alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Gasak 3 HP di Rumah Bedeng, Dua Buruh Dibekuk

BADUNG, BALI EXPRESS – Dua buruh harian lepas bernama Marten Agustina, 32, dan Rofinus Bondikaka, 21, dibekuk Satreskrim Polres Badung. Pasalnya, mereka nekat mencuri di sebuah Bedeng, kawasan Desa Canggu, Kuta Utara, Badung pada Minggu (13/3).

 

Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana menerangkan penangkapan keduanya berdasar laporan korban Yudha Adi Nugroho, 30, yang tinggal di bedeng tersebut. Bermula ketika korban yang juga berprofesi sebagai buruh harian lepas itu hendak beristirahat dan menaruh tiga hp di tempat tidur pada Sabtu (12/3) malam.

 

Namun, ketika bangun keesokan paginya, korban mendapati ketiga ponsel tersebut telah hilang. “Hp yang dilaporkan hilang yaitu merk Xiaomi, Samsung J2, dan Oppo, atas kejadian ini korban mengalami kerugian sebesar Rp 4 juta,” tuturnya, Kamis (31/3).

 

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob Satreskrim Polres Badung melaksanakan penyelidikan dan memperoleh informasi ada seseorang laki-laki yang telah menjual sebuah hp merk Xiaomi warna hitam di wilayah Nusa Dua, Badung. Kemudian petugas menelusuri keberadaan hp itu yang dibeli oleh orang bernama Kornelius Kodi Mete ke kosnya kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

 

Saat ditemui, Kornelius mengaku membeli hp itu dari teman (kedua pelaku) secara tukar tambah dengan hp Advan dan uang Rp 200 ribu. “Dari pemeriksaan petugas, hp Xiaomi yang diperjual belikan memang hp yang hilang,” tambah Perwira Balok Dua di pundak ini.

 

Kemudian, petugas mendalami keberadaan kedua pelaku yang disinyalir berada di Nusa Dua. Akhirnya pada Rabu (30/3), satu pelaku yaitu Marten dapat diringkus di kosnya, kawasan Taman Griya, Gang Tanah, Nusa Dua. Garong ini mengakui beraksi bersama rekannya Rofinus. Hari itu Juga Rofinus dibekuk di kosnya daerah Tuban, Kuta.

 

Ironisnya, kedua pelaku juga membawa senjata tajam (sajam), sehingga turut diamankan sebagai barang bukti. Saat diinterogasi, dua maling asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengakui sudah menjual ketiga hp kepada orang berbeda-beda.

 

Total penjualan hasil curian mencapai Rp 1,9 juta, lalu dibagi rata. Akibat perbuatannya, Rofinus dan Marten disangkakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.






Reporter: I Gede Paramasutha

BADUNG, BALI EXPRESS – Dua buruh harian lepas bernama Marten Agustina, 32, dan Rofinus Bondikaka, 21, dibekuk Satreskrim Polres Badung. Pasalnya, mereka nekat mencuri di sebuah Bedeng, kawasan Desa Canggu, Kuta Utara, Badung pada Minggu (13/3).

 

Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana menerangkan penangkapan keduanya berdasar laporan korban Yudha Adi Nugroho, 30, yang tinggal di bedeng tersebut. Bermula ketika korban yang juga berprofesi sebagai buruh harian lepas itu hendak beristirahat dan menaruh tiga hp di tempat tidur pada Sabtu (12/3) malam.

 

Namun, ketika bangun keesokan paginya, korban mendapati ketiga ponsel tersebut telah hilang. “Hp yang dilaporkan hilang yaitu merk Xiaomi, Samsung J2, dan Oppo, atas kejadian ini korban mengalami kerugian sebesar Rp 4 juta,” tuturnya, Kamis (31/3).

 

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob Satreskrim Polres Badung melaksanakan penyelidikan dan memperoleh informasi ada seseorang laki-laki yang telah menjual sebuah hp merk Xiaomi warna hitam di wilayah Nusa Dua, Badung. Kemudian petugas menelusuri keberadaan hp itu yang dibeli oleh orang bernama Kornelius Kodi Mete ke kosnya kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

 

Saat ditemui, Kornelius mengaku membeli hp itu dari teman (kedua pelaku) secara tukar tambah dengan hp Advan dan uang Rp 200 ribu. “Dari pemeriksaan petugas, hp Xiaomi yang diperjual belikan memang hp yang hilang,” tambah Perwira Balok Dua di pundak ini.

 

Kemudian, petugas mendalami keberadaan kedua pelaku yang disinyalir berada di Nusa Dua. Akhirnya pada Rabu (30/3), satu pelaku yaitu Marten dapat diringkus di kosnya, kawasan Taman Griya, Gang Tanah, Nusa Dua. Garong ini mengakui beraksi bersama rekannya Rofinus. Hari itu Juga Rofinus dibekuk di kosnya daerah Tuban, Kuta.

 

Ironisnya, kedua pelaku juga membawa senjata tajam (sajam), sehingga turut diamankan sebagai barang bukti. Saat diinterogasi, dua maling asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengakui sudah menjual ketiga hp kepada orang berbeda-beda.

 

Total penjualan hasil curian mencapai Rp 1,9 juta, lalu dibagi rata. Akibat perbuatannya, Rofinus dan Marten disangkakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/