alexametrics
26.7 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Kejari Gianyar Kembali Berikan Restorative Justice pada Tersangka Pencurian

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar kembali menghentikan penuntutan berdasarkan keadilan restorative atau Restorative Justice (RJ) terhadap tersangka Natalia Meirisca Widyari, 20, yang tersangkut kasus pencurian. RJ pun diberikan Jumat (29/7) di Genah Adhyaksa, Ubud, Gianyar.

 

Tersangka yang merupakan pegawai linting rokok nekat mencuri kartu ATM milik teman kerjanya sendiri, Kadek Ayu Wirayanti asal BanJAR Cebaang, Desa Seronggo, Gianyar, tanggal 9 April 2022 lalu. Ketika itu tersangka yang menginap di rumah korban mengambil kartu ATM korban dari dompet korban yang tersimpan pada tas kerja korban saat korban sedang menyapu di halaman rumah.

 

Tersangka kemudian melakukan penarikan uang pada kartu ATM milik korban dengan mengira-ngira pin kartu ATM tersebut. Sebab sebelumnya korban pernah mengatakan jika pin kartu ATM-nya sangatlah mudah karena terdiri dari kombinasi tanggal, bulan dan tahun lahir. Tersangka kemudian menarik uang di ATM korban sebesar Rp 2,4 Juta. Terakhir tersangka membuang kartu ATM korban di bekas tempat pembuangan sampah di daerah Desa Gulingan, Mengwi, Badung. Kasus itu kemudian dilaporkan korban kepada pihak kepolisian.

Baca Juga :  Tukang Suwun Positif Covid-19 di Bangli Diisolasi di RSPTN Unud

 

Atas pertimbangan kemanusiaan, Kejari Gianyar kemudian mengajukan kasus tersebut untuk mendapatkan RJ. Terlebih setelah dilakukan penelusuran, tersangka menggunakan uang hasil curiannya untuk membayarkan uang sekolah 2 orang adiknya, tagihan PDAM, tagihan listrik, serta keperluan makan dan bensin sehari-hari hingga tersisa Rp 55.000. Tersangka pun disangkakan pasal pasal 362 KUHP.

 

“Pelaksanaan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif yang dilaksanakan saat ini oleh Kejaksaan Negeri Gianyar terhadap perkara tersangka setelah memperoleh persetujuan dari Kejaksaan Tinggi Bali dan Kejaksaan Agung dimana syarat-syarat penghentian penuntutan sudah terpenuhi,” ujar Kepala Kejari Gianyar, Ni Wayan Sinaryati, saat dikonfirmasi Minggu (31/7).

 

Ditambahkannya jika pihaknya berharap dengan dilaksanakannya penghentian penuntutan ini tersangka dapat kembali dan diterima di masyarakat serta dapat menyadari perbuatannya agar tidak melakukan tindak pidana kembali.

Baca Juga :  Gara-Gara Truck, Perbatasan Jalan Suli dan Jalan Kapten Dipta Jebol

 

“Dalam kasus ini tersangka sedang mengalami permasalahan ekonomi yaitu membayar pendidikan adik kandungnya sebanyak 2 orang, cicilan sepeda motor dan membeli kebutuhan sehari-hari,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar kembali menghentikan penuntutan berdasarkan keadilan restorative atau Restorative Justice (RJ) terhadap tersangka Natalia Meirisca Widyari, 20, yang tersangkut kasus pencurian. RJ pun diberikan Jumat (29/7) di Genah Adhyaksa, Ubud, Gianyar.

 

Tersangka yang merupakan pegawai linting rokok nekat mencuri kartu ATM milik teman kerjanya sendiri, Kadek Ayu Wirayanti asal BanJAR Cebaang, Desa Seronggo, Gianyar, tanggal 9 April 2022 lalu. Ketika itu tersangka yang menginap di rumah korban mengambil kartu ATM korban dari dompet korban yang tersimpan pada tas kerja korban saat korban sedang menyapu di halaman rumah.

 

Tersangka kemudian melakukan penarikan uang pada kartu ATM milik korban dengan mengira-ngira pin kartu ATM tersebut. Sebab sebelumnya korban pernah mengatakan jika pin kartu ATM-nya sangatlah mudah karena terdiri dari kombinasi tanggal, bulan dan tahun lahir. Tersangka kemudian menarik uang di ATM korban sebesar Rp 2,4 Juta. Terakhir tersangka membuang kartu ATM korban di bekas tempat pembuangan sampah di daerah Desa Gulingan, Mengwi, Badung. Kasus itu kemudian dilaporkan korban kepada pihak kepolisian.

Baca Juga :  FKUB Gianyar Rawat Kerukunan dengan Kisah Khang Ching Wie

 

Atas pertimbangan kemanusiaan, Kejari Gianyar kemudian mengajukan kasus tersebut untuk mendapatkan RJ. Terlebih setelah dilakukan penelusuran, tersangka menggunakan uang hasil curiannya untuk membayarkan uang sekolah 2 orang adiknya, tagihan PDAM, tagihan listrik, serta keperluan makan dan bensin sehari-hari hingga tersisa Rp 55.000. Tersangka pun disangkakan pasal pasal 362 KUHP.

 

“Pelaksanaan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif yang dilaksanakan saat ini oleh Kejaksaan Negeri Gianyar terhadap perkara tersangka setelah memperoleh persetujuan dari Kejaksaan Tinggi Bali dan Kejaksaan Agung dimana syarat-syarat penghentian penuntutan sudah terpenuhi,” ujar Kepala Kejari Gianyar, Ni Wayan Sinaryati, saat dikonfirmasi Minggu (31/7).

 

Ditambahkannya jika pihaknya berharap dengan dilaksanakannya penghentian penuntutan ini tersangka dapat kembali dan diterima di masyarakat serta dapat menyadari perbuatannya agar tidak melakukan tindak pidana kembali.

Baca Juga :  Mengharmoniskan Perilaku dengan Alam,Mencari Surga dengan Wariga Belog

 

“Dalam kasus ini tersangka sedang mengalami permasalahan ekonomi yaitu membayar pendidikan adik kandungnya sebanyak 2 orang, cicilan sepeda motor dan membeli kebutuhan sehari-hari,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/