alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Diplomasi Arak Bali, Gubernur Koster Ajak Menko Maritim Tos

BADUNG, BALI EXPRESS – Dalam beberapa waktu terakhir, arak Bali jadi perbincangan. Sebabnya, Gubernur Bali Wayan Koster, menyebutkan minuman fermentasi khas Bali itu memiliki khasiat yang bisa membantu proses pemulihan orang yang terpapar Covid-19. Khususnya mereka yang berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Meski masih dalam tahap uji coba, Koster mengklaim pemanfaatan minuman fermentasi yang dia namakan Terapi Barak (Balinese Arak) itu cukup membantu pemulihan OTG yang ditangani dengan cara karantina. Menurutnya, dalam waktu dua hari menjalani terapi itu, mereka yang berstatus OTG dinyatakan sembuh. Karena hasil uji swabnya berubah, dari semula positif menjadi negatif.

Lantaran itu, Koster yang juga seorang politisi, menjadikan arak Bali sebagai media diplomasinya kepada pejabat Pemerintah Pusat. Dengan harapan pamor arak Bali terangkat, sejajar dengan minuman fermentasi tradisional lainnya dari beberapa negara Asia Timur lainnya, seperti soju dari Korea  atau sake dari Jepang.

Cara Koster menjadikan arak Bali sebagai media diplomasi ekonomi itu dilakukannya pada saat Deklarasi Program Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata Berbasis QRIS di Kawasan Pariwisata Terpadu ITDC Nusa Dua, Kamis sore (30/7).

Bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace, Koster mengajak Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan melakukan tos arak Bali.

Di situ, Koster menjelaskan bahwa keberadaan arak Bali saat ini sudah mampu dilegalkan dalam Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Permentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Di samping itu, upaya ini sebagai bentuk keberpihakan kepada para perajin arak tradisional di Bali serta implementasi Pergub Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali.

“Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Permentasi dan/atau Destilasi Khas Bali dan Pergub Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali ini bisa mensejahterakan petani dan produsen minuman permentasi dan destilasi khas Bali,” ujarnya.

Pada saat yang sama, dia menyebutkan, bila perlu hulu dan hilir dari usaha perajin arak Bali ini dikumpulkan dalam satu wadah, yakni koperasi, kemudian dikembangkan menjadi industri sehingga arak tradisional Bali bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat pedesaan di Bali.

Lebih jauh, Koster yang sempat menjadi anggota DPR RI tiga periode itu ingin memulai inovasi di industri arak Bali. Dengan cara mengemas dan memberi branding Barak untuk kebutuhan wisatawan dan ekspor.

Selanjutnya, Koster juga menyebutkan soal arak Bali yang dipakai sebagai terapi pemulihan Covid-19 bagi mereka yang berstatus OTG. Terlebih di saat obat dan vaksin Covid-19 yang masih belum ditemukan.

“Terapi arak ini ternyata efektif sekali. Mereka yang baru positif, ternyata dua hari dilakukan treatment arak, tercatat pada hari ketiga mereka negatif dan sembuh,” klaimnya.


BADUNG, BALI EXPRESS – Dalam beberapa waktu terakhir, arak Bali jadi perbincangan. Sebabnya, Gubernur Bali Wayan Koster, menyebutkan minuman fermentasi khas Bali itu memiliki khasiat yang bisa membantu proses pemulihan orang yang terpapar Covid-19. Khususnya mereka yang berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Meski masih dalam tahap uji coba, Koster mengklaim pemanfaatan minuman fermentasi yang dia namakan Terapi Barak (Balinese Arak) itu cukup membantu pemulihan OTG yang ditangani dengan cara karantina. Menurutnya, dalam waktu dua hari menjalani terapi itu, mereka yang berstatus OTG dinyatakan sembuh. Karena hasil uji swabnya berubah, dari semula positif menjadi negatif.

Lantaran itu, Koster yang juga seorang politisi, menjadikan arak Bali sebagai media diplomasinya kepada pejabat Pemerintah Pusat. Dengan harapan pamor arak Bali terangkat, sejajar dengan minuman fermentasi tradisional lainnya dari beberapa negara Asia Timur lainnya, seperti soju dari Korea  atau sake dari Jepang.

Cara Koster menjadikan arak Bali sebagai media diplomasi ekonomi itu dilakukannya pada saat Deklarasi Program Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata Berbasis QRIS di Kawasan Pariwisata Terpadu ITDC Nusa Dua, Kamis sore (30/7).

Bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace, Koster mengajak Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan melakukan tos arak Bali.

Di situ, Koster menjelaskan bahwa keberadaan arak Bali saat ini sudah mampu dilegalkan dalam Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Permentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Di samping itu, upaya ini sebagai bentuk keberpihakan kepada para perajin arak tradisional di Bali serta implementasi Pergub Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali.

“Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Permentasi dan/atau Destilasi Khas Bali dan Pergub Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali ini bisa mensejahterakan petani dan produsen minuman permentasi dan destilasi khas Bali,” ujarnya.

Pada saat yang sama, dia menyebutkan, bila perlu hulu dan hilir dari usaha perajin arak Bali ini dikumpulkan dalam satu wadah, yakni koperasi, kemudian dikembangkan menjadi industri sehingga arak tradisional Bali bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat pedesaan di Bali.

Lebih jauh, Koster yang sempat menjadi anggota DPR RI tiga periode itu ingin memulai inovasi di industri arak Bali. Dengan cara mengemas dan memberi branding Barak untuk kebutuhan wisatawan dan ekspor.

Selanjutnya, Koster juga menyebutkan soal arak Bali yang dipakai sebagai terapi pemulihan Covid-19 bagi mereka yang berstatus OTG. Terlebih di saat obat dan vaksin Covid-19 yang masih belum ditemukan.

“Terapi arak ini ternyata efektif sekali. Mereka yang baru positif, ternyata dua hari dilakukan treatment arak, tercatat pada hari ketiga mereka negatif dan sembuh,” klaimnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/