29.8 C
Denpasar
Saturday, June 10, 2023

Polres Buleleng Panggil Lima Warga Sidetapa Untuk Dimintai Keterangan

SINGARAJA, BALI EXPRESS –  Sekitar pukul 10.00 wita, Senin (30/8), lima warga desa Sidetapa tiba di Polres Buleleng. Kelima warga tersebut yakni Kadek Dicky Okta Andrean, Gede Dendi Teguh Wahyudi, Made Sumada, Nyoman Wijaya dan Putu Pujianto. Kelimanya didampingi Tim kuasa hukum Gede Pasek Suardika, Kadek Cita Ardana Yudi, Made Arnawa, I Made Kariada serta Komang Nila Adnyani. Anggota DPRD Bali Wayan Arta pun nampak turut mendampingi kelimanya ke Polres Buleleng. Kedatangan Lima Warga Desa Sidetapa itu lantaran menindaklanjuti panggilan dari Polres Buleleng untuk dimintai keterangan, terkait insiden pemukulan terhadap Dandim 1609/Buleleng Letkol Infantri Muhammad Windra Lisrianto. Bersama kuasa hukum kelimanya dimintai keterangan di ruang Unit I Pidum Polres Buleleng. 

Baca Juga :  Jatuh Dari Jukung, Pemandu Wisata Dolphin Meninggal

 

Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto mengatakan, lima Warga Desa Sidetapa yang dipanggil untuk dimintai keterangan statusnya Masih sebagai saksi. Hingga berita ini diturunkam, proses pemeriksaan masih berlangsung. “Rencananya pemeriksaan dilakukan Jumat lalu. Karena ada Hari Raya, akhirnya diundur Dan dilakukan Hari ini (Senin,red). Tidak masalah, selama mereka kooperatif dalam proses. Sekarang Masih berlangsung,” ungkapnya.

 

Disisi lain, anggota DPRD Provinsi Bali, Wayan Arta menyampaikan agar proses hukum dilakukan secara transparan dan sesuai dengan prosedur. Ia mengaku menghormati proses hukum yang berlaku. “Kami selaku warga negara, sudah seharusnya mematuhi proses hukum. Hari ini kami dipanggil, kami datang. Kami harap proses hukum sesuai dengan prosedur hukum,” kata dia.

Baca Juga :  Warga Temukan Potongan Tulang┬áManusia Berserakan di Lereng Batukaru

 

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden pemukulan terhadap Dandim 1609/Buleleng berlanjut ke ranah hukum. Pasalnya, Dandim Windra mendapat pukulan di bagian kepala belakang yang dilakukan oleh oknum warga desa Sidetapa. Kejadian itu berlangsung saat dilakukan swab antigen masal di desa Sidetapa, Senin (23/8) lalu.


SINGARAJA, BALI EXPRESS –  Sekitar pukul 10.00 wita, Senin (30/8), lima warga desa Sidetapa tiba di Polres Buleleng. Kelima warga tersebut yakni Kadek Dicky Okta Andrean, Gede Dendi Teguh Wahyudi, Made Sumada, Nyoman Wijaya dan Putu Pujianto. Kelimanya didampingi Tim kuasa hukum Gede Pasek Suardika, Kadek Cita Ardana Yudi, Made Arnawa, I Made Kariada serta Komang Nila Adnyani. Anggota DPRD Bali Wayan Arta pun nampak turut mendampingi kelimanya ke Polres Buleleng. Kedatangan Lima Warga Desa Sidetapa itu lantaran menindaklanjuti panggilan dari Polres Buleleng untuk dimintai keterangan, terkait insiden pemukulan terhadap Dandim 1609/Buleleng Letkol Infantri Muhammad Windra Lisrianto. Bersama kuasa hukum kelimanya dimintai keterangan di ruang Unit I Pidum Polres Buleleng. 

Baca Juga :  Puskesmas Desa Pakisan Dibobol Maling, Sejumlah Perhiasan Bidan Hilang

 

Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto mengatakan, lima Warga Desa Sidetapa yang dipanggil untuk dimintai keterangan statusnya Masih sebagai saksi. Hingga berita ini diturunkam, proses pemeriksaan masih berlangsung. “Rencananya pemeriksaan dilakukan Jumat lalu. Karena ada Hari Raya, akhirnya diundur Dan dilakukan Hari ini (Senin,red). Tidak masalah, selama mereka kooperatif dalam proses. Sekarang Masih berlangsung,” ungkapnya.

 

Disisi lain, anggota DPRD Provinsi Bali, Wayan Arta menyampaikan agar proses hukum dilakukan secara transparan dan sesuai dengan prosedur. Ia mengaku menghormati proses hukum yang berlaku. “Kami selaku warga negara, sudah seharusnya mematuhi proses hukum. Hari ini kami dipanggil, kami datang. Kami harap proses hukum sesuai dengan prosedur hukum,” kata dia.

Baca Juga :  Tak Bisa Tarik Tabungan, PMD Dorong Polisi Selidiki BUMDes Mekar Laba

 

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden pemukulan terhadap Dandim 1609/Buleleng berlanjut ke ranah hukum. Pasalnya, Dandim Windra mendapat pukulan di bagian kepala belakang yang dilakukan oleh oknum warga desa Sidetapa. Kejadian itu berlangsung saat dilakukan swab antigen masal di desa Sidetapa, Senin (23/8) lalu.


Most Read

Artikel Terbaru