alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Satu Keluarga di Buleleng Praktik “Apotek Sabu”, yang Pesan Ada Anak Dewan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil mengungkap praktik “Apotek Sabu” yang dilakukan oleh satu keluarga di sebuah rumah, Jalan Gajah Mada, Banjar Penataran, Desa Kendran, Buleleng. Sebanyak empat orang pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini dibeberkan di Kantor BNNP Bali, Jalan Melati, Denpasar pada Selasa (31/5). Kepala BNNP Bali Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra didampingi Kabid Brantas I Putu Agus Arjaya menjelaskan keempat tersangka itu adalah RH alias Tom, 50, yang berperan sebagai pengendali. Lalu anak TOM berinisial AM, 23 selaku penjaga “Apotek Sabu” dan pengembangan transaksi. KLS alias Kocos, 45, selaku pemantau pembeli, serta kurir berinisial DP, 51.

“Apotek Sabu yang dimaksud yaitu praktik penjualan narkoba jenis sabu dengan menggunakan rumah sebagi tempat jual beli,” tutur Sugianyar.

Ternyata selain untuk membeli sabu yang sudah disediakan dalam bentuk paket kecil 0,1 gram dengan harga Rp 200 ribu, para pelanggan juga bisa langsung memakai di tempat kejadian perkara. Karena sudah disediakan sebanyak dua bilik (kamar).

Penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat, BNNP Bali melakukan analisis peta jaringan narkoba di Kabupaten Buleleng, tepatnya daerah Sidetapa. Selama dua minggu petugas menelusuri dan menemui kendala berupa perlawanan. Hingga akhirnya didapat bagian jaringan tersebut yang mengarah ke praktik Apotek Sabu ini. Kemudian petugas menyanggong di depan rumah tersangka pada Sabtu (28/5).

“Nah di TKP kami sangat berhati-hati dengan tersangka KLS, karena dia bertugas mengintai di depan rumah. Dia lihat siapa yang sudah dikenal baru boleh masuk membeli,” tandasnya. Kemudian, AM tampak hendak keluar rumah. Momen itu dimanfaatkan petugas untuk langsung meringkusnya beserta KLS. Selanjutnya, tim masuk ke dalam dan dapan menangkap Tom di dalam bilik. Dari penggeledahan, dapat diamankan 54 paket sabu seberat 35,69 gram.

Selain ketiganya, BNNP juga mengamankan tujuh orang lainnya di keluarga tersebut. Karena diduga, baik ibu, anak dan sanak saudara di sana terlibat. Menurut pengakuan mereka, sebagian dari barang pembuat sakau ini didapat dari DP. Hari itu juga, BNNP memburu pria itu dan berhasil dibekuk di rumahnya daerah Desa Pemaron, Buleleng. DP merupakan pemilik tempat hiburan yang selalu mengirimkan sabu ke rumah Tom.

Ternyata, Tom adalah Residivis judi togel yang sempat dihukum selama tiga bulan. Begitu juga DP merupakan residivis kasus ekstasi pada 2012. Berikutnya dilakukan penyidikan, tapi hanya empat orang yang bisa ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, anggota keluarga lainnya belum didapati bukti yang cukup. Diketahui, Apotek Sabu ini sudah beroperasi sejak 2019, di pusat kota.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil mengungkap praktik “Apotek Sabu” yang dilakukan oleh satu keluarga di sebuah rumah, Jalan Gajah Mada, Banjar Penataran, Desa Kendran, Buleleng. Sebanyak empat orang pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini dibeberkan di Kantor BNNP Bali, Jalan Melati, Denpasar pada Selasa (31/5). Kepala BNNP Bali Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra didampingi Kabid Brantas I Putu Agus Arjaya menjelaskan keempat tersangka itu adalah RH alias Tom, 50, yang berperan sebagai pengendali. Lalu anak TOM berinisial AM, 23 selaku penjaga “Apotek Sabu” dan pengembangan transaksi. KLS alias Kocos, 45, selaku pemantau pembeli, serta kurir berinisial DP, 51.

“Apotek Sabu yang dimaksud yaitu praktik penjualan narkoba jenis sabu dengan menggunakan rumah sebagi tempat jual beli,” tutur Sugianyar.

Ternyata selain untuk membeli sabu yang sudah disediakan dalam bentuk paket kecil 0,1 gram dengan harga Rp 200 ribu, para pelanggan juga bisa langsung memakai di tempat kejadian perkara. Karena sudah disediakan sebanyak dua bilik (kamar).

Penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat, BNNP Bali melakukan analisis peta jaringan narkoba di Kabupaten Buleleng, tepatnya daerah Sidetapa. Selama dua minggu petugas menelusuri dan menemui kendala berupa perlawanan. Hingga akhirnya didapat bagian jaringan tersebut yang mengarah ke praktik Apotek Sabu ini. Kemudian petugas menyanggong di depan rumah tersangka pada Sabtu (28/5).

“Nah di TKP kami sangat berhati-hati dengan tersangka KLS, karena dia bertugas mengintai di depan rumah. Dia lihat siapa yang sudah dikenal baru boleh masuk membeli,” tandasnya. Kemudian, AM tampak hendak keluar rumah. Momen itu dimanfaatkan petugas untuk langsung meringkusnya beserta KLS. Selanjutnya, tim masuk ke dalam dan dapan menangkap Tom di dalam bilik. Dari penggeledahan, dapat diamankan 54 paket sabu seberat 35,69 gram.

Selain ketiganya, BNNP juga mengamankan tujuh orang lainnya di keluarga tersebut. Karena diduga, baik ibu, anak dan sanak saudara di sana terlibat. Menurut pengakuan mereka, sebagian dari barang pembuat sakau ini didapat dari DP. Hari itu juga, BNNP memburu pria itu dan berhasil dibekuk di rumahnya daerah Desa Pemaron, Buleleng. DP merupakan pemilik tempat hiburan yang selalu mengirimkan sabu ke rumah Tom.

Ternyata, Tom adalah Residivis judi togel yang sempat dihukum selama tiga bulan. Begitu juga DP merupakan residivis kasus ekstasi pada 2012. Berikutnya dilakukan penyidikan, tapi hanya empat orang yang bisa ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, anggota keluarga lainnya belum didapati bukti yang cukup. Diketahui, Apotek Sabu ini sudah beroperasi sejak 2019, di pusat kota.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/