alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Anggaran Terbatas, Dishub Masih Cari Pengganti LPJU yang Pecah di Tanggayuda

GIANYAR, BALI EXPRESS  – Para pengguna jalan dan masyarakat di sekitar Jalan Tanggayuda, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, mengeluh lantaran tak sedikit Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang padam sepanjang jalan tersebut. Selain itu beberapa kabel juga berserakan sehingga dapat membahayakan warga.

 

Belakangan diketahui jika kabel itu berserakan akibat truk yang membawa material besi menyeret kabel-kabel yang menjuntai di jalan tersebut. Kabel bahkan putus dan membuat tiang miring dan LPJU pecah.

 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar, I Wayan Suamba menjelaskan berdasarkan informasi yang didapat dari warga setempat, beberapa hari lalu ada sebuah truk datang dari arah Kecamatan Payangan, Gianyar dengan membawa muatan material besi.

 

Namun ketika melintas di Jalan Raya Tanggayuda, sopir truk tersebut tidak memperhatikan kondisi jalanan disekeliling, sehingga material besi yang dibawanya tersangkut pada kabel-kabel di jalan yang menyalurkan daya untuk LPJU.  “Entah si sopir ini menyadari atau tikda, dia justru tetap memacu kendaraannya sehingga membuat kabel putus bahkan membuat tiang tertarik hingga miring dan membuat lampu pecah,” ungkapnya Kamis (31/3).

 

Parahnya lagi, LPJU di sepanjang Jalan Tanggayuda pun ikut padam. “Laporannya baru kita terima pagi tadi. Saat ini kami sudah ke lapangan, melakukan penanganan,” imbuhnya.

 

Hanya saja, saat ini Dishub Gianyar masih mencari lampu yang akan di pasang dilokasi tersebut. Karena di tengah keterbatasan anggaran daerah, pihaknya tidak bisa serta merta melakukan pengadaan barang . “Kita tidak bisa langsung melakukan pengadaan barang. Sebab, selain di Jalan Tanggayuda, masih banyak persoalan lampu di jalan lainnya,” paparnya.

 

Atas kondisi tersebut, pihaknya pun meminta agar seluruh elemen masyarakat ikut menjaga fasilitas umum yang ada. Karena fasilitas umum tersebut adalah milik bersama, bukan milik pemerintah saja. “Kalau sudah seperti ini, kan jadi merugikan banyak pihak. Tapi di tengah keterbatasan anggaran dan petugas, kami selalu berusaha memberikan respon cepat, dan kami harap hal seperti ini tidak terulang lagi,” pungkas Suamba.


GIANYAR, BALI EXPRESS  – Para pengguna jalan dan masyarakat di sekitar Jalan Tanggayuda, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, mengeluh lantaran tak sedikit Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang padam sepanjang jalan tersebut. Selain itu beberapa kabel juga berserakan sehingga dapat membahayakan warga.

 

Belakangan diketahui jika kabel itu berserakan akibat truk yang membawa material besi menyeret kabel-kabel yang menjuntai di jalan tersebut. Kabel bahkan putus dan membuat tiang miring dan LPJU pecah.

 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar, I Wayan Suamba menjelaskan berdasarkan informasi yang didapat dari warga setempat, beberapa hari lalu ada sebuah truk datang dari arah Kecamatan Payangan, Gianyar dengan membawa muatan material besi.

 

Namun ketika melintas di Jalan Raya Tanggayuda, sopir truk tersebut tidak memperhatikan kondisi jalanan disekeliling, sehingga material besi yang dibawanya tersangkut pada kabel-kabel di jalan yang menyalurkan daya untuk LPJU.  “Entah si sopir ini menyadari atau tikda, dia justru tetap memacu kendaraannya sehingga membuat kabel putus bahkan membuat tiang tertarik hingga miring dan membuat lampu pecah,” ungkapnya Kamis (31/3).

 

Parahnya lagi, LPJU di sepanjang Jalan Tanggayuda pun ikut padam. “Laporannya baru kita terima pagi tadi. Saat ini kami sudah ke lapangan, melakukan penanganan,” imbuhnya.

 

Hanya saja, saat ini Dishub Gianyar masih mencari lampu yang akan di pasang dilokasi tersebut. Karena di tengah keterbatasan anggaran daerah, pihaknya tidak bisa serta merta melakukan pengadaan barang . “Kita tidak bisa langsung melakukan pengadaan barang. Sebab, selain di Jalan Tanggayuda, masih banyak persoalan lampu di jalan lainnya,” paparnya.

 

Atas kondisi tersebut, pihaknya pun meminta agar seluruh elemen masyarakat ikut menjaga fasilitas umum yang ada. Karena fasilitas umum tersebut adalah milik bersama, bukan milik pemerintah saja. “Kalau sudah seperti ini, kan jadi merugikan banyak pihak. Tapi di tengah keterbatasan anggaran dan petugas, kami selalu berusaha memberikan respon cepat, dan kami harap hal seperti ini tidak terulang lagi,” pungkas Suamba.


Most Read

Artikel Terbaru

/