alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Soal Ketu Sulinggih Jatuh di Jalan, Ini Penjelasan Pihak Kepolisian

GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebuah Ketu atau Bawa (Gelungan) yang umumnya digunakan seorang sulinggih saat Mapuja pada dalam sebuah Upakara ditemukan didepan rumah warga di wilayah jalan Taman Magenda, Banjar Kebon Kelod Belega, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Rabu (30/6). Hal itu pun viral di media sosial setelah seorang warga mengunggah informasi tersebut di Facebook.gianya

Pihak kepolisian pun mengkonfirmasi hal tersebut. Menurut Kanit Reskrim Polsek Blahbatuh AKP I Made Gede Sudarta seizin Kapolsek Blahbatuh Kompol Ketut Suharto Giri, berdasarkan laporan dari warga Ketu tersebut ditemukan pertama kali oleh Ni Nyoman Mustini dan Nyoman Sudirga sekitar pukul 17.00 WITA. Saat itu saksi hendak berangkat ke sawah dan saksi Nyoman Sudirga baru pulang dari bekerja.

Baca Juga :  Hendak ke Medan, Perampok Wanita Jepang Diringkus di Bandara Soetta

Saat itu saksi menemukan sesuatu yang terbungkus oleh kain berwarna putih yang diduga terjatuh dari sebuah kendaraan sejenis Pikap warna hitam yang melintas dari arah timur menuju ke barat. Saat dicek, ternyata didalamnya terdapat 1 buah Ketu atau Bawa dengan aksesoris emas, 1 buah genitri, 5 buah cincin, serta 1 buah tempat untuk Ketu yang terbuat dari rotan.

“Atas temuan tersebut maka warga yang menemukan bersama personil di lapangan langsung membawa benda tersebut ke Polsek Blahbatuh,” tegasnya Kamis (30/6).

Setelah diamankan ke Mapolsek Blahbatuh, tak berselang lama yakni sekitar pukul 20.00 WITA, datang masyarakat ke Polsek Blahbatuh untuk menanyakan perihal temuan Ketu tersebut. Dimana disebutkan jika Ketu tersebut diduga milik Ida Sulinggih dari Desa Keramas.

Baca Juga :  Antisipasi Kenaikan Harga, Disperindag Gianyar Gelar Pasar Murah

“Disampaikan jika sekitar pukul 16.30 WITA Ida Sulinggih berangkat dari Desa Keramas untuk muput karya di Denpasar menggunakan mobil Daihatsu Terios. Hanya saja mobil sudah berjalan saat Ketu masih berada diatas kap mobil. Sehingga diduga Ketu itu terjatuh saat mobil melintas di TKP,” jelasnya.

Sedangkan Ida Sulinggih akhirnya mengambil Ketu yang lama di Griya untuk muput karya di Denpasar. “Dan sekitar pukul 23.00 WITA kita langsung serahkan Ketu itu kepada Ida Sulinggih yang datang langsung ke Mapolsek Blahbatuh,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebuah Ketu atau Bawa (Gelungan) yang umumnya digunakan seorang sulinggih saat Mapuja pada dalam sebuah Upakara ditemukan didepan rumah warga di wilayah jalan Taman Magenda, Banjar Kebon Kelod Belega, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Rabu (30/6). Hal itu pun viral di media sosial setelah seorang warga mengunggah informasi tersebut di Facebook.gianya

Pihak kepolisian pun mengkonfirmasi hal tersebut. Menurut Kanit Reskrim Polsek Blahbatuh AKP I Made Gede Sudarta seizin Kapolsek Blahbatuh Kompol Ketut Suharto Giri, berdasarkan laporan dari warga Ketu tersebut ditemukan pertama kali oleh Ni Nyoman Mustini dan Nyoman Sudirga sekitar pukul 17.00 WITA. Saat itu saksi hendak berangkat ke sawah dan saksi Nyoman Sudirga baru pulang dari bekerja.

Baca Juga :  Kena PHK Secara Sepihak, Belasan Sopir dan Kernet Perum DAMRI Mesadu ke Anggota Dewan

Saat itu saksi menemukan sesuatu yang terbungkus oleh kain berwarna putih yang diduga terjatuh dari sebuah kendaraan sejenis Pikap warna hitam yang melintas dari arah timur menuju ke barat. Saat dicek, ternyata didalamnya terdapat 1 buah Ketu atau Bawa dengan aksesoris emas, 1 buah genitri, 5 buah cincin, serta 1 buah tempat untuk Ketu yang terbuat dari rotan.

“Atas temuan tersebut maka warga yang menemukan bersama personil di lapangan langsung membawa benda tersebut ke Polsek Blahbatuh,” tegasnya Kamis (30/6).

Setelah diamankan ke Mapolsek Blahbatuh, tak berselang lama yakni sekitar pukul 20.00 WITA, datang masyarakat ke Polsek Blahbatuh untuk menanyakan perihal temuan Ketu tersebut. Dimana disebutkan jika Ketu tersebut diduga milik Ida Sulinggih dari Desa Keramas.

Baca Juga :  Hujan Deras, Gianyar Dikepung Banjir hingga Tembok Roboh

“Disampaikan jika sekitar pukul 16.30 WITA Ida Sulinggih berangkat dari Desa Keramas untuk muput karya di Denpasar menggunakan mobil Daihatsu Terios. Hanya saja mobil sudah berjalan saat Ketu masih berada diatas kap mobil. Sehingga diduga Ketu itu terjatuh saat mobil melintas di TKP,” jelasnya.

Sedangkan Ida Sulinggih akhirnya mengambil Ketu yang lama di Griya untuk muput karya di Denpasar. “Dan sekitar pukul 23.00 WITA kita langsung serahkan Ketu itu kepada Ida Sulinggih yang datang langsung ke Mapolsek Blahbatuh,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/