alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

PDIP Bali Kerahkan 15 Ribu Orang Saksi di Pilkada 2020

DENPASAR, BALI EXPRESS – Selain strategi dan tim pemenangan yang mumpuni, PDIP juga berencana memaksimalkan peran saksi di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) saat pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 9 Desember 2020 mendatang. Tidak tanggung-tanggung, jumlah saksi yang akan dikerahkan rencananya sampai 15 ribu orang.

Seperti diungkapkan Sekretaris Badan Saksi Nasional Pemilu (BSNP) PDIP Bali, Dewa Made Mahayadnya, Rabu (30/9), ada 11.300 saksi yang disebar di seluruh TPS di enam kabupaten/kota. “Cuma kami dari BSNP PDIP Bali menyiapkan lebih dari itu. Totalnya 15 ribu saksi,” jelas Dewa Made Mahayadnya.

Secara global dia menjelaskan, pihaknya akan menempatkan dua orang saksi di masing-masing TPS. Namun tidak menutup kemungkinan, pihaknya mengerahkan lebih dari jumlah yang standar tersebut. Ini berlaku untuk TPS yang berada di daerah dengan potensi rawan dalam hitung-hitungan partainya.

 “Bukan cuma saksi saja. Struktur partai dan fraksi, sesuai tingkatannya, juga wajib memberikan perhatian,” tukas politisi yang akrab disapa Dewa Jack ini.

Disinggung soal dana saksi, Dewa Jack yang juga ketua Fraksi PDIP di DPRD Bali ini menyebutkan, bahwa di internal partainya, urusan ini dilaksanakan secara gotong royong. Urunan antara masing-masing pasangan calon, fraksi di masing-masing kabupaten/kota, ditambah lagi dengan fraksi di DPRD Bali sesuai dengan daerah pemilihan atau dapil.

 “Sejak awal konsepnya gotong royong. Urunan antara pasangan calon, anggota fraksi, fraksi di DPRD kabupaten/kota dan provinsi, serta struktur partai,” ujarnya tanpa merinci berapa besarnya iuran maupun dana yang dikucurkan untuk saksi.

Menurutnya, pihaknya juga belum bisa mengestimasikan angka-angka. Karena pihaknya juga masih menunggu proses penetapan saksi. Dan ini rencananya baru akan dilaksanakan pada Oktober 2020 mendatang. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

 “Kami juga masih menunggu penetapan DPT dari KPU. Jadi keputusan mengenai saksi kemungkinan pada Oktober nanti bisa ditetapkan,” tutupnya.

Sebelumnya, BSNP PDIP Bali telah melakukan persiapan terkait pengerahan saksi ini. Yakni dengan melakukan ToT (training of trainers) atau pelatihan bagi pelatih saksi yang di gelar awal September 2020.

Pesertanya merupakan utusan dari masing-masing DPC di enam kabupaten/kota yang akan menjadi tempat pelaksanaan pilkada. Satu DPC mengerahkan 20 orang peserta. Mereka inilah yang nantinya akan melatih calon saksi-saksi lainnya di masing-masing kabupaten/kota.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Selain strategi dan tim pemenangan yang mumpuni, PDIP juga berencana memaksimalkan peran saksi di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) saat pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 9 Desember 2020 mendatang. Tidak tanggung-tanggung, jumlah saksi yang akan dikerahkan rencananya sampai 15 ribu orang.

Seperti diungkapkan Sekretaris Badan Saksi Nasional Pemilu (BSNP) PDIP Bali, Dewa Made Mahayadnya, Rabu (30/9), ada 11.300 saksi yang disebar di seluruh TPS di enam kabupaten/kota. “Cuma kami dari BSNP PDIP Bali menyiapkan lebih dari itu. Totalnya 15 ribu saksi,” jelas Dewa Made Mahayadnya.

Secara global dia menjelaskan, pihaknya akan menempatkan dua orang saksi di masing-masing TPS. Namun tidak menutup kemungkinan, pihaknya mengerahkan lebih dari jumlah yang standar tersebut. Ini berlaku untuk TPS yang berada di daerah dengan potensi rawan dalam hitung-hitungan partainya.

 “Bukan cuma saksi saja. Struktur partai dan fraksi, sesuai tingkatannya, juga wajib memberikan perhatian,” tukas politisi yang akrab disapa Dewa Jack ini.

Disinggung soal dana saksi, Dewa Jack yang juga ketua Fraksi PDIP di DPRD Bali ini menyebutkan, bahwa di internal partainya, urusan ini dilaksanakan secara gotong royong. Urunan antara masing-masing pasangan calon, fraksi di masing-masing kabupaten/kota, ditambah lagi dengan fraksi di DPRD Bali sesuai dengan daerah pemilihan atau dapil.

 “Sejak awal konsepnya gotong royong. Urunan antara pasangan calon, anggota fraksi, fraksi di DPRD kabupaten/kota dan provinsi, serta struktur partai,” ujarnya tanpa merinci berapa besarnya iuran maupun dana yang dikucurkan untuk saksi.

Menurutnya, pihaknya juga belum bisa mengestimasikan angka-angka. Karena pihaknya juga masih menunggu proses penetapan saksi. Dan ini rencananya baru akan dilaksanakan pada Oktober 2020 mendatang. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

 “Kami juga masih menunggu penetapan DPT dari KPU. Jadi keputusan mengenai saksi kemungkinan pada Oktober nanti bisa ditetapkan,” tutupnya.

Sebelumnya, BSNP PDIP Bali telah melakukan persiapan terkait pengerahan saksi ini. Yakni dengan melakukan ToT (training of trainers) atau pelatihan bagi pelatih saksi yang di gelar awal September 2020.

Pesertanya merupakan utusan dari masing-masing DPC di enam kabupaten/kota yang akan menjadi tempat pelaksanaan pilkada. Satu DPC mengerahkan 20 orang peserta. Mereka inilah yang nantinya akan melatih calon saksi-saksi lainnya di masing-masing kabupaten/kota.


Most Read

Artikel Terbaru

/