alexametrics
30.8 C
Denpasar
Saturday, January 29, 2022

Volume Air Meningkat, Teras Rumah di Atas Saluran Subak Jebol

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Satu rumah di Banjar Punduh Labak Kelod, Jalan Setiabudi lingkungan Banyuning Timur, Kelurahan Banyuni jebol. Teras rumah yang berada di atas saluran air itu amblas setelah diguyur hujan berjam-jam pada Senin (30/11) malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Buleleng itu juga mengakibatkan volume ir naik. Begitu juga dengan volume air di Subak Babakan Jati Banyuning. Teras rumah milik Wayan Bawa yang ditempati oleh anaknya Gede Aryana itu berada di atas saluran subak Babakan Jati. Diperkirakan lantaran air yang mengalir di saluran itu tekanannya besar maka dengan mudah menggerus podasi rumahnya. 

Dikonfirmasi via telepon, Selasa (30/11) sore, Lurah Banyuning Nyoman Mulyawan membenarkan peristiwa itu. Jebolnya teras rumah milik warganya itu sebelumnya telah menunjukkan tanda-tanda akan jebol. Namun kejadian parahnya terjadi pada Senin malamsaat hujan mengguyur wilayah Kecamatan Buleleng. Menurut Lurah Mulyawan, jebolnya teras Wayan Bawa itu adalah yang kedua kalinya. “Kejadiannya sebenarnya sudah dua kali. Yang pertama jebol biasa retak-retak biasa. Saluran air ini kan jauh di bawah rumahnya. Mungkin saat hujan itu aliran airnya besar sehingga saluran tertutup dan membuat pondasi tergerus. Pondasinya jebol hampir sekitar 80 sentimeter ke bawah,” kata dia.

Disamping itu, tidak adanya penyangga yang menjadi penguat pondasi di atas saluran diduga menjadi salah satu faktor penyebab jebolnya pondasi saat diterjang volume air yang besar. Terlebih tekanan air yang menggenang di atas saluran juga meningkat akibat hujan deras. “Kejadiannya sudah dilaporkan juga, dan sudah ditinjau oleh BPBD juga. Kalau soal pondasi sih saya rasa kuat saja. Mungkin karena volume airnya besar dan pondasi di bawahnya itu tidak ada penyangganya jadi gampag amblasnya. Itu mungkin yang menyebabkan, karena di bawah pondasi itu kan lobang. Selain itu juga tekanan genangan air dari atas juga tekanan keras, karena musim hujan,” tambahnya. 

Baca Juga :  Resmikan Kantor Ombudsman, Koster Tegaskan Tak Alergi Kritik

Jebolnya rumah yang ditempati oleh Gede Aryana besama Ni Kadek Widiartini serta Putu Arta Wijaya yang baru berusia 1 tahun itu, diketahui Senin malam. Saat kejadian Aryana bersama keluarga tidak berada di rumah dan rumah dalam keadaan kosong. Sebelum kejadian itu, satu minggu sebelumnya rumah Gede Aryana sudah dikabarkan tidak aman oleh Ketua Subak Babakan Jati. “Sudah nampak juga retakan-retakan tanda-tanda jebolan. Sudah gitu makanya tidak ditempati takutnya jebolnya makin parah. Nah pas kemarin malam taunya sudah parah jebolannya. Syukur yang punya rumah sudah tidak ada. Sudah mengungsi ke rumah saudaranya,” lanjut Lurah Mulyawan. 

Selain rumah warga yang jebol, juga terjadi pohon tumbang di Lingkungan Padang Keling. Dua pohon yang tumbang saat hujan deras itu menimpa satu pelinggih di sebuah pura. “Kemarin juga ada kejadian pohon tumbang di padang keeling. Pohon kucacil dan kepuh. Dua pohon itu menimpa pelinggih hingga hancur. Itu kejadiannya kemarin malam juga,” ungkapnya.

Beruntung dari kejadian-kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Hanya saja, keluarga Wayan Bawa mengalami kerugian hingga Rp 30 juta. 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Satu rumah di Banjar Punduh Labak Kelod, Jalan Setiabudi lingkungan Banyuning Timur, Kelurahan Banyuni jebol. Teras rumah yang berada di atas saluran air itu amblas setelah diguyur hujan berjam-jam pada Senin (30/11) malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Buleleng itu juga mengakibatkan volume ir naik. Begitu juga dengan volume air di Subak Babakan Jati Banyuning. Teras rumah milik Wayan Bawa yang ditempati oleh anaknya Gede Aryana itu berada di atas saluran subak Babakan Jati. Diperkirakan lantaran air yang mengalir di saluran itu tekanannya besar maka dengan mudah menggerus podasi rumahnya. 

Dikonfirmasi via telepon, Selasa (30/11) sore, Lurah Banyuning Nyoman Mulyawan membenarkan peristiwa itu. Jebolnya teras rumah milik warganya itu sebelumnya telah menunjukkan tanda-tanda akan jebol. Namun kejadian parahnya terjadi pada Senin malamsaat hujan mengguyur wilayah Kecamatan Buleleng. Menurut Lurah Mulyawan, jebolnya teras Wayan Bawa itu adalah yang kedua kalinya. “Kejadiannya sebenarnya sudah dua kali. Yang pertama jebol biasa retak-retak biasa. Saluran air ini kan jauh di bawah rumahnya. Mungkin saat hujan itu aliran airnya besar sehingga saluran tertutup dan membuat pondasi tergerus. Pondasinya jebol hampir sekitar 80 sentimeter ke bawah,” kata dia.

Disamping itu, tidak adanya penyangga yang menjadi penguat pondasi di atas saluran diduga menjadi salah satu faktor penyebab jebolnya pondasi saat diterjang volume air yang besar. Terlebih tekanan air yang menggenang di atas saluran juga meningkat akibat hujan deras. “Kejadiannya sudah dilaporkan juga, dan sudah ditinjau oleh BPBD juga. Kalau soal pondasi sih saya rasa kuat saja. Mungkin karena volume airnya besar dan pondasi di bawahnya itu tidak ada penyangganya jadi gampag amblasnya. Itu mungkin yang menyebabkan, karena di bawah pondasi itu kan lobang. Selain itu juga tekanan genangan air dari atas juga tekanan keras, karena musim hujan,” tambahnya. 

Baca Juga :  Resmikan Kantor Ombudsman, Koster Tegaskan Tak Alergi Kritik

Jebolnya rumah yang ditempati oleh Gede Aryana besama Ni Kadek Widiartini serta Putu Arta Wijaya yang baru berusia 1 tahun itu, diketahui Senin malam. Saat kejadian Aryana bersama keluarga tidak berada di rumah dan rumah dalam keadaan kosong. Sebelum kejadian itu, satu minggu sebelumnya rumah Gede Aryana sudah dikabarkan tidak aman oleh Ketua Subak Babakan Jati. “Sudah nampak juga retakan-retakan tanda-tanda jebolan. Sudah gitu makanya tidak ditempati takutnya jebolnya makin parah. Nah pas kemarin malam taunya sudah parah jebolannya. Syukur yang punya rumah sudah tidak ada. Sudah mengungsi ke rumah saudaranya,” lanjut Lurah Mulyawan. 

Selain rumah warga yang jebol, juga terjadi pohon tumbang di Lingkungan Padang Keling. Dua pohon yang tumbang saat hujan deras itu menimpa satu pelinggih di sebuah pura. “Kemarin juga ada kejadian pohon tumbang di padang keeling. Pohon kucacil dan kepuh. Dua pohon itu menimpa pelinggih hingga hancur. Itu kejadiannya kemarin malam juga,” ungkapnya.

Beruntung dari kejadian-kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Hanya saja, keluarga Wayan Bawa mengalami kerugian hingga Rp 30 juta. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru