alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Cegah Penyebaran Covid-19, Desa Pemecutan Klod Gencarkan Gakum Prokes

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 agar tak semakin meluas, perlu terus digencarkan penerapan protokol kesehatan. Kali ini penegakan hukum (Gakum) protokol kesehatan berdasarkan Pergub No.46 dan Perwali No. 48 Tahun 2020, dilaksanakan di wilayah Desa Pemecutan Klod tepatnya di Br. Sampingbuni dan Br. Monang Maning, Denpasar Barat, Selasa (29/9) malam.

Penegakan hukum sekaligus sosialisasi protokol kesehatan ini dilaksanakan pada malam hari bersama unsur TNI, Polri, Babinsa, Babinkamtibnas, Satpol PP, Pecalang Desa Adat Denpasar, dan Linmas dengan menyasar warga dan pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan di wilayah banjar tersebut.

Dalam kegiatan tersebut hadir juga Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana serta unsur Kecamatan Denpasar Barat.

Saat dikonfirmasi, Rabu (30/9), Perbekel Pemecutan Klod, I Wayan Tantra mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 serta menindaklanjuti Pergub No.46 dan Perwali No. 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini, warga yang masih melanggar protokol kesehatan, hanya menerapkan sanksi sosial seperti membersihkan sebuah tempat umum dan dibuatkan surat pernyataan sehingga tidak mengulangi kesalahannya kembali.

“Namun untuk selanjutnya, kami akan tetap melaksanakan sidak dengan berkoordinasi bersama Satpol PP Kota Denpasar, dengan menerapkan denda sesuai Perwali senilai Rp. 100.000 bagi masyarakat yang tidak memakai masker dan Rp. 1.000.000 untuk pelaku usaha yang masih melanggar protokol kesehatan,” tegasnya.

Pihaknya juga sudah memberikan stiker dan surat edaran tentang Pergub No.46 dan Perwali No. 48 Tahun 2020 ke masing-masing banjar untuk diberikan kepada pelaku usaha yang ada di wilayah masing-masing. “Semoga dengan diadakannya sidak dan sosialisasi ini dapat menyadarakan masyarakat akan pentingnya mengikuti protokol kesehatan, sehingga kedepannya dapat menuntaskan penyebaran Covid-19,” tandas Wayan Tantra.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 agar tak semakin meluas, perlu terus digencarkan penerapan protokol kesehatan. Kali ini penegakan hukum (Gakum) protokol kesehatan berdasarkan Pergub No.46 dan Perwali No. 48 Tahun 2020, dilaksanakan di wilayah Desa Pemecutan Klod tepatnya di Br. Sampingbuni dan Br. Monang Maning, Denpasar Barat, Selasa (29/9) malam.

Penegakan hukum sekaligus sosialisasi protokol kesehatan ini dilaksanakan pada malam hari bersama unsur TNI, Polri, Babinsa, Babinkamtibnas, Satpol PP, Pecalang Desa Adat Denpasar, dan Linmas dengan menyasar warga dan pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan di wilayah banjar tersebut.

Dalam kegiatan tersebut hadir juga Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana serta unsur Kecamatan Denpasar Barat.

Saat dikonfirmasi, Rabu (30/9), Perbekel Pemecutan Klod, I Wayan Tantra mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 serta menindaklanjuti Pergub No.46 dan Perwali No. 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini, warga yang masih melanggar protokol kesehatan, hanya menerapkan sanksi sosial seperti membersihkan sebuah tempat umum dan dibuatkan surat pernyataan sehingga tidak mengulangi kesalahannya kembali.

“Namun untuk selanjutnya, kami akan tetap melaksanakan sidak dengan berkoordinasi bersama Satpol PP Kota Denpasar, dengan menerapkan denda sesuai Perwali senilai Rp. 100.000 bagi masyarakat yang tidak memakai masker dan Rp. 1.000.000 untuk pelaku usaha yang masih melanggar protokol kesehatan,” tegasnya.

Pihaknya juga sudah memberikan stiker dan surat edaran tentang Pergub No.46 dan Perwali No. 48 Tahun 2020 ke masing-masing banjar untuk diberikan kepada pelaku usaha yang ada di wilayah masing-masing. “Semoga dengan diadakannya sidak dan sosialisasi ini dapat menyadarakan masyarakat akan pentingnya mengikuti protokol kesehatan, sehingga kedepannya dapat menuntaskan penyebaran Covid-19,” tandas Wayan Tantra.


Most Read

Artikel Terbaru

/