alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Vaksinasi Sistem Banjar, Warga Diminta Tidak Khawatir Berlebihan 

DENPASAR, BALI EXPRESS – Vaksinasi tahap pertama berbasis banjar sempat membuat masyarakat ketakutan, lantaran pasca vaksin mengalami beberapa gejala. Mulai dari mual, sakit kepala, badan sakit, hingga panas badan. Namu,  hanya berlangsung selama dua hingga tiga hari saja. 

Meski demikian, vaksinasi tahap dua pun akan tetap akan dilaksanakan dan diharapkan masyarakat jangan khawatir berlebihan. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya menjelaskan, meski ada beberapa laporan pasca vaksin mengalami gejala sakit lain, vaksinasi akan tetap berlanjut. 

Disebutkan bahwa efek vaksin memang berupa demam dan efek lainnya yang dirasakan, hanya dirasakan dalam waktu dua hari. “Untuk vaksinasi akan tetap berlanjut,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (31/3).

Vaksinasi yang dilakukan, baik menggunakan vaksin Sinovac maupun Astrazaneca menurutnya sama saja efeknya. Namun, efeknya tersebut tergantung dari keadaan antibody setiap orang. 

“Efek vaksin memang bisa berupa demam, tapi bisa hilang dengan obat penurun panas. Sebenarnya itu reaksi tubuh sehingga antibody meningkat,” tandasnya. 

Sedangkan Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Gusti Putu Budiarta menjelaskan hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali sementara tidak ada menyetop proses vaksinasi setelah ada efek vaksin ada gejala penyakit lain.

“Laporan Kadiskes,  memang ada meriang , batuk, mual-mual dalam masa observasi. Kalau di Bali tidak ada lebih lanjut penyakitnya,” paparnya. 

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan telah berkoordinasi,  terdapat 800 ribu vaksin didistibusikan juga. “Ini hasil laporan kepala dinas, sebagai kepala kesehatan mengurus distribusi vaksin. Mudah- mudahan tidak ada pemberhentian vaksin karena di Bali sangat dibutuhkan. Khususnya diprioritas utama yang ada obyek wisata atau di sistem banjar,” imbuhnya.  

Sistem banjar ini disebutkan sangat refresentatif sekali, secara umum masyarakat tidak tercerai berai dalam vaksin, karena terdata di banjar. Untuk di wilayah Denpasar ia menyampaikan akan segera diterapkan vaksin sistem banjar. 

“Sebanyak 2 juta vaksin juga akan datang April ini, mudah-mudahan semua warga tervaksin. Kalau ketakutan warga efek vaksin itu, masyarakat agar tetap jangan khawatir. Sebab, yang paling ampuh menuntaskan Covid kan vaksin, memang ada gejala meriang  dan gejala ringan, dua hari sudah ilang, sebab ada adaptasi dengan tubuh manusia,” tandasnya. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Vaksinasi tahap pertama berbasis banjar sempat membuat masyarakat ketakutan, lantaran pasca vaksin mengalami beberapa gejala. Mulai dari mual, sakit kepala, badan sakit, hingga panas badan. Namu,  hanya berlangsung selama dua hingga tiga hari saja. 

Meski demikian, vaksinasi tahap dua pun akan tetap akan dilaksanakan dan diharapkan masyarakat jangan khawatir berlebihan. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya menjelaskan, meski ada beberapa laporan pasca vaksin mengalami gejala sakit lain, vaksinasi akan tetap berlanjut. 

Disebutkan bahwa efek vaksin memang berupa demam dan efek lainnya yang dirasakan, hanya dirasakan dalam waktu dua hari. “Untuk vaksinasi akan tetap berlanjut,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (31/3).

Vaksinasi yang dilakukan, baik menggunakan vaksin Sinovac maupun Astrazaneca menurutnya sama saja efeknya. Namun, efeknya tersebut tergantung dari keadaan antibody setiap orang. 

“Efek vaksin memang bisa berupa demam, tapi bisa hilang dengan obat penurun panas. Sebenarnya itu reaksi tubuh sehingga antibody meningkat,” tandasnya. 

Sedangkan Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Gusti Putu Budiarta menjelaskan hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali sementara tidak ada menyetop proses vaksinasi setelah ada efek vaksin ada gejala penyakit lain.

“Laporan Kadiskes,  memang ada meriang , batuk, mual-mual dalam masa observasi. Kalau di Bali tidak ada lebih lanjut penyakitnya,” paparnya. 

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan telah berkoordinasi,  terdapat 800 ribu vaksin didistibusikan juga. “Ini hasil laporan kepala dinas, sebagai kepala kesehatan mengurus distribusi vaksin. Mudah- mudahan tidak ada pemberhentian vaksin karena di Bali sangat dibutuhkan. Khususnya diprioritas utama yang ada obyek wisata atau di sistem banjar,” imbuhnya.  

Sistem banjar ini disebutkan sangat refresentatif sekali, secara umum masyarakat tidak tercerai berai dalam vaksin, karena terdata di banjar. Untuk di wilayah Denpasar ia menyampaikan akan segera diterapkan vaksin sistem banjar. 

“Sebanyak 2 juta vaksin juga akan datang April ini, mudah-mudahan semua warga tervaksin. Kalau ketakutan warga efek vaksin itu, masyarakat agar tetap jangan khawatir. Sebab, yang paling ampuh menuntaskan Covid kan vaksin, memang ada gejala meriang  dan gejala ringan, dua hari sudah ilang, sebab ada adaptasi dengan tubuh manusia,” tandasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/