alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Lima Incumbent KPID Bali Tumbang, Ini yang Lolos

DENPASAR, BALI EXPRESS- Komisi I DPRD Bali menggelar uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bali periode 2021-2024, Senin (30/8). Diikuti oleh 21 orang.  Sebanyak 6 orang incumbent dan 15 pendatang baru.

Ketua Komisi I DPRD Bali I Nyoman Adnyana menjelaskan, baru pertama kali pemilihan tersebut tanpa voting, melainkan dengan musyawarah dan mufakat. Hal tersebut sebagai kebanggaan baginya di Komisi I. “Sebuah kebanggaan di Komisi I, biasanya dengan voting.  Jadi sesuatu bisa dilakukan dan selesaikan dengan bicara, tapi tetap kita mengacu pada penilaian obyektif tim seleksi bukan orang lain,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Adnyana juga menerangkan bahwa tim seleksi yang menentukan ranking dari para calon peserta, dan selanjutnya untuk bisa dipertahankan. Dari 21 peserta, akan dipilih jadi anggota KPID hanya 7 orang. Sehingga sisanya tersebut sudah tentu tersingkirkan. “Ada 7 orang akan ditentukan orangnya dari 21 peserta.  Kita menyampaikan dalam prosesnya, jika ada hal yang tidak berkenan, kita tidak bergulat memberikan nilai sekian. Karena hasilnya tim seleksi yang menentukan,” imbuh Adnyana. 

Uji kelayakan dan kepatutan bertempat di Ruang Rapat Gabungan DPRD Bali tersebut, ditetapkan 7 orang lolos sebagai anggota KPID Bali masa jabatan 2021-2024. Data yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group), dari tujuh orang itu, hanya satu incumbent. Yakni Ni Wayan Yudiartini. Sisanya pendatang baru. Yaitu Ida Bagus Ketut Agung Ludra, I Gede Agus Astapa, Wayan Suyadnyana, I Gusti Agung Gede Agung Widiana Kepakisan, Nyoman Adi Sukerno dan Ida Bagus Gde Yogi Jenana Putra.

Lima incumbent yang gagal mempertahankan jabatannya adalah I Nyoman Karta Widnyana, Ni Putu Mirayanthi Utami, I Gusti Ngurah Murthana, I Wayan Sudiarsa dan I Made Sunarsa.

 

 

 

 


DENPASAR, BALI EXPRESS- Komisi I DPRD Bali menggelar uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bali periode 2021-2024, Senin (30/8). Diikuti oleh 21 orang.  Sebanyak 6 orang incumbent dan 15 pendatang baru.

Ketua Komisi I DPRD Bali I Nyoman Adnyana menjelaskan, baru pertama kali pemilihan tersebut tanpa voting, melainkan dengan musyawarah dan mufakat. Hal tersebut sebagai kebanggaan baginya di Komisi I. “Sebuah kebanggaan di Komisi I, biasanya dengan voting.  Jadi sesuatu bisa dilakukan dan selesaikan dengan bicara, tapi tetap kita mengacu pada penilaian obyektif tim seleksi bukan orang lain,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Adnyana juga menerangkan bahwa tim seleksi yang menentukan ranking dari para calon peserta, dan selanjutnya untuk bisa dipertahankan. Dari 21 peserta, akan dipilih jadi anggota KPID hanya 7 orang. Sehingga sisanya tersebut sudah tentu tersingkirkan. “Ada 7 orang akan ditentukan orangnya dari 21 peserta.  Kita menyampaikan dalam prosesnya, jika ada hal yang tidak berkenan, kita tidak bergulat memberikan nilai sekian. Karena hasilnya tim seleksi yang menentukan,” imbuh Adnyana. 

Uji kelayakan dan kepatutan bertempat di Ruang Rapat Gabungan DPRD Bali tersebut, ditetapkan 7 orang lolos sebagai anggota KPID Bali masa jabatan 2021-2024. Data yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group), dari tujuh orang itu, hanya satu incumbent. Yakni Ni Wayan Yudiartini. Sisanya pendatang baru. Yaitu Ida Bagus Ketut Agung Ludra, I Gede Agus Astapa, Wayan Suyadnyana, I Gusti Agung Gede Agung Widiana Kepakisan, Nyoman Adi Sukerno dan Ida Bagus Gde Yogi Jenana Putra.

Lima incumbent yang gagal mempertahankan jabatannya adalah I Nyoman Karta Widnyana, Ni Putu Mirayanthi Utami, I Gusti Ngurah Murthana, I Wayan Sudiarsa dan I Made Sunarsa.

 

 

 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/