alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Cok Ace Paparkan Kesiapan Pariwisata Bali di Webinar Bhayangkari

DENPASAR, BALI EXPRESS – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, Provinsi Bali telah berupaya mempersiapkan diri untuk menerapkan tatanan kehidupan era baru. Khususnya berbagai tata caranya di sektor pariwisata yang selama ini menjadi tumpuan utama perekonomian Bali.

Dia menegaskan, Pemprov Bali juga sudah bekerja sama dengan kalangan industri pariwisata untuk mengupayakan hal tersebut. Yakni dengan menyiapkan standar yang diperlukan agar tatanan kehidupan era baru diterapkan secara maksimal di sektor pariwisata.

Ini dikatakan Cok Ace, sapaan akrab Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, saat menjadi pembicara dalam web seminar atau webinar bertajuk “Dinamika Pariwisata Bali dalam Masa Pandemi Covid-19” yang diselenggarakan Bhayangkari Daerah Bali secara daring melalui aplikasi zoom dari Kantor Wakil Gubernur Bali, Rabu (30/9).

Menurutnya, adapun berbagai implementasi protokol kesehatan dalam tatanan kehidupan era baru ini mencakup CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety dan Environmental Sustainability) yang juga sudah sesuai dengan standard WHO.

Dia mengatakan, semula industri pariwisata Bali rencananya akan dibuka secara internasional pada awal September lalu. Para pelaku pariwisata bahkan telah menyiapkan sertifikasi bagi destinasi dan penunjang pariwisata seperti hotel, restoran, dan lainnya terkait penerapan CHSE tersebut. “Sayangnya, rencana pembukaan secara internasional urung terjadi. Bukan hanya karena faktor internal dalam negeri, termasuk Bali saja, namun karena faktor negara asal juga yang masih banyak yang menerapkan lockdown bagi warganya,” ujarnya dalam webinar yang juga dihadiri Ketua Umum Bhayangkari Pusat, Fitri Idam Aziz. Webinar ini juga dihadiri langsung Ketua Bhayangkari Daerah Bali, Barbara Golose, dan Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa.

Dijelaskan, sejak pariwisata Bali dibuka untuk wisatawan domestik pada 31 Juli lalu, lonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan terjadi di Bali. “Kami masih mencari korelasi antara pembukaan Bali untuk wisatawan dengan bertambahnya angka tersebut,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Cok Ace mengaku Pemprov Bali telah mengeluarkan berbagai kebijakan, seperti penggunaan hotel bagi para orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Menambah fasilitas-fasilitas di RS Rujukan Covid-19, serta menerbitkan Pergub Bali Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. “Semua usaha tersebut bertujuan mengendalikan penyebaran virus korona di Bali,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, rasa bangganya karena dari berbagai survei yang dilakukan kepada wisatawan lokal dan internasional, bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang paling ingin dikunjungi pasca pandemi Covid-19 ini. “Saya bangga banyak wisatawan mancanegara yang merindukan Bali. Hal itu tidak lepas dari penghargaan Bali yang selama ini diraih,” bebernya.

Untuk itu, dia berencana untuk mengajak wisatawan domestik dan mancanegara untuk mulai mengunjungi dan bekerja dari Bali saja. “Selama ini tagline work from home sangat lumrah. Kenapa tidak dikenalkan saja work from Bali. Saya rasa banyak vila di pedesaan di Bali yang bisa menawarkan hal tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, Barbara Golose selaku ketua panitia mengatakan, tujuan diadakan webinar kali ini untuk mengobati kerinduan para anggota Bhayangkari seluruh Indonesia kepada Bali, dan mengajak anggota Bhayangkari memberikan kontribusi nyata di daerah mereka masing-masing selama pandemi ini berlangsung.

Dia mengakui, pandemi ini telah membuat perekonomian Bali cukup merosot. Terutama di triwulan kedua yang mencatat pertumbuhan hingga minus 10,98 persen. Dia berharap Bali bisa tetap bangkit pasca pandemi Covid-19.

Senada dengan Ny. Barbara Golose, Ketua Umum Bhayangkari Fitri Idam Aziz, mengajak para anggota Bhayangkari untuk terus berkontribusi kepada masyarakat kecil selama pandemi ini berlangsung.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, Provinsi Bali telah berupaya mempersiapkan diri untuk menerapkan tatanan kehidupan era baru. Khususnya berbagai tata caranya di sektor pariwisata yang selama ini menjadi tumpuan utama perekonomian Bali.

Dia menegaskan, Pemprov Bali juga sudah bekerja sama dengan kalangan industri pariwisata untuk mengupayakan hal tersebut. Yakni dengan menyiapkan standar yang diperlukan agar tatanan kehidupan era baru diterapkan secara maksimal di sektor pariwisata.

Ini dikatakan Cok Ace, sapaan akrab Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, saat menjadi pembicara dalam web seminar atau webinar bertajuk “Dinamika Pariwisata Bali dalam Masa Pandemi Covid-19” yang diselenggarakan Bhayangkari Daerah Bali secara daring melalui aplikasi zoom dari Kantor Wakil Gubernur Bali, Rabu (30/9).

Menurutnya, adapun berbagai implementasi protokol kesehatan dalam tatanan kehidupan era baru ini mencakup CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety dan Environmental Sustainability) yang juga sudah sesuai dengan standard WHO.

Dia mengatakan, semula industri pariwisata Bali rencananya akan dibuka secara internasional pada awal September lalu. Para pelaku pariwisata bahkan telah menyiapkan sertifikasi bagi destinasi dan penunjang pariwisata seperti hotel, restoran, dan lainnya terkait penerapan CHSE tersebut. “Sayangnya, rencana pembukaan secara internasional urung terjadi. Bukan hanya karena faktor internal dalam negeri, termasuk Bali saja, namun karena faktor negara asal juga yang masih banyak yang menerapkan lockdown bagi warganya,” ujarnya dalam webinar yang juga dihadiri Ketua Umum Bhayangkari Pusat, Fitri Idam Aziz. Webinar ini juga dihadiri langsung Ketua Bhayangkari Daerah Bali, Barbara Golose, dan Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa.

Dijelaskan, sejak pariwisata Bali dibuka untuk wisatawan domestik pada 31 Juli lalu, lonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan terjadi di Bali. “Kami masih mencari korelasi antara pembukaan Bali untuk wisatawan dengan bertambahnya angka tersebut,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Cok Ace mengaku Pemprov Bali telah mengeluarkan berbagai kebijakan, seperti penggunaan hotel bagi para orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Menambah fasilitas-fasilitas di RS Rujukan Covid-19, serta menerbitkan Pergub Bali Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. “Semua usaha tersebut bertujuan mengendalikan penyebaran virus korona di Bali,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, rasa bangganya karena dari berbagai survei yang dilakukan kepada wisatawan lokal dan internasional, bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang paling ingin dikunjungi pasca pandemi Covid-19 ini. “Saya bangga banyak wisatawan mancanegara yang merindukan Bali. Hal itu tidak lepas dari penghargaan Bali yang selama ini diraih,” bebernya.

Untuk itu, dia berencana untuk mengajak wisatawan domestik dan mancanegara untuk mulai mengunjungi dan bekerja dari Bali saja. “Selama ini tagline work from home sangat lumrah. Kenapa tidak dikenalkan saja work from Bali. Saya rasa banyak vila di pedesaan di Bali yang bisa menawarkan hal tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, Barbara Golose selaku ketua panitia mengatakan, tujuan diadakan webinar kali ini untuk mengobati kerinduan para anggota Bhayangkari seluruh Indonesia kepada Bali, dan mengajak anggota Bhayangkari memberikan kontribusi nyata di daerah mereka masing-masing selama pandemi ini berlangsung.

Dia mengakui, pandemi ini telah membuat perekonomian Bali cukup merosot. Terutama di triwulan kedua yang mencatat pertumbuhan hingga minus 10,98 persen. Dia berharap Bali bisa tetap bangkit pasca pandemi Covid-19.

Senada dengan Ny. Barbara Golose, Ketua Umum Bhayangkari Fitri Idam Aziz, mengajak para anggota Bhayangkari untuk terus berkontribusi kepada masyarakat kecil selama pandemi ini berlangsung.


Most Read

Artikel Terbaru

/