alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

PTM Ditunda, Disdik Tabanan Bentuk Kelompok Belajar

TABANAN, BALI EXPRESS – Setelah diputuskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ditunda, Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan akan memaksimalkan pembelajaran kelompok.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Nyoman Putra mengatakan, kelompok belajar merupakan salah satu upaya strategis dalam pengoptimalan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Sebab, pada dasarnya pihaknya sudah pernah melakukan kegiatan kelompok belajar pada siswa SD untuk memaksimalkan pembelajaran Calistung  (Membaca, Menulis dan Berhitung). Sehingga penerapan kelompok belajar ini akan diteruskan.

“Tujuan kelompok belajar ini adalah mengutamakan keselamatan murid, dan kompetensi murid tidak boleh terabaikan pada kelas rendah, yaitu SD,” ungkapnya saat dikonfirmasi Selasa (29/12).

Ditambahkannya, kelompok belajar sangat penting pada jenjang SD sebagai bentuk pembelajaran keterampilan Calistung. Hal itu sebagai modal dasar murid SD dalam menuju tingkat selanjutnya. Sistem kelompok belajar juga tetap pada berbasis desa. 

“Ketika desa terkena zona merah, maka kami tidak akan melakukan kegiatan kelompok belajar. Bila  desa itu terbebas dari Covid-19, maka kegiatan kelompok belajar bisa dilaksanakan dengan aman,” imbuhnya.

Lebih lanjut Putra menjelaskan, penundaan PTM di Kabupaten Tabanan dilakukan karena adanya masukan dari Dinkes, Sekda dan Komisi Ketua Komisi IV DPRD Tabanan. Dimana saat ini penyebaran Covid-19 di Tabanan sangat tidak terkontrol. “Pemerintah daerah sangat khawatir akan kondisi penyebaran Covid-19, maka PTM terpaksa ditunda untuk mencegah terjadinya cluster baru,” tegasnya.

Namun ketika nanti ada vaksin Covid-19, lanjutnya, maka pihaknya akan memprioritaskan seluruh tenaga pengajar di Kabupaten Tabanan untuk divaksin. Setelah itu, PTM akan segera dibuka. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Setelah diputuskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ditunda, Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan akan memaksimalkan pembelajaran kelompok.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Nyoman Putra mengatakan, kelompok belajar merupakan salah satu upaya strategis dalam pengoptimalan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Sebab, pada dasarnya pihaknya sudah pernah melakukan kegiatan kelompok belajar pada siswa SD untuk memaksimalkan pembelajaran Calistung  (Membaca, Menulis dan Berhitung). Sehingga penerapan kelompok belajar ini akan diteruskan.

“Tujuan kelompok belajar ini adalah mengutamakan keselamatan murid, dan kompetensi murid tidak boleh terabaikan pada kelas rendah, yaitu SD,” ungkapnya saat dikonfirmasi Selasa (29/12).

Ditambahkannya, kelompok belajar sangat penting pada jenjang SD sebagai bentuk pembelajaran keterampilan Calistung. Hal itu sebagai modal dasar murid SD dalam menuju tingkat selanjutnya. Sistem kelompok belajar juga tetap pada berbasis desa. 

“Ketika desa terkena zona merah, maka kami tidak akan melakukan kegiatan kelompok belajar. Bila  desa itu terbebas dari Covid-19, maka kegiatan kelompok belajar bisa dilaksanakan dengan aman,” imbuhnya.

Lebih lanjut Putra menjelaskan, penundaan PTM di Kabupaten Tabanan dilakukan karena adanya masukan dari Dinkes, Sekda dan Komisi Ketua Komisi IV DPRD Tabanan. Dimana saat ini penyebaran Covid-19 di Tabanan sangat tidak terkontrol. “Pemerintah daerah sangat khawatir akan kondisi penyebaran Covid-19, maka PTM terpaksa ditunda untuk mencegah terjadinya cluster baru,” tegasnya.

Namun ketika nanti ada vaksin Covid-19, lanjutnya, maka pihaknya akan memprioritaskan seluruh tenaga pengajar di Kabupaten Tabanan untuk divaksin. Setelah itu, PTM akan segera dibuka. 


Most Read

Artikel Terbaru

/