alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Delapan Pengeroyok Tukang Parkir Resmi Tersangka, Satu Tak Ditahan

BALI EXPRESS, SEMARAPURA – Satreskrim Polres Klungkung resmi menetapkan delapan tersangka kasus dugaan pengeroyokan tukang parkir, I Made Segara, 44, asal Dusun Bias, Desa Kusamba, Kecamatan Dewan, Klungkung di depan monument Puputan Klungkung.  Dari sekian tersangka, hanya satu tak ditahan, yakni SR, 16.

Kasubag Humas Polres Klungkung AKP I Putu Gede Ardana menegaskan, SR tidak ditahan karena masih di bawah umur. Meski demikian, pihaknya memastikan proses hukumnya tetap berlanjut.

Dalam proses penyidikan anak tersebut, penyidik berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas), agar selama tidak ditahan tidak mengganggu proses penyidikan. “Pasti kami pikirkan keselamatan dia, termasuk antisipasi agar tidak melarikan diri,” terang Ardana, Kamis (29/11) kemarin.

Sedangkan tujuh tersangka lain resmi ditahan. Yaitu Yusuf Bach Tiyar, 29. Reza Prasetyo, 20; Aldi Vitra Mahendra, 19; Ari Hermanto,24; Moch Harits Al Muhasibi,25; M. Abidin Shofiuloh,20; dan Didik Sugiarto,34. Semuanya tersangka disangkakan Pasal 170 ayat (1) dan (2) ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Akibat Percikan Dupa, Balai Piasan di Pura Kubon Tubuh Hangus

Kepada penyidik, para tersangka ini mengakui melakukan pengeroyokan.Yusuf  mengaku melempar kunci roda mobil, mengenai punggung korban. Didik Sugiarto menggunakan kunci roda mobil untuk memukul bagian kepala korban sebanyak dua kali. Sedangkan tersangka lainnya, rata-rata memukul dan menendang hingga korban tersungkur. Misalnya Reza. Ia memukul bagian kepala belakang korban.

Ardana menegaskan, hingga kemarin penyidik masih melakukan pendalaman kasus yang semua tersangka berasal dari Malang, Jawa Timur itu. Para tersangka masih ngotot dengan keterangnnya, yakni tidak pernah berkata kasar yang menjadi pemicu keributan. “Awal mula keributan karena korban mendengar salah satu tersangka berkata kasar. Tapi tidak ada dari tersangka mengakui hal itu,” tandas Ardana.

Seperti diketahui, awal mula dugaan pengeroyokan terjadi ketika korban hendak bertemu rekannya di monument Puputan Klungkung, Selasa (27/11) malam.  Di saat bersamaan, para tersangka yang merupakan pekerja di salah satu toko elektronik dan furnitur di Klungkung juga berkumpul. Mereka pesta minuman keras (miras) jenis tuak.

Baca Juga :  Tiga Sektor Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Bali

Tiba-tiba korban mendengar kata kasar  yang diduga dilontarkan salah satu dari segerombolan orang tersebut. Bermaksud menanyakan hal itu, korban menghampiri mereka. Namun yang terjadi malah cekcok mulut. Merasa tak aman, korban mengadu ke Polisi Subsektor yang tak terlalu jauh dari lokasi. Di saat korban kembali ke monument bersama seorang anggota polisi di belakangnya, dia kembali diserang. Kali ini sejumlah orang keluar mobil warna kuning. Korban pun menyelamatkan diri ke depan pintu gerbang Kantor Bupati Klungkung.  Saat hendak mengambil sepeda motornya yang sudah dirusak salah satu tersangka,  korban dikeroyok hingga luka-luka. Darah berceceran di jalan raya depan monumen.


BALI EXPRESS, SEMARAPURA – Satreskrim Polres Klungkung resmi menetapkan delapan tersangka kasus dugaan pengeroyokan tukang parkir, I Made Segara, 44, asal Dusun Bias, Desa Kusamba, Kecamatan Dewan, Klungkung di depan monument Puputan Klungkung.  Dari sekian tersangka, hanya satu tak ditahan, yakni SR, 16.

Kasubag Humas Polres Klungkung AKP I Putu Gede Ardana menegaskan, SR tidak ditahan karena masih di bawah umur. Meski demikian, pihaknya memastikan proses hukumnya tetap berlanjut.

Dalam proses penyidikan anak tersebut, penyidik berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas), agar selama tidak ditahan tidak mengganggu proses penyidikan. “Pasti kami pikirkan keselamatan dia, termasuk antisipasi agar tidak melarikan diri,” terang Ardana, Kamis (29/11) kemarin.

Sedangkan tujuh tersangka lain resmi ditahan. Yaitu Yusuf Bach Tiyar, 29. Reza Prasetyo, 20; Aldi Vitra Mahendra, 19; Ari Hermanto,24; Moch Harits Al Muhasibi,25; M. Abidin Shofiuloh,20; dan Didik Sugiarto,34. Semuanya tersangka disangkakan Pasal 170 ayat (1) dan (2) ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Tiga Sektor Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Bali

Kepada penyidik, para tersangka ini mengakui melakukan pengeroyokan.Yusuf  mengaku melempar kunci roda mobil, mengenai punggung korban. Didik Sugiarto menggunakan kunci roda mobil untuk memukul bagian kepala korban sebanyak dua kali. Sedangkan tersangka lainnya, rata-rata memukul dan menendang hingga korban tersungkur. Misalnya Reza. Ia memukul bagian kepala belakang korban.

Ardana menegaskan, hingga kemarin penyidik masih melakukan pendalaman kasus yang semua tersangka berasal dari Malang, Jawa Timur itu. Para tersangka masih ngotot dengan keterangnnya, yakni tidak pernah berkata kasar yang menjadi pemicu keributan. “Awal mula keributan karena korban mendengar salah satu tersangka berkata kasar. Tapi tidak ada dari tersangka mengakui hal itu,” tandas Ardana.

Seperti diketahui, awal mula dugaan pengeroyokan terjadi ketika korban hendak bertemu rekannya di monument Puputan Klungkung, Selasa (27/11) malam.  Di saat bersamaan, para tersangka yang merupakan pekerja di salah satu toko elektronik dan furnitur di Klungkung juga berkumpul. Mereka pesta minuman keras (miras) jenis tuak.

Baca Juga :  Sidak Penambangan Liar, Empat Orang Digiring Satpol PP

Tiba-tiba korban mendengar kata kasar  yang diduga dilontarkan salah satu dari segerombolan orang tersebut. Bermaksud menanyakan hal itu, korban menghampiri mereka. Namun yang terjadi malah cekcok mulut. Merasa tak aman, korban mengadu ke Polisi Subsektor yang tak terlalu jauh dari lokasi. Di saat korban kembali ke monument bersama seorang anggota polisi di belakangnya, dia kembali diserang. Kali ini sejumlah orang keluar mobil warna kuning. Korban pun menyelamatkan diri ke depan pintu gerbang Kantor Bupati Klungkung.  Saat hendak mengambil sepeda motornya yang sudah dirusak salah satu tersangka,  korban dikeroyok hingga luka-luka. Darah berceceran di jalan raya depan monumen.


Most Read

Artikel Terbaru

/