alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Pedagang Positif Covid-19, Pasar Desa Tembuku Ditutup Tiga Hari

BANGLI, BALI EXPRESS – Pasar Desa Tembuku, Bangli ditutup mulai Jumat (31/7). Pasar akan kembali beroperasi, Senin (3/8). Penutupan pasar selama tiga hari dilakukan karena ada seorang pedagang positif Covid-19.

Perbekel Tembuku I Ketut Mudiarsa mengungkapkan, pihaknya memutuskan menutup pasar karena khawatir virus menyebar di pasar, meskipun pedagang canang yang positif telah diisolasi. Pedagang tersebut diduga terpapar oleh anaknya. Setelah anaknya dinyatakan positif, pedagang ini sempat berjualan.  Belakangan hasil swab menyatakan dia juga positif. “Takutnya menyebar, karena itu tiang (saya) ambil kebijakan setelah berunding dengan BPD (Badan Permusyawaratan Desa). Pasar ditutup tiga hari,” kata Mudiarsa, Jumat (31/7).

Selama ditutup, pasar desa dibersihkan. Pihak desa bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Bangli melakukan penyemprotan disinfektan sehari dua kali. Hal ini untuk memastikan tidak ada virus di pasar. Selain itu, Mudiarsa mengaku sudah mengusulkan kepada Gugus Tugas Kabupaten Bangli untuk melakukan uji swab terhadap para pedagang dan orang-orang yang sempat kontak dengan pedagang tersebut.

Mudiarsa khawatir Covid-19 telah menyebar di pasar, karena banyak orang diajak kontak. Terlebih dengan kebijakan baru, yakni tidak ada lagi rapid test yang merupakan screening awal untuk mendeteksi antibodi, melainkan langsung uji swab.  Uji swab dilakukan ketika ada gejala. “Menurut Gugus Tugas Kabupaten Bangli, pihaknya sudah mengusulkan 100 orang di-swab. Mudah-mudahan dikabulkan oleh bapak bupati.  Nanti kami akan data lagi siapa pernah kontak erat,” ujar Mudiarsa.


BANGLI, BALI EXPRESS – Pasar Desa Tembuku, Bangli ditutup mulai Jumat (31/7). Pasar akan kembali beroperasi, Senin (3/8). Penutupan pasar selama tiga hari dilakukan karena ada seorang pedagang positif Covid-19.

Perbekel Tembuku I Ketut Mudiarsa mengungkapkan, pihaknya memutuskan menutup pasar karena khawatir virus menyebar di pasar, meskipun pedagang canang yang positif telah diisolasi. Pedagang tersebut diduga terpapar oleh anaknya. Setelah anaknya dinyatakan positif, pedagang ini sempat berjualan.  Belakangan hasil swab menyatakan dia juga positif. “Takutnya menyebar, karena itu tiang (saya) ambil kebijakan setelah berunding dengan BPD (Badan Permusyawaratan Desa). Pasar ditutup tiga hari,” kata Mudiarsa, Jumat (31/7).

Selama ditutup, pasar desa dibersihkan. Pihak desa bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Bangli melakukan penyemprotan disinfektan sehari dua kali. Hal ini untuk memastikan tidak ada virus di pasar. Selain itu, Mudiarsa mengaku sudah mengusulkan kepada Gugus Tugas Kabupaten Bangli untuk melakukan uji swab terhadap para pedagang dan orang-orang yang sempat kontak dengan pedagang tersebut.

Mudiarsa khawatir Covid-19 telah menyebar di pasar, karena banyak orang diajak kontak. Terlebih dengan kebijakan baru, yakni tidak ada lagi rapid test yang merupakan screening awal untuk mendeteksi antibodi, melainkan langsung uji swab.  Uji swab dilakukan ketika ada gejala. “Menurut Gugus Tugas Kabupaten Bangli, pihaknya sudah mengusulkan 100 orang di-swab. Mudah-mudahan dikabulkan oleh bapak bupati.  Nanti kami akan data lagi siapa pernah kontak erat,” ujar Mudiarsa.


Most Read

Artikel Terbaru

/