alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Ambil Dana Nasabah, Mantan Ketua LPD Kalianget Tersangka

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Mantan Ketua Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Ketut Darmada, 49, akhirnys secara resmi ditetapan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Buleleng. Darmada terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian hingga Rp 355 juta.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto menjelaskan, tindak pidana korupsi itu dilakukan Ketut Darmada secara bertahap terhitung 2009 hingga 2018 lalu. 

Modusnya, Darmada menggunakan dana LPD dengan cara kasbon, yang dilakukan secara terus menerus atau berulang kali, namun tidak kunjung dikembalikan.

Akibatnya, sejumlah warga mulai kesulitan menarik uang yang disimpan di LPD Kalianget. Tak terima, sejumlah warga pun melaporkan kasus tindak pidana korupsi ini ke Mapolres Buleleng pada 17 Januari 2020 lalu dengan nomor laporan LP-A/03/I/2020/Bali/Res Buleleng.

Berbekal laporan itu, Sat Reskrim  melakukan penyelidikan, serta melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tujuannya melakukan audit terhadap keuangan yang ada di LPD tersebut.

Dari hasil audit, Tim BPKP menemukan adanya kerugian mencapai Rp 355 juta lebih.  Atas temuan itu, Ketut Darmada pun mengakui perbuatannya yang telah menggunakan dana LPD untuk kepentingan pribadinya.

“Uang itu digunakan oleh tersangka untuk keperluan pribadi. Seperti beli motor, kemudian untuk modal usaha rental playstation, serta untuk beli laptop,” ucap AKP Vicky.

Lanjut AKP Vicky, saat ini kasus korupsi tersebut sudah P21, dan rencananya pada awal Januari 2021 nanti akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Buleleng.

Kepada awak media, tersangka Ketut Darmada tidak menampik, meminjam uang milik nasabahnya sedikit demi sedikit. Ia berdalih terpaksa melakukan tindak pidana korupsi karena gaji yang ia terima sangat minim.

“Saya pinjam dengan cara kasbon. Kadang kalau saya punya uang, saya kembalikan pinjaman itu.  Ada juga yang belum saya kembalikan. Setiap minjam hanya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta saja, tergantung keperluan. Tapi minjamnya memang sering,” akunya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Mantan Ketua Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Ketut Darmada, 49, akhirnys secara resmi ditetapan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Buleleng. Darmada terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian hingga Rp 355 juta.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto menjelaskan, tindak pidana korupsi itu dilakukan Ketut Darmada secara bertahap terhitung 2009 hingga 2018 lalu. 

Modusnya, Darmada menggunakan dana LPD dengan cara kasbon, yang dilakukan secara terus menerus atau berulang kali, namun tidak kunjung dikembalikan.

Akibatnya, sejumlah warga mulai kesulitan menarik uang yang disimpan di LPD Kalianget. Tak terima, sejumlah warga pun melaporkan kasus tindak pidana korupsi ini ke Mapolres Buleleng pada 17 Januari 2020 lalu dengan nomor laporan LP-A/03/I/2020/Bali/Res Buleleng.

Berbekal laporan itu, Sat Reskrim  melakukan penyelidikan, serta melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tujuannya melakukan audit terhadap keuangan yang ada di LPD tersebut.

Dari hasil audit, Tim BPKP menemukan adanya kerugian mencapai Rp 355 juta lebih.  Atas temuan itu, Ketut Darmada pun mengakui perbuatannya yang telah menggunakan dana LPD untuk kepentingan pribadinya.

“Uang itu digunakan oleh tersangka untuk keperluan pribadi. Seperti beli motor, kemudian untuk modal usaha rental playstation, serta untuk beli laptop,” ucap AKP Vicky.

Lanjut AKP Vicky, saat ini kasus korupsi tersebut sudah P21, dan rencananya pada awal Januari 2021 nanti akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Buleleng.

Kepada awak media, tersangka Ketut Darmada tidak menampik, meminjam uang milik nasabahnya sedikit demi sedikit. Ia berdalih terpaksa melakukan tindak pidana korupsi karena gaji yang ia terima sangat minim.

“Saya pinjam dengan cara kasbon. Kadang kalau saya punya uang, saya kembalikan pinjaman itu.  Ada juga yang belum saya kembalikan. Setiap minjam hanya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta saja, tergantung keperluan. Tapi minjamnya memang sering,” akunya.


Most Read

Artikel Terbaru

/