hanya saja, agar lebih humanis disebutkan bahwa hal ini adalah penyesuaian tarif.

Dengan adanya penyesuaian tarif ini, ia berharap pelayanan air bersih di Kota Denpasar akan menjadi lebih baik. Suadi juga meminta tim pengkaji untuk mempertimbangkan terkait pemberian subsidi air minum serta kenaikan tarif air dari SPAM Regional yang dikelola provinsi dimana setiap tahun ada kenaikan sebesar 5 persen.

“Mungkin bisa dipertimbangkan, jika yang mendapat subsidi adalah pelanggan yang menggunakan listrik dengan daya 450 VA saja dan tidak memberikan subsidi bagi pelanggan dengan listriknya 900 VA. Setelah final, nantinya rancangan kenaikan tarif ini akan dituangkan dalam Peraturan Wali Kota Denpasar,” tandasnya.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/