alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Hujan Deras, Dahan Mangga Timpa Bangunan dan Penyengker Pura

GIANYAR, BALI EXPRESS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Payangan membuat dahan pohon mangga patah dan menimpa bangunan serta tembok penyengker di Pura Batan Pingit (Pura Batan Taru) di Banjar Ayah, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, Kamis (30/7). Hal itu pun menimbulkan kerugian yang diprediksi mencapai Rp 300 Juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, saksi di TKP Wayan Rudika menuturkan, hujan turun disekitar tempat kerjanya di Banjar Ayah sejak Rabu malam (29/7) sekitar pukul 21.00 WITA. Kemudian sekitar pukul 01.00 WITA saksi mendengar adanya suara pohon tumbang. Saat dicek, ternyata dahan pohon mangga yang ada di areal pura Batan Taru patah dan menimpa bangunan yang ada di areal Pura.

Kapolsek Payangan AKP I Putu Agus Ady Wijaya membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan bahwa dahan pohon mangga yang patah memiliki diameter 40 cm dan panjang 5 meter dengan kondisi sudah lapuk. “Dan daunnya lebat, sehingga kemungkinan dahan pohon itu patah karena sudah lapuk,” ujar saat melakukan pengecekan ke TKP, Jumat (30/7).

Adapun dahan pohon mangga yang patah itu selanjutnya menimpa bangunan Bale Gong berukur 4 x 2,5 meter hingga rusak berat. Disamping juga menimpa Bale Pewedan yang membuat bagian atapnya rusak. “Selain itu tembok penyengker pura sebelah selatan juga mengalami rusak ringan. Tidak ada korban jiwa dan diperkirakan kerugian yang dialami mencapai Rp 300 Juta,” imbuhnya.

Sementara itu Bendesa Adat Kelusa, Nyoman Suarka mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar paruman bersama krama subak atas musibah yang menimpa Pura yang diempon oleh Subak Kluntung sebanyak 30 krama subak tersebut. “Kita akan gelar paruman bersama krama subak,” tegasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Payangan membuat dahan pohon mangga patah dan menimpa bangunan serta tembok penyengker di Pura Batan Pingit (Pura Batan Taru) di Banjar Ayah, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, Kamis (30/7). Hal itu pun menimbulkan kerugian yang diprediksi mencapai Rp 300 Juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, saksi di TKP Wayan Rudika menuturkan, hujan turun disekitar tempat kerjanya di Banjar Ayah sejak Rabu malam (29/7) sekitar pukul 21.00 WITA. Kemudian sekitar pukul 01.00 WITA saksi mendengar adanya suara pohon tumbang. Saat dicek, ternyata dahan pohon mangga yang ada di areal pura Batan Taru patah dan menimpa bangunan yang ada di areal Pura.

Kapolsek Payangan AKP I Putu Agus Ady Wijaya membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan bahwa dahan pohon mangga yang patah memiliki diameter 40 cm dan panjang 5 meter dengan kondisi sudah lapuk. “Dan daunnya lebat, sehingga kemungkinan dahan pohon itu patah karena sudah lapuk,” ujar saat melakukan pengecekan ke TKP, Jumat (30/7).

Adapun dahan pohon mangga yang patah itu selanjutnya menimpa bangunan Bale Gong berukur 4 x 2,5 meter hingga rusak berat. Disamping juga menimpa Bale Pewedan yang membuat bagian atapnya rusak. “Selain itu tembok penyengker pura sebelah selatan juga mengalami rusak ringan. Tidak ada korban jiwa dan diperkirakan kerugian yang dialami mencapai Rp 300 Juta,” imbuhnya.

Sementara itu Bendesa Adat Kelusa, Nyoman Suarka mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar paruman bersama krama subak atas musibah yang menimpa Pura yang diempon oleh Subak Kluntung sebanyak 30 krama subak tersebut. “Kita akan gelar paruman bersama krama subak,” tegasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/