alexametrics
30.8 C
Denpasar
Saturday, January 29, 2022

Tabanan Dapat Tambahan Kuota 1.200 BPNT

TABANAN, BALI EXPRESS – Kabupaten Tabanan kembali memperoleh kuota tambahan bantuan pangan nontunai (BPNT) sebanyak 1.200 keluarga penerima manfaat (KPM).

Saat ini, kuota tambahan dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut sedang ditindaklanjuti Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tabanan.

Tindak lanjutnya yakni dengan memanggil KPM yang masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk melakukan pembukaan buku rekening kolektif.

“Sudah dari kemarin, Senin (29/12). Sekarang ini lagi verifikasi sekaligus burekol (buka rekening kolektif,” jelas Kepala Dinsos P3A Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan, Selasa (30/11).

Dia menjelaskan, tambahan sebanyak 1.200 KPM itu baru sebatas kuota.

Dalam prosesnya nanti akan ada verifikasi untuk memastikan apakah KPM yang disasar memenuhi persyaratan. Di samping KPM tersebut memang masuk ke dalam DTKS.

“Kami perlu verifikasi. Bisa saja calon penerimanya ini sudah memperoleh BST (bantuan sosial tunai) atau BLT (bantuan langsung tunai). Kalau layak diberikan kartu (KKS),” jelasnya.

Tentunya, sambung dia, pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) dan perbekel memahami kondisi di lapangan.

“(Tambahan) ini murni yang masuk DTKS yang belum tercover kemarin,” lanjutnya.

Baca Juga :  Berstatus Buronan, Tapi Bangun Hotel Mulia di Pantai Geger

Diakuinya, kuota tambahan penerima BPNT tersebut tidak serta merta menutup kemungkinan KPM yang masuk DTKS dan tercecer akan tertutupi sepenuhnya.

“Tidak serta merta usulan kami dijawab pusat. Sama seperti kami di dinas (dalam penganggaran) tidak semua memperoleh pagu,” ujarnya mengilustrasikan.

Meski begitu, dengan adanya tambahan kuota dari Kemensos, jumlah penerima BPNT di Tabanan bertambah dari 21.323 menjadi 22.523penerima.

Saat ini, sambungnya, proses pembagian kartu ditambah pembukaan rekening kolektif akan diteruskan sampai tingkat kecamatan. Proses pembagian kartu dan pembukaan rekening secara kolektif yang menjangkau penerima di seputaran Tabanan dilakukan di Dinsos P3A.

“Sementara untuk yang jauh-jauh, seperti Baturiti, besok dilakukan (terpusat) di kantor kecamatan,” tukasnya.

Penerima yang memenuhi syarat dalam proses verifikasi nantinya akan memperoleh BPNT yang ditransfer ke rekening penerima. Satu penerima memperoleh Rp 200 ribu.

“Artinya begitu bantuannya masuk ke rekening, penerima tinggal datang ke agen dan e warung untuk menggesek. Karena bantuannya dicairkan langsung dari pusat begitu SP2D keluar. Desember 2021 ibi baru masuk. Sekarang baru buka rekening kolektif,” pungkasnya.

TABANAN, BALI EXPRESS – Kabupaten Tabanan kembali memperoleh kuota tambahan bantuan pangan nontunai (BPNT) sebanyak 1.200 keluarga penerima manfaat (KPM).

Saat ini, kuota tambahan dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut sedang ditindaklanjuti Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tabanan.

Tindak lanjutnya yakni dengan memanggil KPM yang masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk melakukan pembukaan buku rekening kolektif.

“Sudah dari kemarin, Senin (29/12). Sekarang ini lagi verifikasi sekaligus burekol (buka rekening kolektif,” jelas Kepala Dinsos P3A Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan, Selasa (30/11).

Dia menjelaskan, tambahan sebanyak 1.200 KPM itu baru sebatas kuota.

Dalam prosesnya nanti akan ada verifikasi untuk memastikan apakah KPM yang disasar memenuhi persyaratan. Di samping KPM tersebut memang masuk ke dalam DTKS.

“Kami perlu verifikasi. Bisa saja calon penerimanya ini sudah memperoleh BST (bantuan sosial tunai) atau BLT (bantuan langsung tunai). Kalau layak diberikan kartu (KKS),” jelasnya.

Tentunya, sambung dia, pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) dan perbekel memahami kondisi di lapangan.

“(Tambahan) ini murni yang masuk DTKS yang belum tercover kemarin,” lanjutnya.

Baca Juga :  Berstatus Buronan, Tapi Bangun Hotel Mulia di Pantai Geger

Diakuinya, kuota tambahan penerima BPNT tersebut tidak serta merta menutup kemungkinan KPM yang masuk DTKS dan tercecer akan tertutupi sepenuhnya.

“Tidak serta merta usulan kami dijawab pusat. Sama seperti kami di dinas (dalam penganggaran) tidak semua memperoleh pagu,” ujarnya mengilustrasikan.

Meski begitu, dengan adanya tambahan kuota dari Kemensos, jumlah penerima BPNT di Tabanan bertambah dari 21.323 menjadi 22.523penerima.

Saat ini, sambungnya, proses pembagian kartu ditambah pembukaan rekening kolektif akan diteruskan sampai tingkat kecamatan. Proses pembagian kartu dan pembukaan rekening secara kolektif yang menjangkau penerima di seputaran Tabanan dilakukan di Dinsos P3A.

“Sementara untuk yang jauh-jauh, seperti Baturiti, besok dilakukan (terpusat) di kantor kecamatan,” tukasnya.

Penerima yang memenuhi syarat dalam proses verifikasi nantinya akan memperoleh BPNT yang ditransfer ke rekening penerima. Satu penerima memperoleh Rp 200 ribu.

“Artinya begitu bantuannya masuk ke rekening, penerima tinggal datang ke agen dan e warung untuk menggesek. Karena bantuannya dicairkan langsung dari pusat begitu SP2D keluar. Desember 2021 ibi baru masuk. Sekarang baru buka rekening kolektif,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru