alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Buleleng 2021 Alokasikan Dana  Rp 5 Miliar Tangani Covid-19 

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Dana penanganan Covid-19 di Buleleng tahun 2021 dianggarkan Rp 5 Miliar. Anggaran yang dipasang dalam Belanja Tak Terduga (BTT) tersebut sudah termasuk biaya operasional vaksinasi Covid-19.

Sekda Buleleng, juga sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Buleleng, Gede Suyasa menjelaskan, dalam APBD 2021 pihaknya sejatinya sudah memasang dana sebesar Rp 3 Miliar dalam BTT.

Namun, saat APBD 2021 itu dievaluasi oleh Gubernur Bali, pihaknya diminta menyiapkan dana untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di BTT APBD 2021.

Mengingat hingga saat ini petunjuk teknis terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 belum diterima, pihaknya pun hanya bisa melakukan estimasi, dengan menambah BTT lagi Rp 2 Miliar. Sehingga total dana BTT yang dipasang di APBD 2021 menjadi Rp 5 Miliar.

Dijelaskan Suyasa, berdasarkan hasil koordinasi Dinkes Buleleng dengan Dinkes Bali, vaksinasi ini estimasinya akan dilakukan kepada 450 ribu orang, atau 70 persen dari jumlah penduduk di Buleleng.

Hanya saja sampai ini petunjuk teknis pelaksanaan vaksin belum diterima, sehingga untuk menghitung berapa biaya yang diperlukan untuk memvaksin satu orang belum bisa dilakukan.

“Kami pasang di BTT bukan di belanja operasi Dinkes. Begitu ada juknis kami bisa menyesuaikan. Kalau misalnya dana Rp 5 Miliar itu masih kurang karena ada bencana lain yang harus dibiayai dari BTT, ya tentu akan dilakukan  refocusing berdasarkan Permendagri. Ini masih estimasi saja, yang penting dana awal sudah disiapkan,” jelasnya.

Sementara itu, terkait perkembangan Covid-19 di Buleleng, Rabu (30/12), terdapat penambahan tujuh kasus baru terkonfirmasi. Dengan rincian satu orang asal Kecamatan Gerokgak. Empat orang asal Kecamatan Buleleng. Satu orang asal Kecamatan Sukasada. Dan, satu orang lainnya asal Kecamatan Banjar.

Selain itu, Satgas juga mengumumkan terdapat penambahan delapan pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh. Delapan pasien itu seluruhnya berasal dari Kecamatan Buleleng. Dengan demikian, kini sisa pasien Covid-19 yang masih dirawat sebanyak 51 orang. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Dana penanganan Covid-19 di Buleleng tahun 2021 dianggarkan Rp 5 Miliar. Anggaran yang dipasang dalam Belanja Tak Terduga (BTT) tersebut sudah termasuk biaya operasional vaksinasi Covid-19.

Sekda Buleleng, juga sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Buleleng, Gede Suyasa menjelaskan, dalam APBD 2021 pihaknya sejatinya sudah memasang dana sebesar Rp 3 Miliar dalam BTT.

Namun, saat APBD 2021 itu dievaluasi oleh Gubernur Bali, pihaknya diminta menyiapkan dana untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di BTT APBD 2021.

Mengingat hingga saat ini petunjuk teknis terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 belum diterima, pihaknya pun hanya bisa melakukan estimasi, dengan menambah BTT lagi Rp 2 Miliar. Sehingga total dana BTT yang dipasang di APBD 2021 menjadi Rp 5 Miliar.

Dijelaskan Suyasa, berdasarkan hasil koordinasi Dinkes Buleleng dengan Dinkes Bali, vaksinasi ini estimasinya akan dilakukan kepada 450 ribu orang, atau 70 persen dari jumlah penduduk di Buleleng.

Hanya saja sampai ini petunjuk teknis pelaksanaan vaksin belum diterima, sehingga untuk menghitung berapa biaya yang diperlukan untuk memvaksin satu orang belum bisa dilakukan.

“Kami pasang di BTT bukan di belanja operasi Dinkes. Begitu ada juknis kami bisa menyesuaikan. Kalau misalnya dana Rp 5 Miliar itu masih kurang karena ada bencana lain yang harus dibiayai dari BTT, ya tentu akan dilakukan  refocusing berdasarkan Permendagri. Ini masih estimasi saja, yang penting dana awal sudah disiapkan,” jelasnya.

Sementara itu, terkait perkembangan Covid-19 di Buleleng, Rabu (30/12), terdapat penambahan tujuh kasus baru terkonfirmasi. Dengan rincian satu orang asal Kecamatan Gerokgak. Empat orang asal Kecamatan Buleleng. Satu orang asal Kecamatan Sukasada. Dan, satu orang lainnya asal Kecamatan Banjar.

Selain itu, Satgas juga mengumumkan terdapat penambahan delapan pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh. Delapan pasien itu seluruhnya berasal dari Kecamatan Buleleng. Dengan demikian, kini sisa pasien Covid-19 yang masih dirawat sebanyak 51 orang. 


Most Read

Artikel Terbaru

/