alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Komisi IV Dorong Guru dan Tenaga Kependidikan Dapat Prioritas Vaksin

 TABANAN, BALI EXPRESS – Hingga sejauh ini, Kabupaten Tabanan belum turun statusnya ke zona hijau dalam peta penyebaran Covid-19. Ini juga yang membuat pemerintah setempat tidak ingin ambil risiko untuk memaksakan diri melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) pada sektor pendidikan yang menjadi kewenangannya. Mulai dari PAUD, SD, dan SMP.

Status Tabanan yang stagnan dalam peta penyebaran Covid-19 itu tidak ayal membuat Komisi IV DPRD Tabanan agak gusar. Sebabnya, sampai hampir  setahun PTM berlangsung secara online atau daring (dalam jaringan). Berhubung vaksinasi telah bergulir, komisi ini mendorong agar para guru dan tenaga kependidikan agar memperoleh prioritas dalam vaksinasi.

“Kami sangat berharap PTM sesegera mungkin. Sekalipun SKB (Surat Keputusan Bersama) Empat Menteri ada target (PTM serentak pada Juli 2021),” tukas Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, usai melakukan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, Rabu (31/3).

Dia menegaskan, lewat rapat kerja itu, pihaknya dengan Disdik sudah sepakat dan berkomitmen mendorong agar para guru dan tenaga kependidikan menjadi prioritas dalam proses vaksinasi. 

Menurutnya, langkah ke arah itu mesti dikuatkan. Mengingat kasus penyebaran Covid-19 di Tabanan sudah mulai cenderung melandai, namun statusnya masih zona merah.

“Kalau (kondisi) anak didik seperti ini (belajar secara online atau daring) bagaimana mereka memiliki mutu pendidikan yang baik? Anak kelas satu saja tidak pernah mengetahui yang mana guru-gurunya. Karena tidak pernah PTM. Daring terus,” tukas politisi yang akrab disapa Mang Alang ini.

Agar PTM bisa terlaksana, menurutnya, Disdik dan Dinas Kesehatan (Diskes) mesti selaras. Dan rencananya, Kamis (1/4), pihaknya juga akan mengajak Diskes untuk membahas soal penangangan Covid-19. Salah satunya berkaitan dengan kesiapan Tabanan untuk melaksanakan PTM pada sektor pendidikan.

“Kalau bisa lebih awal dari target, Mei, di April kalau bisa sudah mulai melakukan vaksinasi bagi guru-guru dan tenaga kependidikan,” sebutnya, seraya menegaskan PTM mesti diujicobakan pada kecamatan yang benar-benar sudah zona hijau.

“Apa persoalannya, Tabanan kok tidak zona hijau sampai sekarang. Makanya kami akan rapat dengan Diskes,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Tabanan Nyoman Putra menjelaskan, sesuai dengan SKB Empat Menteri, PTM akan dilaksanakan serentak pada Juli 2021 mendatang. Itupun penerapannya sangat terbatas. Mengacu pada petunjuk dan teknis atau juknis PTM di masa pandemi Covid-19.

“Nanti kami akan melakukan simulasi terlebih dulu. Kalau nanti siap. Sistemnya seperti apa. Lantas penerapan protokol kesehatan atau prokes untuk mencegah penyebaran Covid-19 seperti apa,” jelasnya.

Bahkan dia menyebutkan kapasitas ruang kelas yang dipakai bila nantinya PTM dilaksanakan maksimal 50 persen. Bahkan secara spesifik, di masing-masing jenjang jumlah maksimalnya sudah ditentukan. Untuk SMP maksimal 18 orang, SD maksimal 15 orang, dan PAUD maksimal lima orang.

Sementara disinggung soal jumlah guru dan tenaga kependidikan yang ada saat ini dan diharapkan dapat prioritas vaksin, secara estimasi dia menyebutkan hampir lima ribu orang. Itu mulai dari jenjang PAUD, SD, sampai dengan SMP sesuai dengan lingkup kewenangan pemerintah kabupaten pada bidang pendidikan.

“Kalau untuk guru dan tenaga kependidikan hampir lima ribu (orang) ya. Itu guru dan tenaga kependidikan seperti petugas tata usaha atau administrasi. Mulai dari PAUD sampai dengan SMP,” tukasnya. 

 


 TABANAN, BALI EXPRESS – Hingga sejauh ini, Kabupaten Tabanan belum turun statusnya ke zona hijau dalam peta penyebaran Covid-19. Ini juga yang membuat pemerintah setempat tidak ingin ambil risiko untuk memaksakan diri melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) pada sektor pendidikan yang menjadi kewenangannya. Mulai dari PAUD, SD, dan SMP.

Status Tabanan yang stagnan dalam peta penyebaran Covid-19 itu tidak ayal membuat Komisi IV DPRD Tabanan agak gusar. Sebabnya, sampai hampir  setahun PTM berlangsung secara online atau daring (dalam jaringan). Berhubung vaksinasi telah bergulir, komisi ini mendorong agar para guru dan tenaga kependidikan agar memperoleh prioritas dalam vaksinasi.

“Kami sangat berharap PTM sesegera mungkin. Sekalipun SKB (Surat Keputusan Bersama) Empat Menteri ada target (PTM serentak pada Juli 2021),” tukas Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, usai melakukan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, Rabu (31/3).

Dia menegaskan, lewat rapat kerja itu, pihaknya dengan Disdik sudah sepakat dan berkomitmen mendorong agar para guru dan tenaga kependidikan menjadi prioritas dalam proses vaksinasi. 

Menurutnya, langkah ke arah itu mesti dikuatkan. Mengingat kasus penyebaran Covid-19 di Tabanan sudah mulai cenderung melandai, namun statusnya masih zona merah.

“Kalau (kondisi) anak didik seperti ini (belajar secara online atau daring) bagaimana mereka memiliki mutu pendidikan yang baik? Anak kelas satu saja tidak pernah mengetahui yang mana guru-gurunya. Karena tidak pernah PTM. Daring terus,” tukas politisi yang akrab disapa Mang Alang ini.

Agar PTM bisa terlaksana, menurutnya, Disdik dan Dinas Kesehatan (Diskes) mesti selaras. Dan rencananya, Kamis (1/4), pihaknya juga akan mengajak Diskes untuk membahas soal penangangan Covid-19. Salah satunya berkaitan dengan kesiapan Tabanan untuk melaksanakan PTM pada sektor pendidikan.

“Kalau bisa lebih awal dari target, Mei, di April kalau bisa sudah mulai melakukan vaksinasi bagi guru-guru dan tenaga kependidikan,” sebutnya, seraya menegaskan PTM mesti diujicobakan pada kecamatan yang benar-benar sudah zona hijau.

“Apa persoalannya, Tabanan kok tidak zona hijau sampai sekarang. Makanya kami akan rapat dengan Diskes,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Tabanan Nyoman Putra menjelaskan, sesuai dengan SKB Empat Menteri, PTM akan dilaksanakan serentak pada Juli 2021 mendatang. Itupun penerapannya sangat terbatas. Mengacu pada petunjuk dan teknis atau juknis PTM di masa pandemi Covid-19.

“Nanti kami akan melakukan simulasi terlebih dulu. Kalau nanti siap. Sistemnya seperti apa. Lantas penerapan protokol kesehatan atau prokes untuk mencegah penyebaran Covid-19 seperti apa,” jelasnya.

Bahkan dia menyebutkan kapasitas ruang kelas yang dipakai bila nantinya PTM dilaksanakan maksimal 50 persen. Bahkan secara spesifik, di masing-masing jenjang jumlah maksimalnya sudah ditentukan. Untuk SMP maksimal 18 orang, SD maksimal 15 orang, dan PAUD maksimal lima orang.

Sementara disinggung soal jumlah guru dan tenaga kependidikan yang ada saat ini dan diharapkan dapat prioritas vaksin, secara estimasi dia menyebutkan hampir lima ribu orang. Itu mulai dari jenjang PAUD, SD, sampai dengan SMP sesuai dengan lingkup kewenangan pemerintah kabupaten pada bidang pendidikan.

“Kalau untuk guru dan tenaga kependidikan hampir lima ribu (orang) ya. Itu guru dan tenaga kependidikan seperti petugas tata usaha atau administrasi. Mulai dari PAUD sampai dengan SMP,” tukasnya. 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/